Mitung dina: kapan selamatan 7 hari digelar

Tanggal peringatan 7 hari = tanggal wafat + 6 hari kalender. Peringatan ini disebut mitung dina. Karena jaraknya enam hari dan bukan tujuh, nama harinya mundur satu langkah dari hari wafat — bukan hari yang sama minggu berikutnya, seperti yang sering dikira.

KeteranganIsi
Nama Jawamitung dina
Rumus tanggaltanggal wafat + 6 hari
Konvensi hitunganhari wafat = hari ke-1
Nama harimundur satu — wafat Senin → mitung Minggu
Pasaranmaju satu — Legi → Pahing
Contohwafat 10 Maret 2025 (Senin Legi) → 16 Maret 2025, Minggu Pahing

Peringatan 7 hari orang meninggal dalam tradisi Jawa disebut mitung dina. Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, tanggalnya = tanggal wafat + 6 hari kalender. Masukkan tanggal wafat untuk menghitungnya.

Hitungan memakai hari kalender dengan hari wafat sebagai hari ke-1. Tradisi tiap daerah dan keluarga bisa berbeda — mohon sesuaikan dengan kebiasaan setempat dan tokoh agama/adat.

Apa itu mitung dina?

Mitung dina adalah peringatan hari ke-7, dari kata Jawa pitu yang berarti tujuh. Ia datang sesudah nelung dina dan sebelum matang puluh.

Cara menghitung tanggal 7 hari

Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-7 = tanggal wafat ditambah 6 hari kalender, bukan 7.

tanggal 7 hari = tanggal wafat + 6 hari

Harinya bukan hari yang sama dengan hari wafat

Ini yang paling sering dikira keliru. “Tujuh hari” terdengar seperti “minggu depan, hari yang sama” — dan memang akan begitu kalau jaraknya tujuh hari. Tetapi jaraknya enam, jadi nama harinya mundur satu langkah. Sementara itu pasarannya justru maju satu langkah, karena siklus pasaran panjangnya lima hari, bukan tujuh.

Hari wafatMitung dina (+6)HariPasaran
10 Mar 2025 — Senin Legi16 Mar 2025Minggu (mundur satu)Pahing (maju satu)
17 Agu 2024 — Sabtu Legi23 Agu 2024Jumat (mundur satu)Pahing (maju satu)
1 Jan 2026 — Kamis Pon7 Jan 2026Rabu (mundur satu)Wage (maju satu)
29 Des 2025 — Senin Kliwon4 Jan 2026Minggu (mundur satu)Legi (maju satu)

Polanya selalu begitu, bukan kebetulan: enam hari kurang satu dari siklus tujuh harian, dan lebih satu dari siklus lima pasaran. Jadi kalau seseorang mengingat mitung dina sebagai “hari yang sama minggu depan”, tanggalnya meleset sehari ke belakang.

Mitung dina dalam rangkaian selamatan

Mitung dina berada sesudah nelung dina (3 hari) dan sebelum matang puluh (40 hari). Urutan lengkapnya ada di panduan selamatan.

Pertanyaan yang sering ditanya

7 hari orang meninggal disebut apa dalam bahasa Jawa?
Peringatan hari ke-7 disebut mitung dina, dari kata pitu yang berarti tujuh. Ia datang sesudah nelung dina dan sebelum matang puluh.
Bagaimana cara menghitung 7 hari orang meninggal?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, jadi tanggal 7 hari = tanggal wafat + 6 hari kalender. Untuk wafat 10 Maret 2025, mitung dina jatuh 16 Maret 2025, hari Minggu Pahing.
Kenapa harinya tidak sama dengan hari wafat?
Karena jaraknya 6 hari, bukan 7. Menambah 6 hari memundurkan nama hari satu langkah: wafat hari Senin memberi mitung dina hari Minggu, wafat Sabtu memberi Jumat. Pasaran justru maju satu langkah, dari Legi ke Pahing, karena siklus pasaran panjangnya 5 hari.
Apa peringatan sesudah mitung dina?
Matang puluh, peringatan hari ke-40, yaitu tanggal wafat + 39 hari. Itu peringatan pertama yang selalu melewati pergantian bulan.

Kalkulator & halaman terkait

← Kembali ke panduan Selamatan