Metodologi: cara kami memeriksa angka

Setiap angka yang bisa berubah di calcuid — iuran, denda, tarif, ambang seleksi — ditelusuri ke dokumen resmi penerbitnya, disimpan bersama tanggal pemeriksaannya, dan diuji otomatis supaya tidak menyimpang diam-diam. Halaman ini menjelaskan caranya, dan mencantumkan secara terbuka di mana kami belum memenuhi standar itu.

1. Dari mana angka kami berasal

Urutan sumber yang kami pakai, dari yang paling kami utamakan:

  1. Peraturan primer — teks resmi peraturan itu sendiri (Perpres, PMK, Peraturan BPJS), ditautkan langsung ke pasal atau dokumennya, bukan ke ringkasan orang lain.
  2. Lembaga penerbitnya — misalnya panduan resmi BPJS Kesehatan untuk prosedur Mobile JKN, atau pengumuman resmi panitia untuk penerimaan Polri.
  3. Sumber budaya yang dinyatakan sebagai tradisi — untuk weton dan selamatan, yang dihitung adalah konvensi penanggalan, bukan klaim faktual. Kami menyebutnya tradisi, dan aritmetikanya diuji.

Untuk perhitungan yang murni matematika — selisih hari, umur, winrate — tidak ada "sumber" yang perlu dikutip. Yang kami lakukan adalah menuliskan rumusnya secara terbuka di halaman dan mengujinya.

2. Aturan yang kami pegang: bukan dari halaman pesaing

Kami tidak mengambil angka dari:

Alasannya sederhana: kalau angka kami berasal dari halaman lain, yang kami terbitkan bukan hasil pemeriksaan, melainkan salinan kesalahan orang lain — termasuk kesalahan yang sudah lama beredar. Berita atau artikel sekunder hanya kami pakai sebagai penunjuk arah untuk menemukan peraturan aslinya, dan tidak pernah dicatat sebagai sumber angka.

Di mana kami pernah melanggar aturan ini, kami sebutkan di bagian 6 — bukan kami hapus.

3. Arti "terakhir diverifikasi"

Tanggal "terakhir diverifikasi" pada sebuah halaman berarti: pada tanggal itu, seseorang membuka sumber primernya dan mencocokkan angkanya satu per satu. Tanggal itu bukan tanggal halaman disunting, dan bukan tanggal situs di-deploy.

Tanggal terbit dan tanggal ubah artikel disimpan dalam satu peta tanggal di dalam kode, bukan dihasilkan saat build. Sebuah tes otomatis menghitung sidik jari isi setiap halaman dan gagal bila isi berubah, sehingga tanggal ubah tidak bisa naik tanpa ada yang benar-benar berubah — dan perubahan isi tidak bisa lolos tanpa seseorang memutuskan soal tanggalnya.

Jenis angkaKadensi pemeriksaan
Iuran & denda BPJS KesehatanSaat ada perubahan peraturan; ditinjau minimal sekali setahun
Ambang seleksi PolriSetiap musim penerimaan baru diumumkan
Tanggal hari raya (hisab)Sebelum tanggal itu tiba, dan setelah sidang isbat
Angka platform (mis. TikTok)Saat observasi baru tersedia — lihat bagian 6
Konvensi budaya (weton, selamatan)Stabil; ditinjau bila ada koreksi dari pembaca

4. Bagaimana angka dijaga di dalam kode

Setiap kelompok angka punya satu berkas sumber tunggal. Halaman kalkulator membacanya dari situ; tidak ada angka yang diketik ulang di dalam HTML. Setiap nilai disimpan bersama sumbernya, tanggal berlakunya, dan tanggal pemeriksaan terakhirnya.

Rangkaian tes otomatis mengunci nilai-nilai itu. Beberapa tes sengaja dibuat untuk menolak kesalahan tertentu yang pernah terjadi — misalnya, tes BPJS kami sekarang menolak batas denda Rp30 juta secara eksplisit, karena angka itu pernah salah kami terbitkan (lihat bagian 5).

5. Koreksi yang pernah kami buat

Kami mencatat koreksi, bukan menghapusnya.

TanggalApa yang salahPerbaikannya
10 Agu 2026 Batas denda pelayanan BPJS kami tulis Rp30 juta dengan rujukan Perpres 64/2020. Batas yang berlaku adalah Rp20 juta — Pasal 42 ayat (6) huruf b Perpres 82/2018 sebagaimana diubah Perpres 59/2024. Angka Rp30 juta masih terbaca di ayat (6a), tetapi itu aturan transisi khusus tahun 2020 dengan tarif 2,5%. Diperbaiki di seluruh halaman, modul, dan tes.
11 Agu 2026 Harga koin TikTok kami ambil dari observasi paket publik yang dikuatkan artikel pihak ketiga — melanggar aturan kami sendiri, dan terbuka tercatat di bagian 6a selama itu berlangsung. Diganti dengan rentang Rp185–Rp245 per koin yang diamati langsung pada layar pembelian TikTok, penerbit harganya sendiri. Kalkulator memakai titik tengahnya, Rp215. Nilai diamond dan rasio diamond-per-koin masih estimasi dan tetap ditandai demikian.
11 Agu 2026 Koreksi atas koreksi. Pada 10 Agustus 2026 kami memindahkan rujukan batas atas upah PPU (Rp12 juta) dari Perpres 64/2020 ke Perpres 59/2024, dan menulis bahwa “Perpres 64/2020 tidak menyentuh pasal tersebut”. Itu keliru, dan kekeliruannya sempat kami kunci di dalam tes. Perpres 64/2020 berbunyi “Ketentuan ayat (1), ayat (2), dan ayat (4) Pasal 32 diubah” lalu menetapkan Rp12.000.000 pada ayat (1). Perpres 59/2024 hanya mengubah ayat (2), (3), dan (4) dan menambah ayat (5) — ayat (1) tidak termasuk. Batas atas itu milik Perpres 64/2020 dan belum pernah diubah. Yang berubah pada 2024 adalah batas bawah-nya (acuan UMK → UMP). Rujukan diperbaiki di halaman, modul, CSV, dan tes.
11 Agu 2026 Urutan ayat Pasal 34 pada berkas data kami terbalik: iuran Kelas 1 dirujuk ke ayat (1), Kelas 3 ke ayat (3). Ayat Pasal 34 menaik menurut harga dimulai dari Kelas III: ayat (1) Kelas III, ayat (2) Kelas II, ayat (3) Kelas I. Nilainya tidak ada yang berubah; hanya nomor ayatnya yang salah. Sekaligus dicatat bahwa Rp42.000 tidak tertulis di peraturannya sebagai satu angka — yang tertulis Rp35.000 + Rp7.000 — dan bahwa total itu berlaku sejak 1 Juli 2020, bukan 2021.
10 Agu 2026 Batas atas upah PPU (Rp12 juta) kami rujuk ke Perpres 64/2020. Saat itu kami menyimpulkan rujukannya salah dan memindahkannya ke Perpres 59/2024. Kesimpulan itu sendiri salah dan dibatalkan pada 11 Agustus 2026 — lihat baris di atas. Rujukan semula ternyata benar.
24 Jul 2026 Iuran Kelas 3 kami rujuk ke Perpres 63/2022. Perpres 63/2022 mengatur rencana induk Ibu Kota Nusantara, bukan jaminan kesehatan. Rujukan diganti ke Perpres 64/2020 dan PMK 51/2024.

6. Keterbatasan yang kami ketahui, sedang ditinjau

Bagian ini memuat hal-hal yang belum memenuhi standar di bagian 1 dan 2. Kami mencantumkannya karena kelemahan yang diungkapkan lebih baik daripada kelemahan yang disembunyikan.

a. Angka TikTok: harga koin diperbaiki, nilai diamond tidak lagi kami terbitkan

Diperbaiki 11 Agustus 2026 — harga koin. Sampai tanggal itu, harga koin di kelompok halaman TikTok berasal dari observasi paket publik yang dikuatkan oleh artikel panduan pihak ketiga, termasuk situs yang bersaing dengan kami untuk kata kunci yang sama. Itu melanggar aturan di bagian 2, dan kami menuliskannya di sini apa adanya selama pelanggaran itu berlangsung.

Sekarang harganya berasal dari layar pembelian koin TikTok sendiri: rentang efektif Rp185–Rp245 per koin, tergantung paket, kanal beli, perangkat, dan promo. TikTok adalah penerbit harganya sendiri, jadi pengamatan pada layar belinya adalah sumber primer — beda kelas dari menyalin angka dari artikel. Yang tidak kami klaim: bahwa itu daftar harga resmi yang dipublikasikan. TikTok tidak menerbitkan daftar harga; yang ada adalah harga yang terlihat saat membeli, dan itulah yang kami catat, bertanggal. Kalkulator memakai titik tengah rentang itu, Rp215, karena berhitung butuh satu angka — rentangnya sendiri yang ditampilkan, dan seluruh angkanya bisa diubah pembaca.

Diperbaiki 19 Agustus 2026 — nilai 1 diamond dicabut, bukan diperbaiki. Sampai tanggal itu kalkulator memasang Rp65 / Rp80 / Rp95 per diamond sebagai nilai awal di panel asumsi. Angka itu tidak pernah diterbitkan TikTok dan tidak punya sumber primer. Memasangnya sebagai default membuatnya terbaca sebagai tarif payout yang berlaku — persis kesan yang tidak boleh kami berikan, meski labelnya "estimasi". Ketiganya kini dihapus. Sisi kreator hanya dihitung bila pembaca mengisi tarif efektifnya sendiri: payout yang benar-benar pernah ia terima dibagi jumlah diamond yang ditukarkan. Bila kolom itu kosong, kalkulator menampilkan biaya penonton dan jumlah diamond saja, lalu mengatakan bahwa sisi kreator belum dihitung — bukan menambalnya dengan angka.

Yang masih belum beres: rasio 0,5 diamond per koin. TikTok tidak menerbitkannya di mana pun yang bisa kami amati, jadi rasio itu tetap berlabel estimasi industri dan tetap bisa diubah pembaca. Karena itu blok jawaban langsung hanya dibuka di satu halaman dan hanya untuk harga koin — rentangnya disebut lebih dulu, dan Rp215 dinyatakan sebagai rata-rata rentang itu, bukan sebagai tarif. Halaman penghasilan LIVE dan halaman harga gift tetap tidak punya blok jawaban, karena yang benar-benar diterima kreator belum bisa kami pertanggungjawabkan.

Penggabungan halaman, 11 Agustus 2026. Kami dulu punya dua halaman yang menjawab pertanyaan yang sama: /koin-tiktok-berapa-rupiah/ dan /kalkulator-tiktok/. Itu memecah satu jawaban jadi dua dan membuat pembaca harus menebak halaman mana yang benar. Keduanya sudah digabung ke /kalkulator-tiktok/, dan alamat lama dialihkan permanen (301) ke sana. Tabel paket koin yang bersumber artikel tidak ikut dipindahkan — tabel itu dihapus, bukan diselamatkan.

Catatan untuk pembaca yang meneliti sendiri: ada mata uang kripto bernama mirip "TikTok"/"TTcoin" yang tidak ada hubungannya dengan koin di aplikasi TikTok. Angka per koin yang berada di kisaran rupiah satuan hampir pasti berasal dari token itu, bukan dari harga koin TikTok.

b. Tabel skor lari Polri tidak dapat ditelusuri sumbernya

Konversi jarak lari 12 menit menjadi skor pada Kalkulator Polri dan Simulator Lari 12 Menit berasal dari tabel latihan yang beredar untuk umum. Kami tidak dapat menyebutkan lembaga penerbitnya maupun menautkan dokumen aslinya — artinya kamu tidak bisa memverifikasinya, dan kami pun tidak bisa.

Yang resmi pada halaman itu hanya Nilai Batas Lulus 41,00 beserta aturan tidak boleh ada item bernilai nol, yang berasal dari pengumuman penerimaan Bintara Polri. Tabel skor peserta wanita bahkan lebih lemah lagi: kami menandainya sebagai perkiraan.

Status: tetap ditayangkan sebagai alat latihan, dengan keterangan di halaman bahwa sumber tabelnya tidak dapat diverifikasi. Akan diganti bila tabel resmi tersedia.

c. Tanggal hari raya memakai pembanding agregator

Perkiraan tanggal Idulfitri dan Iduladha bersumber utama pada Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah, dengan kalender Islam global pihak ketiga sebagai pembanding. Pembanding itu bukan sumber primer. Pengaruhnya terbatas — kami menampilkan tanggal sebagai perkiraan hisab dan menyatakan bahwa tanggal resmi ditetapkan pemerintah lewat sidang isbat.

d. Dua sumber resmi baru tertaut ke beranda, bukan ke dokumennya

Pusat Bantuan TikTok dan laman penerimaan Polri saat ini kami tautkan ke halaman depannya, bukan ke dokumen tertentu. Tautan seperti itu tidak benar-benar bisa dipakai memverifikasi apa pun, dan akan diperdalam.

e. Pertanyaan terbuka: penetapan iuran setelah 1 Juli 2025

Pasal 103B ayat (8) Perpres 59/2024 mengamanatkan penetapan manfaat, tarif, dan iuran paling lambat 1 Juli 2025. Pada pemeriksaan 10 Agustus 2026 kami tidak menemukan Perpres perubahan keempat atas Perpres 82/2018 dalam basis data hukum resmi, sehingga besaran iuran yang kami tampilkan tetap mengacu Perpres 64/2020. Kami mencatat ini sebagai pertanyaan terbuka, bukan sebagai kepastian bahwa tidak ada yang berubah.

f. Halaman data yang sengaja terbit tanpa angka

Satu halaman data masih terbit dengan hampir seluruh slot angkanya kosong dan ditandai "Data belum terverifikasi":

Keduanya tetap memuat rumus, metode perhitungan, dan daftar sumber yang akan dipakai — supaya metodenya ditetapkan lebih dulu, bukan dipilih belakangan mengikuti hasilnya.

g. Data yang terbit sebagian

7. Catatan tentang akses ke sumber resmi

Ketika dokumen resminya berupa gambar. Lampiran PP 58/2023 — yang memuat seluruh tabel tarif efektif PPh 21 — diterbitkan sebagai hasil pindai tanpa lapisan teks, sehingga tabelnya tidak bisa disalin atau dicari; lapisan teks pada batang tubuhnya pun hasil OCR dengan galat yang terlihat jelas. Tabel yang sama tersedia rapi di banyak situs konsultan pajak.

Kami tidak mengambilnya dari sana. Halaman lampirannya dirender menjadi gambar lalu dibaca satu per satu, dan hasil salinannya diuji terhadap contoh penghitungan resmi di dokumen yang berbeda (PMK 168/2023) — empat contoh, semuanya cocok persis. Ini menambah satu prinsip pada cara kerja kami: dokumen yang sulit dibaca tetap dokumen resmi; ringkasan yang mudah dibaca tetap bukan sumber.

Cara ini juga yang menemukan satu keganjilan nyata pada peraturannya, yang kami terbitkan apa adanya di halaman tarif TER: pada penghasilan bruto Rp8.850.001–Rp9.200.000 sebulan, wajib pajak berstatus K/3 dipotong pada tarif lebih tinggi daripada K/1 dan K/2, meski tanggungannya lebih banyak.

Basis data peraturan peraturan.bpk.go.id memakai perlindungan anti-bot, sehingga isinya tidak dapat diambil secara otomatis untuk pemeriksaan berkala. Untuk verifikasi 10 Agustus 2026 kami memakai salinan resmi (SALINAN) yang diterbitkan JDIH Dewan Jaminan Sosial Nasional, lembaga negara yang mengawasi sistem jaminan sosial. Tautan pada halaman tetap mengarah ke BPK sebagai rujukan kanonik.

Satu peringatan teknis yang kami catat agar orang lain tidak terjebak: alamat unduhan di BPK memakai penomoran yang berbeda dari alamat halamannya, sehingga menyusun alamat unduhan secara manual dapat menghasilkan dokumen yang sama sekali berbeda. Kami mengalaminya, dan berkas yang salah itu dibuang tanpa dibaca.

Ketika koleksi resminya sendiri berlubang. Menelusuri rantai peraturan gaji PNS pada 27 Agustus 2026 memperlihatkan hal yang jarang disebut: dua JDIH resmi sama-sama tidak memuat peraturan yang sedang berlaku. Koleksi Peraturan Pemerintah di jdih.bkn.go.id — instansi pembina kepegawaian itu sendiri — melompat dari 2014 langsung ke 2026, sehingga seluruh perubahan gaji satu dasawarsa terakhir tidak ada di sana. Koleksi jdih.kemenkeu.go.id rapat untuk tahun 2024, memuat PP 1, 8, 14, 15, 16, 25, 47 dan 49, tetapi tidak memuat PP 5/2024 — justru peraturan yang menetapkan gaji pokok yang berlaku hari ini. Kami mencatatnya karena kesimpulan yang menggoda dari keadaan seperti ini adalah bahwa peraturannya tidak ada; yang benar adalah koleksinya yang tidak lengkap, dan itu dua hal yang sangat berbeda.

Ketika server lembaga penerbitnya sedang tidak melayani. Sepanjang 27 Agustus 2026, server Pemerintah Provinsi Banten berulang kali gagal melayani permintaan berkas: mula-mula seluruh sambungan ke bantenprov.go.id ditolak, lalu servernya membalas HTTP 504 selama berjam-jam. Empat Keputusan Gubernur Banten terdampak, dan kami memperlakukannya berbeda menurut apa yang benar-benar dapat kami peroleh.

Apa yang tetap tidak kami terbitkan. Lampiran I Kepgub 704 memuat 17 golongan sektor di enam kabupaten/kota, dan seluruh besarannya terbaca. Yang belum dapat kami tegakkan adalah pemetaan KBLI ke golongan sektornya: keenam lampiran daerah memakai tata letak yang berbeda-beda, dan satu di antaranya tidak memuat kode KBLI sama sekali. Nilai tanpa pemetaan yang tegak tidak kami terbitkan sebagai baris data. Dua golongan sektor di sana memang tidak diberi angka oleh SK-nya, melainkan berbunyi “Kesepakatan Bipartit”; itu bunyi dokumennya, dan kami tidak menggantinya dengan angka.

Sebelum berkas resminya terunduh, satu-satunya salinan 704 yang dapat kami jangkau menyatakan sendiri bahwa ia “ditulis / diketik ulang dari salinan resmi”. Kami tidak memakainya sebagai sumber nilai, dan keputusan itu terbukti benar: angka yang akhirnya kami baca datang dari berkas dinasnya sendiri.

8. Siapa yang bertanggung jawab

calcuid disusun dan diperiksa oleh satu orang, bukan tim redaksi. Semua keputusan tentang sumber, angka, dan koreksi adalah tanggung jawabnya. Kredensialnya — dan batas kompetensinya — ada di bio ringkas; profil situsnya di halaman Tentang.

calcuid diterbitkan oleh Wealth Building Academy LLC, perusahaan terdaftar di Illinois, Amerika Serikat (Naperville, IL 60563).

Wartawan dan peneliti: lisensi pemakaian ulang, format sitasi, akses ke seluruh berkas CSV, dan kebijakan koreksi ada di halaman untuk jurnalis.

calcuid bukan situs resmi dan tidak berafiliasi dengan BPJS Kesehatan, Polri, TikTok, Moonton, atau lembaga mana pun yang disebut di situs ini.

9. Cara melaporkan kesalahan kepada kami

Kalau kamu menemukan angka yang keliru, kami ingin tahu — terutama kalau kamu punya dokumen resminya.

Koreksi yang mengubah angka akan dicatat di bagian 5 halaman ini, beserta tanggalnya.