40 Hari Orang Meninggal (Matang Puluh)

Tanggal peringatan 40 hari = tanggal wafat + 39 hari kalender. Bukan +40, karena dalam hitungan Jawa hari wafat dihitung sebagai hari ke-1. Peringatan ini disebut matang puluh. Masukkan tanggal wafat di kalkulator untuk mendapat tanggalnya beserta hari dan pasaran Jawa.

KeteranganIsi
Nama Jawamatang puluh
Rumus tanggaltanggal wafat + 39 hari
Konvensi hitunganhari wafat = hari ke-1
Ditampilkan jugahari dan pasaran Jawa pada tanggal itu

Peringatan 40 hari orang meninggal dalam tradisi Jawa disebut matang puluh (atau patang puluh dina). Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, tanggalnya = tanggal wafat + 39 hari kalender. Masukkan tanggal wafat untuk menghitungnya.

Hitungan memakai hari kalender dengan hari wafat sebagai hari ke-1. Tradisi tiap daerah dan keluarga bisa berbeda — mohon sesuaikan dengan kebiasaan setempat dan tokoh agama/adat.

Apa itu peringatan 40 hari?

Peringatan 40 hari (matang puluh) adalah salah satu selamatan yang umum dilakukan sebagian masyarakat Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Istilah Jawanya matang puluh atau patang puluh dina. Bentuk acaranya beragam menurut adat dan keluarga.

Cara menghitung tanggal 40 hari

Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-40 = tanggal wafat ditambah 39 hari kalender, bukan 40. Tiga puluh sembilan hari selalu melewati setidaknya satu pergantian bulan, jadi tanggalnya tidak pernah jatuh di bulan yang sama dengan hari wafat.

tanggal 40 hari = tanggal wafat + 39 hari

Matang puluh dalam rangkaian selamatan

Matang puluh berada sesudah mitung dina (7 hari) dan sebelum nyatus (100 hari). Urutan lengkapnya, dari geblag sampai nyewu, ada di panduan selamatan.

Contoh perhitungan

Bila seseorang wafat pada 10 Maret 2025, maka 40 hari (40 hari, offset +39) jatuh pada 18 April 2025 — hari Jumat Kliwon.

Tanggal wafat di akhir bulan tidak menyulitkan hitungan ini: wafat 31 Januari 2025 memberi 11 Maret 2025 (Selasa Pahing), melewati Februari yang hanya 28 hari. Untuk tanggal wafat lain, isikan di kalkulator pada bagian atas halaman.

Kenapa pintasan “sebulan lebih sepuluh hari” meleset

Matang puluh adalah peringatan pertama yang selalu melewati pergantian bulan, dan di situlah orang mulai menghitungnya lewat bulan, bukan lewat hari. Pintasannya tidak bekerja, karena panjang bulan tidak tetap.

Tanggal wafatHari ke-40 (wafat + 39)“Sebulan lebih 10 hari”Selisih
10 Maret 202518 April 202520 April 20252 hari terlambat
31 Januari 202511 Maret 202513 Maret 20252 hari terlambat
20 Desember 202428 Januari 202530 Januari 20252 hari terlambat
5 Februari 202616 Maret 202615 Maret 20261 hari terlalu cepat

Selisihnya tidak tetap. Tiga baris pertama meleset dua hari ke belakang, baris terakhir justru satu hari ke depan — karena Februari lebih pendek. Jadi pintasan itu tidak bisa diperbaiki dengan “kurangi dua hari”; satu-satunya cara yang konsisten adalah menghitung 39 hari kalender dari tanggal wafat.

Urutan lengkap peringatan, konvensi hitungnya, dan perbedaan antardaerah dijelaskan sekali untuk seluruh rangkaian di panduan selamatan.

Sumber & metode

Metode
Hari kalender inklusif: 40 hari = tanggal wafat + 39 hari (hari wafat = hari ke-1).
Sumber
Konvensi petung Jawa yang umum; hari & pasaran dari acuan 17 Agustus 1945 = Jumat Legi.
Terakhir diperiksa
24 Juli 2026
Tingkat keyakinan
Sedang
Keterbatasan
Tradisi, istilah, dan metode petung 40 hari berbeda menurut daerah, keluarga, dan komunitas.

Pertanyaan yang sering ditanya

40 hari orang meninggal disebut apa dalam bahasa Jawa?
Peringatan 40 hari dalam tradisi Jawa disebut matang puluh atau patang puluh dina. Ini termasuk rangkaian selamatan untuk mendoakan orang yang telah meninggal, dengan bentuk acara yang berbeda-beda menurut adat dan keluarga.
Bagaimana cara menghitung 40 hari orang meninggal?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1. Jadi tanggal 40 hari = tanggal wafat + 39 hari kalender. Kalkulator di halaman ini menghitungnya otomatis, termasuk melewati batas bulan dan tahun kabisat, lengkap dengan hari dan pasaran Jawa.
Kenapa hitungan “sebulan lebih sepuluh hari” memberi tanggal yang berbeda?
Karena panjang bulan tidak sama. Untuk wafat 10 Maret 2025 hari ke-40 jatuh 18 April, sedangkan “sebulan lebih sepuluh hari” memberi 20 April — dua hari terlambat. Untuk wafat 5 Februari 2026 pintasan itu justru satu hari terlalu cepat. Selisihnya berubah-ubah, jadi menghitung 39 hari kalender adalah satu-satunya cara yang konsisten.
Apa bedanya dengan mendhak?
Peringatan 40 hari (matang puluh) memakai hitungan hari kalender. Mendhak (peringatan tahunan) memakai hitungan tahun Jawa yang panjangnya sekitar 354–355 hari, sehingga tanggalnya keluar sebagai dua kandidat, bukan satu. Halaman mendhak menjelaskannya.

Kalkulator & halaman terkait

← Kembali ke panduan Selamatan