Masukkan tanggal wafat, dan kalkulator ini memberi tanggal setiap peringatan sekaligus — geblag, nelung dina, mitung dina, matang puluh, nyatus, mendhak, hingga nyewu — lengkap dengan hari dan pasaran Jawa-nya. Hitungannya memakai konvensi hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, sehingga "40 hari" berarti tanggal wafat ditambah 39 hari.
Masukkan tanggal wafat untuk mengetahui tanggal setiap peringatan — geblag, nelung dina, mitung dina, matang puluh, nyatus, mendhak, hingga nyewu (1000 hari) — lengkap dengan hari dan pasaran Jawa.
Cara menggunakan
Pilih tanggal wafat almarhum/almarhumah.
Tekan tombol Hitung Tanggal Selamatan.
Lihat tabel tanggal tiap peringatan lengkap dengan hari dan pasaran Jawa.
Rumus dan cara menghitung
Konvensi: hari wafat dihitung sebagai hari ke-1. Maka peringatan “hari ke-N” jatuh pada tanggal wafat + (N − 1) hari.
Peringatan
Hitungan
Ditambah
Geblag (surtanah)
Hari wafat (hari ke-1)
+0 hari
Nelung dina
3 hari
+2 hari
Mitung dina
7 hari
+6 hari
Matang puluh
40 hari
+39 hari
Nyatus
100 hari
+99 hari
Mendhak pisan
1 tahun Jawa (354–355 hari)
+353 atau +354 hari
Mendhak pindho
2 tahun Jawa
+707 atau +708 hari
Nyewu
1000 hari
+999 hari
Contoh: wafat 17 Agustus 2024 (Sabtu Legi).
Mitung dina (7 hari) = +6 = 23 Agustus 2024 (Jumat Pahing)
Matang puluh (40 hari) = +39 = 25 September 2024 (Rabu Kliwon)
Untuk mendhak, kalkulator menampilkan dua tanggal kandidat: +353 atau +354 hari untuk mendhak pisan, dan +707 atau +708 hari untuk mendhak pindho. Panjang tahun Jawa sendiri 354 atau 355 hari; angka offset-nya satu lebih kecil karena hari wafat sudah dihitung sebagai hari ke-1 — konvensi yang sama dipakai di seluruh halaman ini. Tanggal mendhak juga dapat berbeda menurut kebiasaan keluarga atau daerah — konfirmasi dengan sesepuh atau tokoh setempat.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apakah hari wafat dihitung sebagai hari ke-1?
Ya. Dalam tradisi Jawa, hari wafat dihitung sebagai hari pertama. Karena itu peringatan hari ke-7 jatuh pada tanggal wafat ditambah 6 hari, hari ke-40 ditambah 39 hari, dan seterusnya.
Bagaimana cara menghitung 7, 40, 100, dan 1000 hari dengan benar?
Karena hari wafat adalah hari ke-1, rumusnya adalah tanggal wafat + (N − 1) hari. Jadi 7 hari = +6, 40 hari = +39, 100 hari = +99, dan 1000 hari = +999. Kalkulator ini menghitungnya otomatis lengkap dengan hari dan pasaran.
Apa itu pasaran dalam kalender Jawa?
Pasaran adalah siklus lima hari dalam penanggalan Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Pasaran penting dalam menentukan tanggal selamatan karena tradisi mempertimbangkan gabungan hari dan pasaran.
Bagaimana mendhak pisan dan mendhak pindho dihitung?
Mendhak pisan (1 tahun) dan mendhak pindho (2 tahun) memakai tahun Jawa yang berbasis bulan — panjangnya 354 atau 355 hari — bukan tahun Masehi. Karena itu kalkulator menampilkan dua tanggal kandidat: mendhak pisan +353 atau +354 hari, mendhak pindho +707 atau +708 hari. Angka offset-nya satu lebih kecil daripada panjang tahunnya karena hari wafat sudah dihitung sebagai hari ke-1. Tanggal pastinya sebaiknya dikonfirmasi dengan sesepuh atau tokoh setempat.
Mengapa tanggal selamatan penting dalam tradisi Jawa?
Selamatan adalah bentuk doa dan penghormatan kepada yang telah wafat sekaligus mempererat keluarga. Menentukan tanggalnya dengan tepat membantu keluarga mempersiapkan acara tahlil dan doa bersama pada waktu yang sesuai tradisi.
Kalkulator ini alat bantu untuk memperkirakan tanggal. Tradisi tiap daerah dan keluarga dapat berbeda — mohon selalu sesuaikan dengan kebiasaan setempat dan petunjuk sesepuh atau tokoh agama. Turut berbelasungkawa atas berpulangnya orang terkasih.