Pilih halaman
Peringatan dan artinya
Rangkaiannya berjalan dari hari wafat sampai seribu hari sesudahnya, dan satuan hitungnya berganti di tengah jalan — dari hari kalender ke tahun Jawa, lalu kembali ke hari. Itu sebabnya urutan namanya tidak selalu sama dengan urutan tanggalnya.
| Urutan | Peringatan | Satuan | Halaman yang menghitungnya |
|---|---|---|---|
| 1 | Geblag (surtanah) hari wafat atau pemakaman | Hari | Kalkulator selamatan |
| 2 | Nelung dina 3 hari — keliru sehari paling terasa di sini | Hari | 3 hari (nelung dina) |
| 3 | Mitung dina 7 hari — harinya mundur satu dari hari wafat | Hari | 7 hari (mitung dina) |
| 4 | Matang puluh 40 hari — peringatan pertama yang melewati pergantian bulan | Hari | 40 hari (matang puluh) |
| 5 | Nyatus 100 hari — yang terakhir dihitung dalam hari kalender | Hari | 100 hari (nyatus) |
| 6 | Mendhak pisan 1 tahun Jawa — dua kandidat tanggal | Tahun Jawa | Mendhak |
| 7 | Mendhak pindho 2 tahun Jawa — sebelum nyewu, bukan sesudah | Tahun Jawa | Mendhak |
| 8 | Nyewu 1000 hari — sesudah mendhak pindho, bukan sebelumnya | Hari | 1000 hari (nyewu) |
Konvensi hitungan
calcuid memakai konvensi hari kalender inklusif — tanggal wafat dihitung sebagai hari pertama. Karena itu "N hari" = tanggal wafat + (N−1) hari kalender. Peringatan Mendhak memakai perkiraan tahun lunar sederhana (±354–355 hari), bukan petung Jawa lengkap, sehingga ditampilkan dua kandidat tanggal.
Angka offset tiap peringatan — +0, +2, +6, +39, +99, +999, dan dua kandidat untuk mendhak — dikumpulkan dalam satu lembar di tabel hitungan orang meninggal, yang dibuat untuk dicetak dan dipakai tanpa alat hitung. Yang ditambahkan di sini hanya jembatannya: offset yang sama dibaca sebagai hari ke-n dan pasaran ke-m dari hari wafat, cara petungan tradisional menyebutnya.
| Peringatan | Offset | Dihitung dari hari wafat | Contoh |
|---|---|---|---|
| Geblag (surtanah) hari wafat | +0 | hari ke-1, pasaran ke-1 | Senin Legi, 10 Maret 2025 |
| Nelung dina 3 hari | +2 | hari ke-3, pasaran ke-3 | Rabu Pon, 12 Maret 2025 |
| Mitung dina 7 hari | +6 | hari ke-7, pasaran ke-2 | Minggu Pahing, 16 Maret 2025 |
| Matang puluh 40 hari | +39 | hari ke-5, pasaran ke-5 | Jumat Kliwon, 18 April 2025 |
| Nyatus 100 hari | +99 | hari ke-2, pasaran ke-5 | Selasa Kliwon, 17 Juni 2025 |
| Mendhak pisan 1 tahun Jawa | +353 | hari ke-4, pasaran ke-4 atau +354: hari ke-5, pasaran ke-5 | Kamis Wage, 26 Februari 2026 atau Jumat Kliwon, 27 Februari 2026 |
| Mendhak pindho 2 tahun Jawa | +707 | hari ke-1, pasaran ke-3 atau +708: hari ke-2, pasaran ke-4 | Senin Pon, 15 Februari 2027 atau Selasa Wage, 16 Februari 2027 |
| Nyewu 1000 hari | +999 | hari ke-6, pasaran ke-5 | Sabtu Kliwon, 4 Desember 2027 |
Sumber & metode
- Metode
- Hari kalender inklusif (wafat = hari ke-1). Mendhak = perkiraan tahun lunar sederhana (±354–355 hari), bukan petung Jawa lengkap.
- Sumber
- Konvensi petung Jawa yang umum; hari & pasaran dari acuan 17 Agustus 1945 = Jumat Legi.
- Konvensi lain
- Metode adat/keluarga dan petung Jawa lengkap dapat memberi tanggal berbeda, terutama untuk Mendhak.
- Terakhir diperiksa
- 24 Juli 2026
- Tingkat keyakinan
- Sedang
- Keterbatasan
- Tradisi, istilah, dan metode berbeda menurut daerah, keluarga, dan komunitas.
Pilih kalkulator atau halaman referensi
- Butuh semua tanggal sekaligus? Pakai Kalkulator Selamatan.
- Butuh satu peringatan saja (mis. 40 hari)? Pakai halaman khususnya di atas.
- Butuh tabel untuk dicetak/dipajang? Buka Tabel Hitungan Orang Meninggal.
Kesalahan umum
- Menghitung 40 hari sebagai +40. Karena hari wafat = hari ke-1, yang benar +39 hari.
- Menyamakan mendhak dengan 365 hari. Mendhak memakai tahun Jawa (±354–355 hari), bukan tahun Masehi.
- Menganggap tata cara seragam. Adat dan doa berbeda antardaerah dan keluarga.