Cara menggunakan
- Pilih jalur seleksi (aturan penilaian berbeda antar jalur) dan jenis kelamin.
- Masukkan hasil tiap tes: jarak lari, jumlah pull up/chinning, sit up, push up, dan waktu shuttle run.
- Isi status renang (dicatat, belum dinilai).
- Tekan tombol untuk melihat estimasi nilai tiap item dan Nilai Samapta A & B.
Rumus dan cara menghitung
Skor tiap item diambil dari tabel ambang (bukan interpolasi): pakai skor dari ambang tertinggi yang dicapai.
Untuk shuttle run, makin cepat makin tinggi; waktu dibulatkan ke 1 desimal dulu.
Samapta A = nilai lari 12 menit
Samapta B = (pull up/chinning + sit up + push up + shuttle run) ÷ 4
Estimasi Nilai Samapta A & B = (Samapta A + Samapta B) ÷ 2
NBL 2026 = 41,00 (untuk PTU/SPKT, Rekpro, Intelijen, Polair: minimal 41 dan tanpa item bernilai 0)
Untuk shuttle run, makin cepat makin tinggi; waktu dibulatkan ke 1 desimal dulu.
Samapta A = nilai lari 12 menit
Samapta B = (pull up/chinning + sit up + push up + shuttle run) ÷ 4
Estimasi Nilai Samapta A & B = (Samapta A + Samapta B) ÷ 2
NBL 2026 = 41,00 (untuk PTU/SPKT, Rekpro, Intelijen, Polair: minimal 41 dan tanpa item bernilai 0)
Contoh (Bintara PTU/SPKT, pria): lari 2.597 m, pull up 12, sit up 30, push up 25, shuttle run 18,5 detik.
- Nilai: lari 60, pull up 70, sit up 60, push up 50, shuttle 60
- Samapta A = 60; Samapta B = (70+60+50+60)/4 = 60
- Estimasi Nilai Samapta A & B = (60+60)/2 = 60 → di atas NBL 41,00, tidak ada item 0.
Contoh item bernilai 0: lari 1.300 m, pull up 25, sit up 30, push up 25, shuttle 15,0 detik.
- Nilai: lari 0, pull up 100, sit up 60, push up 50, shuttle 100
- Samapta A = 0; Samapta B = 77,5; Estimasi = 38,8
- Karena lari bernilai 0 → “Tidak memenuhi syarat estimasi — terdapat item bernilai 0.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa NBL (nilai batas lulus) jasmani Bintara Polri 2026?
NBL resmi 2026 adalah 41,00. Untuk jalur Bintara PTU/SPKT, Rekpro, Intelijen, dan Polair, estimasi Nilai Samapta A & B harus minimal 41 dan tidak boleh ada item tes yang bernilai 0. Bakomsus dan jalur lain diperlakukan berbeda pada pengumuman 2026.
Apakah kalkulator ini menyatakan Lulus atau Tidak Lulus?
Tidak. Ini simulasi latihan, bukan sistem penilaian resmi Polri. Yang ditampilkan hanya posisi estimasi Nilai Samapta A & B terhadap acuan NBL 41,00, atau peringatan bila ada item bernilai 0 — bukan kesimpulan lulus atau tidak lulus. Nilai ini tidak menentukan kelulusan seleksi Polri; keputusan resmi sepenuhnya ada di panitia.
Tabel skor yang dipakai dari mana?
Kalkulator memakai tabel latihan yang tersedia untuk umum, terutama tabel skor peserta pria yang lebih rinci. Skornya presisi mengikuti tabel tersebut, yang sumbernya tidak dapat kami telusuri ke penerbit resmi. Tabel skor peserta wanita masih berupa perkiraan.
Kenapa renang belum dinilai?
Renang termasuk tes resmi 2026, tetapi tabel konversi skor renang belum tersedia untuk umum. Karena itu renang hanya dicatat (waktu/status) dan tidak dimasukkan ke estimasi Nilai Samapta A & B agar tidak menyesatkan.
Bagaimana skor tiap item dihitung?
Skor diambil dari tabel ambang, bukan interpolasi linear: dipakai skor dari ambang tertinggi yang dicapai peserta. Untuk shuttle run, makin cepat waktunya makin tinggi skornya, dan waktu dibulatkan ke satu angka desimal sebelum dicocokkan ke tabel.
Apa beda jalur PTU/SPKT, Rekpro, Bakomsus, dan lainnya?
Aturan penilaian berbeda antar jalur. PTU/SPKT, Rekpro, Intelijen, dan Polair memakai NBL 41,00 tanpa item bernilai 0. Bakomsus tidak menerapkan NBL dan aturan item 0 dengan cara yang sama, sehingga hasil lulus/tidak standar tidak ditampilkan.