Pekerja penerima upah dipotong 3% dari upah untuk BPJS Ketenagakerjaan — 2% JHT + 1% JP. Pemberi kerja menanggung 6,24%–7,74% di atas upah (JHT 3,7%, JP 2%, JKK 0,24–1,74%, JKM 0,3%). Hanya JP yang dibatasi plafon upah: Rp11.086.300 per bulan sejak Maret 2026.
| Program | Pekerja | Pemberi kerja | Dasar hukum |
|---|---|---|---|
| JHT — Jaminan Hari Tua | 2% | 3,7% | PP 46/2015 |
| JP — Jaminan Pensiun | 1% | 2% | PP 45/2015 |
| JKK — Kecelakaan Kerja | — | 0,24–1,74% | PP 44/2015 |
| JKM — Kematian | — | 0,3% | PP 44/2015 |
| Batas upah JP | — | Rp11.086.300/bulan | PP 45/2015 Pasal 29 |
Poin utama
- Pekerja dipotong 3% dari upah — 2% JHT + 1% JP. JKK dan JKM tidak dipotong dari pekerja.
- Pemberi kerja menanggung 6,24%–7,74% di atas upah, bergantung tingkat risiko JKK.
- Batas upah JP: Rp11.086.300 per bulan sejak 1 Maret 2026 (sebelumnya Rp10.547.400).
- Hanya JP yang punya batas atas upah. JHT, JKK, dan JKM dihitung dari upah penuh.
- JKK punya lima kelompok risiko: 0,24% sampai 1,74%.
Iuran keempat program
| Program | Pekerja | Pemberi kerja | Total | Dasar hukum |
|---|---|---|---|---|
| JHT — Jaminan Hari Tua | 2% | 3,7% | 5,7% | PP 46/2015 |
| JP — Jaminan Pensiun | 1% | 2% | 3% | PP 45/2015 |
| JKK — Jaminan Kecelakaan Kerja | — | 0,24%–1,74% | 0,24%–1,74% | PP 44/2015 |
| JKM — Jaminan Kematian | — | 0,3% | 0,3% | PP 44/2015 |
| Total | 3% | 6,24%–7,74% | 9,24%–10,74% | — |
Penting: hanya JP yang dibatasi plafon upah. JHT, JKK, dan JKM dihitung dari upah penuh berapa pun besarnya. Program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) tidak dimuat di tabel ini karena pendanaannya berasal dari rekomposisi iuran dan sumber APBN, bukan tambahan potongan baru atas pekerja — kami belum memverifikasi rinciannya ke peraturan aslinya.
Rincian rupiah per program
Persentase di atas menjadi rupiah yang berbeda-beda begitu upah melewati plafon JP. Dua upah di bawah dipilih supaya keduanya terlihat: yang pertama di bawah plafon, yang kedua di atasnya.
| Program | Tarif | Upah Rp5.000.000 | Upah Rp15.000.000 | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pekerja | Pemberi kerja | Pekerja | Pemberi kerja | Pekerja | Pemberi kerja | |
| JHT PP 46/2015 Pasal 16 | 2% | 3,7% | Rp100.000 | Rp185.000 | Rp300.000 | Rp555.000 |
| JP PP 45/2015 Pasal 28 · upah dibatasi Rp11.086.300 | 1% | 2% | Rp50.000 | Rp100.000 | Rp110.863 dari Rp11.086.300 | Rp221.726 dari Rp11.086.300 |
| JKK PP 44/2015 Pasal 16 · menurut risiko | — | 0,24%–1,74% | — | Rp12.000–Rp87.000 | — | Rp36.000–Rp261.000 |
| JKM PP 44/2015 Pasal 18 | — | 0,3% | — | Rp15.000 | — | Rp45.000 |
| Total risiko JKK terendah | 3% | 6,24% | Rp150.000 | Rp312.000 | Rp410.863 | Rp857.726 |
Persentase total pada baris terakhir dihitung dari upah penuh; pada Rp15.000.000 potongan pekerja menjadi 2,74% dan beban pemberi kerja 5,72% karena JP berhenti di plafon.
Lima kelompok risiko JKK
| Tingkat risiko | Iuran | Jumlah jenis usaha (Lampiran I) |
|---|---|---|
| sangat rendah | 0,24% | — |
| rendah | 0,54% | — |
| sedang | 0,89% | — |
| tinggi | 1,27% | — |
| sangat tinggi | 1,74% | — |
Cari jenis usaha perusahaanmu
Ini daftar resmi dari Lampiran I PP 44/2015, bukan ilustrasi. Ketik jenis usahanya untuk melihat kelompok risiko dan tarif JKK yang menyertainya.
Kelompok yang berlaku bagi satu perusahaan tetap ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan lampiran ini; daftar di sini membantumu memperkirakan dan memeriksa, bukan menggantikan penetapan itu. PP 44/2015 Pasal 17 juga mewajibkan pengelompokan dievaluasi paling lama setiap 2 tahun. Seluruh daftar tersedia sebagai CSV.
Batas upah Jaminan Pensiun dan riwayatnya
Ini angka yang paling sering dikutip basi. Batas upah JP bukan tetapan sekali jadi: PP 45/2015 Pasal 29 mewajibkan penyesuaian setiap tahun mengikuti pertumbuhan PDB tahun sebelumnya, paling lambat sebulan setelah BPS mengumumkan datanya. Situs kalkulator yang tidak memperbaruinya akan salah hitung untuk setiap pekerja bergaji di atas plafon.
| Berlaku sejak | Batas upah | Dasar |
|---|---|---|
| 1 Juli 2015 | Rp7.000.000 | Nilai awal, PP 45/2015 Pasal 29 |
| 2016–2024 — data belum terverifikasi. Batas untuk tahun-tahun ini pasti pernah ditetapkan, tetapi surat penetapan resminya belum kami peroleh. Angkanya sengaja tidak diisi. | ||
| 1 Maret 2025 | Rp10.547.400 | Dinyatakan sebagai nilai sebelumnya dalam surat B/1226/022026 |
| 1 Maret 2026 | Rp11.086.300 | Surat BPJS Ketenagakerjaan B/1226/022026 |
Penyesuaian 2026 dapat diperiksa sendiri, dan itulah sebabnya kami memuatnya: Rp10.547.400 × (1 + 5,11%) = Rp11.086.372, dibulatkan menjadi Rp11.086.300. Angka 5,11% adalah pertumbuhan PDB 2025 menurut BPS, yang dikutip di dalam surat itu sendiri.
Manfaat pensiun berkala ikut disesuaikan, tetapi memakai inflasi, bukan PDB: manfaat minimum menjadi Rp411.400 dan maksimum Rp4.932.300 sejak 1 Februari 2026, dari inflasi umum 2025 sebesar 2,92%.
Yang diterima pekerja vs yang dibayar pemberi kerja
Keempat program jarang disajikan bersama, sehingga biaya sebenarnya mempekerjakan seseorang jadi kabur. Tabel berikut menghitungnya utuh, memakai kelompok risiko JKK terendah (0,24%) agar menjadi batas bawah — perusahaan berisiko tinggi membayar lebih.
| Upah | Potongan pekerja | Ditanggung pemberi kerja | Diterima pekerja | Biaya total pemberi kerja |
|---|---|---|---|---|
| Rp5.000.000 | Rp150.000 3% |
Rp312.000 6,24% |
Rp4.850.000 | Rp5.312.000 |
| Rp8.000.000 | Rp240.000 3% |
Rp499.200 6,24% |
Rp7.760.000 | Rp8.499.200 |
| Rp11.086.300 | Rp332.589 3% |
Rp691.785 6,24% |
Rp10.753.711 | Rp11.778.085 |
| Rp15.000.000 | Rp410.863 2,74% |
Rp857.726 5,72% |
Rp14.589.137 | Rp15.857.726 |
| Rp25.000.000 | Rp610.863 2,44% |
Rp1.281.726 5,13% |
Rp24.389.137 | Rp26.281.726 |
| Rp50.000.000 | Rp1.110.863 2,22% |
Rp2.341.726 4,68% |
Rp48.889.137 | Rp52.341.726 |
Cara membaca grafik ini
Sumbu mendatar adalah upah sebulan. Garis menunjukkan persentase — bukan rupiah — sehingga bentuknya bisa dibandingkan antar tingkat gaji.
Potongan pekerja terlihat menurun setelah upah melewati Rp11.086.300. Itu bukan galat: porsi JP dibekukan pada plafon, sedangkan JHT terus mengikuti upah penuh, sehingga totalnya sebagai persentase justru mengecil. Beban pemberi kerja bergerak dengan alasan yang sama.
Perhitungannya memakai kelompok risiko JKK terendah. Untuk perusahaan berisiko sangat tinggi, tambahkan selisih 1,74% − 0,24% = 1,5 poin persen pada beban pemberi kerja.
Apa yang berubah dan apa yang tidak
Bagian ini memerikan keadaan yang berlaku. Tidak memuat prakiraan besaran iuran di masa depan.
Tarif keempat program belum pernah berubah sejak ditetapkan pada 2015 — JHT 5,7%, JP 3%, JKK 0,24–1,74%, JKM 0,3%. PP 44/2015 sudah dua kali diubah (PP 82/2019 dan PP 49/2023), tetapi perubahan itu menyangkut manfaat dan tata kelola, bukan besaran iuran pada Pasal 16 dan 18.
Yang berubah tiap tahun adalah batas upah JP dan batas manfaat pensiun. Keduanya bergerak dengan indeks yang berbeda — plafon upah mengikuti PDB, manfaat mengikuti inflasi — sehingga keduanya tidak bergerak seiring. Pada 2026, plafon naik 5,11% sementara manfaat naik 2,92%.
Konsekuensi praktisnya: angka tarif boleh disimpan lama, angka plafon tidak. Setiap Februari–Maret, plafon JP hampir pasti sudah berbeda dari tahun sebelumnya.
Unduh datanya
-
iuran-program.csv
Tarif per program dengan porsi pekerja/pemberi kerja, kelima kelompok risiko JKK, dan batas upah JP yang berlaku — beserta kolom sumber,
berlaku_dari, dandiverifikasiuntuk setiap baris. 22 baris, UTF-8, LF.
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa total potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja?
Berapa batas upah Jaminan Pensiun yang berlaku?
Berapa iuran JKK dan siapa yang membayar?
Berapa biaya total mempekerjakan satu karyawan di luar gaji?
Apakah iuran JP dihitung dari seluruh gaji?
Alat terkait
Sumber
- PP 46/2015 PP No. 46 Tahun 2015 — JHT. Kutipan langsung: “5,7% (lima koma tujuh persen) dari Upah”, dengan “2% (dua persen) ditanggung oleh Pekerja” dan “3,7% (tiga koma tujuh persen) ditanggung oleh Pemberi Kerja”.
- PP 45/2015 PP No. 45 Tahun 2015 — JP. Kutipan: “3% (tiga persen) dari Upah per bulan”; “2% (dua persen) dari upah ditanggung oleh Pemberi Kerja selain penyelenggara negara”; “1% (satu persen) dari upah ditanggung oleh Peserta”. Pasal 29 mengatur nilai awal Rp7.000.000 dan penyesuaian tahunannya.
- PP 44/2015 PP No. 44 Tahun 2015 — JKK & JKM. Kutipan JKK: “tingkat risiko sangat rendah: 0,24% … tingkat risiko sangat tinggi: 1,74% dari Upah sebulan”. Kutipan JKM: “Iuran JKM bagi Peserta penerima Upah … sebesar 0,30% (nol koma tiga puluh persen) dari Upah sebulan”.
- B/1226/022026 Surat BPJS Ketenagakerjaan No. B/1226/022026, 25 Februari 2026 — penyesuaian batas upah dan manfaat JP 2026. Aritmetikanya tercantum di dalam surat dan dapat dihitung ulang.
Teks PP diambil dari berkas PDF yang diunggah BPJS Ketenagakerjaan sendiri, dan setiap persentase dikutip apa adanya pada daftar di atas supaya bisa diperiksa tanpa membuka PDF-nya. Tidak ada tarif di halaman ini yang berasal dari tabel vendor HR atau artikel.
Cara mengutip halaman ini
Lisensi pemakaian ulang, seluruh berkas CSV di satu tempat, dan kebijakan koreksi: halaman untuk jurnalis dan peneliti.
Disusun dan diperiksa oleh calcuid
Menyusun dan memeriksa data di calcuid.com. Setiap tarif di halaman ini dikutip ke kalimat aslinya di dalam peraturan yang bersangkutan.
calcuid bukan situs resmi BPJS Ketenagakerjaan; besaran resmi dan status kepesertaan diperiksa lewat aplikasi JMO atau kantor cabang.