Kenapa mendhak punya dua tanggal, sementara yang lain satu
Seluruh peringatan lain di rangkaian ini — 3, 7, 40, 100 dan 1000 hari — dihitung dalam hari kalender, jadi tanggalnya tunggal dan pasti. Mendhak tidak: ia dihitung dalam tahun Jawa, yang panjangnya berselang-seling sekitar 354 dan 355 hari.
Kalkulator ini tidak menerapkan petung Jawa lengkap. Yang bisa dipertanggungjawabkan adalah menampilkan kedua kandidatnya beserta offset harinya, lalu menyerahkan pilihan pada kebiasaan keluarga — bukan memilih satu dan menyembunyikan bahwa ada yang lain.
| Peringatan | Satuan | Offset dari hari wafat | Hasil |
|---|---|---|---|
| Nelung dina | Hari kalender | +2 | Satu tanggal |
| Mitung dina | Hari kalender | +6 | Satu tanggal |
| Matang puluh | Hari kalender | +39 | Satu tanggal |
| Nyatus | Hari kalender | +99 | Satu tanggal |
| Mendhak pisan | Tahun Jawa | +353 atau +354 | Dua kandidat |
| Mendhak pindho | Tahun Jawa | +707 atau +708 | Dua kandidat |
| Nyewu | Hari kalender | +999 | Satu tanggal |
Mendhak pisan bukan ulang tahun kematian
Ini perbedaan yang paling sering menyulitkan keluarga saat menetapkan tanggal acara. Tahun Jawa lebih pendek daripada tahun Masehi, jadi mendhak pisan mendahului tanggal wafat setahun berikutnya — sekitar sebelas hari lebih awal.
| Tanggal wafat | Mendhak pisan | Tanggal wafat setahun berikutnya | Selisih |
|---|---|---|---|
| 10 Maret 2025 | 26 atau 27 Februari 2026 | 10 Maret 2026 | 11 hari lebih awal |
| 17 Agustus 2024 | 5 atau 6 Agustus 2025 | 17 Agustus 2025 | 11 hari lebih awal |
Menandai kalender di tanggal yang sama setiap tahun akan menggeser mendhak semakin jauh dari waktunya seiring bertambahnya tahun.
Mendhak, lalu nyewu — bukan sebaliknya
Urutannya sering tertukar karena namanya. Mendhak pindho jatuh +707 atau +708 hari, sedangkan nyewu jatuh +999 hari. Jadi nyewu selalu datang sekitar 291 hari sesudah mendhak pindho, tidak pernah sebelumnya. Nyewu juga bukan “tiga tahun Jawa”: tiga tahun Jawa berjumlah sekitar 1.062 hari, sekitar 63 hari sesudah nyewu.