Pajak THR: kenapa potongan PPh 21 bulan THR besar dan berapa pajak THR yang sebenarnya

THR tidak punya tarif sendiri: ia ditambahkan ke bruto bulan dibayar lalu dipotong TER, dan pajak sebenarnya ditentukan di Desember dengan tarif Pasal 17 (PMK 168/2023 Pasal 5 dan 15). Contoh DJP: gaji Rp17,5 juta TK/0 + THR Rp10 juta → TER 8% naik ke 11%, potongan bulan itu +Rp1.625.000, tetapi pajak THR setahun hanya Rp1.500.000.

Hitung besarnya di kalkulator THR.
Dengan BPJS, iuran JP tiap bulan memakai batas upah JP bulan itu.

Halaman ini menjawab berapa pajak yang benar-benar dikenakan atas THR, dan kenapa potongan PPh 21 di bulan THR terlihat jauh lebih besar dari pajak itu. Isian bawaan kalkulator adalah contoh yang dipakai Direktorat Jenderal Pajak: gaji Rp17,5 juta dengan THR Rp10 juta. Potongan bulan THR naik Rp1.625.000, padahal pajak setahun hanya bertambah Rp1.500.000, dan selisihnya kembali lewat PPh 21 Desember.

Sifat THRPenghasilan tidak teraturmasuk bruto bulan dibayar, PMK 168/2023 Pasal 5 ayat (3)
Contoh DJP, Maret8% → 11%TER kategori A untuk Rp17,5 jt dan Rp27,5 jt
Pajak THR setahunRp1,5 jutaselisih PPh setahun dengan dan tanpa THR
KoreksiDesemberMasa Pajak Terakhir, tarif Pasal 17

Poin utama

  • THR tidak punya tarif pajak sendiri; ia ditambahkan ke bruto bulan dibayar lalu dipotong TER.
  • Potongan bulan THR sering lebih besar dari pajak THR yang sebenarnya, karena seluruh bruto bulan itu naik ke lapisan TER yang lebih tinggi.
  • Desember menghitung pajak setahun dan mengurangi potongan akhir tahun sebesar kelebihan itu.
  • Dengan gaji yang sama sepanjang tahun, bulan pembayaran THR tidak mengubah pajak setahun.
  • Bila THR dibayar di bulan terakhir bekerja atau di Desember, TER tidak dipakai; THR langsung masuk hitungan Pasal 17.
Data per 14 September 2026

Bagaimana THR dipajaki

PMK 168/2023 Pasal 5 ayat (3) huruf b menyebut bonus dan tunjangan hari raya sebagai penghasilan pegawai tetap yang sifatnya tidak teratur. Tidak ada tarif khusus untuk THR. Pada bulan THR dibayar, jumlahnya ditambahkan ke gaji dan tunjangan bulan itu, lalu seluruh bruto dikalikan tarif efektif rata-rata sesuai kategori status PTKP (Pasal 15 ayat (1) huruf a). Karena tabel TER bertingkat menurut bruto, bruto yang melonjak tidak hanya membuat THR dipotong: gaji bulan itu pun ikut dipotong dengan tarif yang lebih tinggi.

Pada Masa Pajak Terakhir — Desember, atau bulan pegawai berhenti bekerja — pajak dihitung ulang untuk seluruh penghasilan setahun dengan tarif Pasal 17, lalu dikurangi potongan sebelas bulan sebelumnya (Pasal 15 ayat (1) huruf b dan ayat (2)). Di situ THR hanya dikenai pajak sesuai lapisan penghasilan kena pajak tahunan. Bila potongan bulan THR kebesaran, Desember menjadi lebih kecil, atau bahkan negatif dan dikembalikan pemberi kerja (Pasal 21 ayat (1)).

Kalkulator di atas memperlihatkan kedua sisi itu sekaligus. Isi gaji dan tunjangan sebulan, THR, status PTKP, dan bulan pembayaran. Centang pilihan BPJS bila ingin bruto memuat iuran JKK, JKM, dan BPJS Kesehatan bagian perusahaan, serta pengurang JHT dan JP di hitungan tahunan; biarkan kosong untuk mencocokkan contoh DJP.

Contoh DJP bulan per bulan

Dalam artikel 9 Maret 2026, Direktorat Jenderal Pajak memberi contoh pegawai dengan gaji dan tunjangan Rp17.500.000 yang dipotong TER kategori A 8%. Pada bulan Maret ia menerima THR Rp10.000.000, bruto menjadi Rp27.500.000, dan tarifnya menjadi 11%. Mulai April tarif kembali ke 8%, dan total pajak setahun tetap sama setelah dihitung ulang di akhir tahun. Tabel di bawah menghitung contoh itu sampai Desember dengan tabel TER dan tarif Pasal 17 yang sama.

Contoh DJP (artikel 9 Maret 2026) dihitung ulang bulan per bulan: TK/0, bruto Rp17.500.000 sebulan, THR Rp10.000.000 di bulan Maret, tanpa iuran pensiun. Desember adalah PPh setahun dikurangi potongan Januari–November.
MasaTarif tanpa THRPPh tanpa THRTarif dengan THRPPh dengan THR
Januari8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Februari8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Maret8%Rp1.400.00011%Rp3.025.000
April8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Mei8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Juni8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Juli8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Agustus8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
September8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
Oktober8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
November8%Rp1.400.0008%Rp1.400.000
DesemberPasal 17Rp1.100.000Pasal 17Rp975.000
SetahunRp16.500.000Rp18.000.000
PPh 21 per bulan dengan dan tanpa THR di bulan MaretTanpa THRDengan THR MaretRp0Rp1 jtRp2 jtRp3 jtRp4 jtJanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Contoh DJP: TK/0, bruto Rp17.500.000, THR Rp10.000.000. Jumlah batang setahun: tanpa THR Rp16.500.000, dengan THR Rp18.000.000. Selisih Rp1.500.000 adalah pajak atas THR.

Pajak THR yang sebenarnya

Pajak atas THR paling jujur diukur sebagai selisih pajak setahun dengan dan tanpa THR. Pada contoh DJP, penghasilan setahun tanpa THR Rp210.000.000, dikurangi biaya jabatan Rp6.000.000 dan PTKP TK/0 Rp54.000.000, menghasilkan penghasilan kena pajak Rp150.000.000 dan pajak Rp16.500.000. Dengan THR, penghasilan kena pajak menjadi Rp160.000.000 dan pajaknya Rp18.000.000. Pajak THR yang sebenarnya Rp1.500.000, atau 15% dari THR, sesuai lapisan tarif Pasal 17 tempat THR itu jatuh.

Potongan bulan Maret justru naik Rp1.625.000. Kelebihan Rp125.000 itu tidak hilang: PPh 21 Desember turun dari Rp1.100.000 menjadi Rp975.000. Biaya jabatan tidak ikut membesar karena sudah mencapai batas Rp6.000.000 setahun sebelum THR ditambahkan; pada gaji yang lebih kecil, THR ikut menaikkan biaya jabatan dan pajak THR menjadi sedikit lebih rendah dari lapisan tarifnya. Penjelasan batas itu ada di halaman biaya jabatan PPh 21.

Perjalanan pajak atas THR dari bulan dibayar sampai Desember+1. THR masuk bruto bulan dibayarRp17.500.000 + Rp10.000.000penghasilan tidak teratur pegawai tetap — PMK168/2023 Pasal 5 ayat (3) huruf bcari lapisan2. Tarif TER naik8% → 11%bruto baru dicocokkan ke lapisan kategori Apotong3. Potongan bulan THR− Rp3.025.000tambahan Rp1.625.000 dibanding bulan biasabulan berikutnya4. Bulan-bulan berikutnya kembali normalRp1.400.000TER atas gaji tanpa THRMasa Pajak Terakhir=5. Desember: PPh setahun Pasal 17Rp18.000.000pajak THR yang sebenarnya Rp1.500.000selisihkan6. Potongan DesemberRp975.000lebih kecil dari Desember tanpa THR(Rp1.100.000); kelebihan Maret sudahterkoreksi
Contoh DJP 9 Maret 2026 dihitung dengan tabel TER PP 58/2023 dan tarif Pasal 17. Bila bulan THR sekaligus bulan terakhir bekerja, langkah 2–3 dilewati: THR langsung masuk hitungan Pasal 17 bulan itu.

THR dibayar di bulan yang berbeda

THR Idulfitri bergeser lebih awal setiap tahun Masehi, dan THR Natal, Nyepi, Waisak, atau Imlek jatuh di bulan lain lagi. Tabel berikut membayar THR yang sama di setiap bulan untuk contoh DJP. Selama gaji sama sepanjang tahun, potongan tambahan di bulan Januari sampai November selalu Rp1.625.000 dan Desember selalu Rp975.000. Bila THR dibayar di Desember, tidak ada TER yang dipakai: tambahan potongannya langsung Rp1.500.000, persis pajak THR setahun.

THR Rp10.000.000 yang sama dibayar di setiap bulan, untuk bruto Rp17.500.000 TK/0. Pajak setahun tidak berubah; yang berubah hanya kapan pajak itu dipotong.
Bulan pembayaranTambahan potongan di bulan ituPPh 21 DesemberPPh 21 setahun
THR dibayar JanuariRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar FebruariRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar MaretRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar AprilRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar MeiRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar JuniRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar JuliRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar AgustusRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar SeptemberRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar OktoberRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar NovemberRp1.625.000Rp975.000Rp18.000.000
THR dibayar DesemberRp1.500.000Rp2.600.000Rp18.000.000

Kolom pajak setahun sama di semua baris. Yang berbeda hanya waktunya: karyawan yang menerima THR di awal tahun menanggung potongan lebih besar lebih awal dan menerima koreksinya di Desember. Dalam kehidupan nyata gaji jarang sama dua belas bulan, sehingga angkanya bisa bergeser sedikit, tetapi prinsip bahwa pajak ditentukan penghasilan setahun tetap sama.

Pajak THR menurut status dan tingkat gaji

Besar kelebihan potongan bulan THR bergantung pada seberapa jauh bruto melompat di tabel TER dan lapisan Pasal 17 tempat THR jatuh. Tabel ini membayar THR sebesar satu bulan bruto di bulan Maret untuk beberapa status dan tingkat gaji.

THR satu bulan bruto dibayar Maret: tambahan potongan di bulan THR dibanding tambahan pajak setahun yang sebenarnya. Kolom terakhir adalah bagian potongan Maret yang dikembalikan lewat Desember.
StatusBruto = THRTER MaretTambahan potongan MaretPajak THR setahunKembali di Desember
TK/0 (kategori A)Rp8.000.0001,5% → 7%Rp1.000.000Rp380.000Rp620.000
K/1 (kategori B)Rp8.000.0001% → 6%Rp880.000Rp380.000Rp500.000
K/3 (kategori C)Rp8.000.0001% → 6%Rp880.000Rp380.000Rp500.000
TK/0 (kategori A)Rp20.000.0009% → 16%Rp4.600.000Rp3.000.000Rp1.600.000
K/2 (kategori B)Rp20.000.0008% → 15%Rp4.400.000Rp3.000.000Rp1.400.000
TK/0 (kategori A)Rp50.000.00018% → 24%Rp15.000.000Rp15.000.000Rp0

Pada gaji Rp8 juta, potongan Maret TK/0 naik Rp1.000.000, padahal pajak THR setahun hanya Rp380.000. Lebih dari separuh potongan bulan itu kembali di Desember. Pada gaji Rp50 juta, kelebihan itu nol: tambahan potongan bulan THR kebetulan sama dengan pajak THR setahun di lapisan 30%. Kategori TER lengkap ada di tabel tarif TER PPh 21.

Contoh hitung pajak THR langkah demi langkah

Contoh 1 — contoh DJP, THR dibayar Maret. TK/0, gaji dan tunjangan Rp17.500.000, THR Rp10.000.000.

  1. Bulan biasa: Rp17.500.000 di kategori A, lapisan di atas Rp16.950.000 sampai Rp19.750.000, tarif 8%. PPh 21 Rp1.400.000.
  2. Maret: bruto Rp27.500.000, lapisan di atas Rp26.450.000 sampai Rp28.000.000, tarif 11%. PPh 21 Rp3.025.000, naik Rp1.625.000.
  3. Januari–November: 10 × Rp1.400.000 + Rp3.025.000 = Rp17.025.000.
  4. Setahun: Rp220.000.000 − biaya jabatan Rp6.000.000 − PTKP Rp54.000.000 = PKP Rp160.000.000; pajak 5% × Rp60.000.000 + 15% × Rp100.000.000 = Rp18.000.000.
  5. Desember: Rp18.000.000 − Rp17.025.000 = Rp975.000. Tanpa THR, Desember Rp1.100.000.

Contoh 2 — THR yang sama dibayar Desember. Gaji dan status sama, THR Rp10.000.000 dibayar bersama gaji Desember.

  1. Januari–November tidak ada THR: 11 × Rp1.400.000 = Rp15.400.000.
  2. Desember adalah Masa Pajak Terakhir, jadi TER tidak dipakai. Pajak setahun tetap Rp18.000.000.
  3. PPh 21 Desember: Rp18.000.000 − Rp15.400.000 = Rp2.600.000, atau Rp1.500.000 lebih besar dari Desember tanpa THR — persis pajak THR setahun.

Contoh 3 — gaji Rp8 juta, status K/1. THR satu bulan Rp8.000.000 dibayar Maret, tanpa iuran pensiun.

  1. Bulan biasa: kategori B, Rp8.000.000 di lapisan di atas Rp7.300.000 sampai Rp9.200.000, tarif 1%. PPh 21 Rp80.000.
  2. Maret: bruto Rp16.000.000, lapisan di atas Rp14.950.000 sampai Rp16.400.000, tarif 6%. PPh 21 Rp960.000, naik Rp880.000.
  3. Setahun dengan THR: bruto Rp104.000.000 − biaya jabatan Rp5.200.000 − PTKP Rp58.500.000 = PKP Rp40.300.000, pajak Rp2.015.000. Tanpa THR: Rp96.000.000 − Rp4.800.000 − Rp58.500.000 = Rp32.700.000, pajak Rp1.635.000.
  4. Pajak THR yang sebenarnya Rp380.000; Rp500.000 dari potongan Maret kembali lewat Desember.

THR di bulan terakhir bekerja

PMK 168/2023 Pasal 1 angka 18 menyebut Masa Pajak Terakhir sebagai Desember atau bulan tertentu ketika pegawai tetap berhenti bekerja. Bila THR dibayar pada bulan terakhir itu, misalnya karena PHK menjelang hari raya, THR tidak dipotong dengan TER. Seluruh penghasilan selama bekerja di tahun itu dihitung dengan tarif Pasal 17, dikurangi biaya jabatan yang batasnya dikali jumlah bulan bekerja, iuran pensiun, dan PTKP penuh, lalu dikurangi potongan bulan-bulan sebelumnya.

Lampiran PMK 168/2023 memuat contoh pegawai TK/0 dengan gaji Rp17.500.000 yang berhenti pada Agustus: potongan Januari sampai Juli Rp9.800.000, pajak delapan bulan Rp6.180.000, sehingga pemberi kerja mengembalikan Rp3.620.000 bersama bukti potong paling lambat akhir September. Hitungan bagian tahun dan formulir bukti potongnya dijelaskan di halaman bukti potong PPh 21. Hak THR saat PHK menjelang hari raya sendiri dihitung di kalkulator THR.

Tanpa NPWP: tarif 20% lebih tinggi?

UU PPh Pasal 21 ayat (5a) masih menyatakan bahwa tarif bagi penerima penghasilan yang tidak memiliki NPWP 20% lebih tinggi. Namun sejak Masa Pajak Januari 2024, NIK penduduk berfungsi sebagai NPWP. Pengumuman DJP PENG-6/PJ.09/2024 angka 7 menyatakan tarif lebih tinggi itu tidak dikenakan bila identitas penerima di bukti potong adalah NIK yang telah diadministrasikan Dukcapil dan terintegrasi dengan sistem DJP.

Jadi aturan 20% belum dihapus dari undang-undang, tetapi pegawai yang NIK-nya valid dan terintegrasi tidak dipotong lebih tinggi. Kalkulator ini tidak menambahkan tarif 20%. Apakah UU 7/2021 atau UU 6/2023 kemudian mengubah ayat itu belum kami periksa, dan halaman ini tidak menyimpulkannya. Cara memeriksa status NIK sebagai NPWP ada di halaman NIK sebagai NPWP.

Salah paham tentang pajak THR

  1. "THR kena pajak kalau di atas PTKP Rp4,5 juta sebulan." PTKP adalah angka setahun dan hanya dipakai di Masa Pajak Terakhir; bulan THR memakai TER atas bruto.
  2. "Potongan bulan THR adalah pajak THR." Pada contoh DJP potongannya naik Rp1.625.000, sedangkan pajak THR setahun Rp1.500.000.
  3. "Lebih hemat pajak kalau THR dibayar Desember." Pajak setahunnya sama; yang berubah hanya waktu potongnya.
  4. "THR dipajaki seperti pesangon." Pesangon punya aturan pemotongan tersendiri; THR pegawai tetap mengikuti TER dan Pasal 17. Pesangon dibahas di halaman pesangon.
  5. "PNS dan swasta sama." Pajak THR ASN tahun 2026 ditanggung pemerintah menurut PP 9/2026; rinciannya di halaman THR PNS.

Yang tidak dihitung kalkulator ini

Kalkulator menganggap gaji sama dua belas bulan dan satu pemberi kerja sepanjang tahun. Pegawai tidak tetap dan pekerja harian yang menerima THR dipotong dengan aturan lain dalam PMK 168/2023 yang belum kami kerjakan. Bonus lain dalam tahun yang sama bisa diisi sebagai tambahan THR bila dibayar di bulan yang sama; untuk pola yang lebih rumit, gunakan kalkulator gaji bersih. Zakat lewat pemberi kerja dan natura tidak diisi di sini. Bila perusahaan menanggung pajak THR lewat tunjangan, gunakan mode gross-up di kalkulator gaji bersih.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Berapa persen pajak THR karyawan swasta?
Tidak ada persentase khusus. Di bulan dibayar, THR ditambahkan ke gaji dan dipotong tarif TER sesuai bruto baru, misalnya 8% naik ke 11% pada contoh DJP. Pajak yang sebenarnya ditentukan di Desember dengan tarif Pasal 17 atas penghasilan setahun, sehingga THR dikenai tarif lapisan tempat ia jatuh, seperti 15% pada contoh itu.
Kenapa potongan pajak bulan THR lebih besar dari bulan lain?
Karena tabel TER bertingkat menurut bruto sebulan. THR membuat bruto bulan itu melompat ke lapisan yang lebih tinggi, dan tarif baru itu dikenakan pada seluruh bruto, termasuk gaji biasa. Pada contoh gaji Rp8 juta berstatus TK/0, tarif Maret naik dari 1,5% ke 7%, sehingga potongan bertambah Rp1.000.000 walaupun pajak THR setahun hanya Rp380.000.
Apakah kelebihan potongan pajak THR dikembalikan?
Ya, lewat hitungan Desember. Pajak setahun dihitung dengan tarif Pasal 17, lalu dikurangi potongan Januari sampai November. Kelebihan potongan bulan THR membuat PPh 21 Desember lebih kecil. Bila seluruh potongan sebelumnya melebihi pajak setahun, pemberi kerja wajib mengembalikan selisihnya bersama bukti potong paling lambat akhir bulan berikutnya, menurut PMK 168/2023 Pasal 21.
Apakah THR di bawah Rp4,5 juta bebas pajak?
Tidak ada batas bebas pajak khusus THR. Angka Rp4,5 juta sebulan berasal dari PTKP Rp54 juta setahun untuk TK/0, yang hanya dipakai di hitungan tahunan. Di bulan THR, yang menentukan adalah apakah gaji ditambah THR masih di lapisan TER 0%. Di Desember, THR ikut dihitung bersama seluruh penghasilan setahun dikurangi PTKP.
Lebih untung THR dibayar awal tahun atau Desember?
Pajak setahunnya sama bila gaji tetap sepanjang tahun. Pada contoh DJP, THR Rp10 juta menambah pajak setahun Rp1.500.000 di bulan apa pun ia dibayar. Bedanya hanya waktu: dibayar Maret, potongan Maret naik Rp1.625.000 lalu Desember turun; dibayar Desember, tambahan Rp1.500.000 langsung dipotong di bulan itu tanpa koreksi.
Bagaimana pajak THR kalau saya berhenti bekerja di bulan THR dibayar?
Bulan berhenti bekerja adalah Masa Pajak Terakhir menurut PMK 168/2023 Pasal 1 angka 18. THR yang dibayar bulan itu tidak dipotong dengan TER, melainkan ikut hitungan Pasal 17 atas penghasilan selama bekerja tahun itu, lalu dikurangi potongan sebelumnya. Hasilnya bisa berupa kekurangan yang dipotong atau kelebihan yang dikembalikan bersama bukti potong.
Apakah perhitungan kalkulator pajak THR ini sama dengan milik perusahaan?
Untuk bulan THR, hasilnya sama bila bruto, status PTKP, dan bulan pembayaran yang kamu isi sama dengan data payroll. Hitungan Desember menganggap gaji sama sepanjang tahun, tanpa bonus lain, zakat, atau perubahan gaji, sehingga bisa bergeser. Bukti potong BPA1 dari pemberi kerja tetap menjadi angka akhir untuk SPT Tahunan.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Angka, rumus, tarif, dan rujukan peraturan di halaman ini diperiksa terhadap PP 58/2023, PMK 168/2023 beserta contoh lampirannya, dan penjelasan DJP.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait