Apa itu peringatan 40 hari?
Peringatan 40 hari (matang puluh) adalah salah satu selamatan yang umum dilakukan sebagian masyarakat Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Istilah Jawanya matang puluh atau patang puluh dina. Bentuk acaranya beragam menurut adat dan keluarga.
Cara menghitung tanggal 40 hari
Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-40 = tanggal wafat ditambah 39 hari kalender, bukan 40. Tiga puluh sembilan hari selalu melewati setidaknya satu pergantian bulan, jadi tanggalnya tidak pernah jatuh di bulan yang sama dengan hari wafat.
Matang puluh dalam rangkaian selamatan
Matang puluh berada sesudah mitung dina (7 hari) dan sebelum nyatus (100 hari). Urutan lengkapnya, dari geblag sampai nyewu, ada di panduan selamatan.
Contoh perhitungan
Bila seseorang wafat pada 10 Maret 2025, maka 40 hari (40 hari, offset +39) jatuh pada 18 April 2025 — hari Jumat Kliwon.
Tanggal wafat di akhir bulan tidak menyulitkan hitungan ini: wafat 31 Januari 2025 memberi 11 Maret 2025 (Selasa Pahing), melewati Februari yang hanya 28 hari. Untuk tanggal wafat lain, isikan di kalkulator pada bagian atas halaman.
Kenapa pintasan “sebulan lebih sepuluh hari” meleset
Matang puluh adalah peringatan pertama yang selalu melewati pergantian bulan, dan di situlah orang mulai menghitungnya lewat bulan, bukan lewat hari. Pintasannya tidak bekerja, karena panjang bulan tidak tetap.
| Tanggal wafat | Hari ke-40 (wafat + 39) | “Sebulan lebih 10 hari” | Selisih |
|---|---|---|---|
| 10 Maret 2025 | 18 April 2025 | 20 April 2025 | 2 hari terlambat |
| 31 Januari 2025 | 11 Maret 2025 | 13 Maret 2025 | 2 hari terlambat |
| 20 Desember 2024 | 28 Januari 2025 | 30 Januari 2025 | 2 hari terlambat |
| 5 Februari 2026 | 16 Maret 2026 | 15 Maret 2026 | 1 hari terlalu cepat |
Selisihnya tidak tetap. Tiga baris pertama meleset dua hari ke belakang, baris terakhir justru satu hari ke depan — karena Februari lebih pendek. Jadi pintasan itu tidak bisa diperbaiki dengan “kurangi dua hari”; satu-satunya cara yang konsisten adalah menghitung 39 hari kalender dari tanggal wafat.
Urutan lengkap peringatan, konvensi hitungnya, dan perbedaan antardaerah dijelaskan sekali untuk seluruh rangkaian di panduan selamatan.
Sumber & metode
- Metode
- Hari kalender inklusif: 40 hari = tanggal wafat + 39 hari (hari wafat = hari ke-1).
- Sumber
- Konvensi petung Jawa yang umum; hari & pasaran dari acuan 17 Agustus 1945 = Jumat Legi.
- Terakhir diperiksa
- 24 Juli 2026
- Tingkat keyakinan
- Sedang
- Keterbatasan
- Tradisi, istilah, dan metode petung 40 hari berbeda menurut daerah, keluarga, dan komunitas.