Apa itu nelung dina?
Nelung dina adalah peringatan hari ke-3, dari kata Jawa telu yang berarti tiga. Ia peringatan pertama sesudah geblag — hari wafat atau pemakaman itu sendiri.
Cara menghitung tanggal 3 hari
Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-3 = tanggal wafat ditambah 2 hari kalender, bukan 3.
Di sinilah salah hitung paling terasa
Aturan “tambah N−1” berlaku sama untuk seluruh rangkaian, tetapi akibatnya paling besar di sini. Menambah 3 hari alih-alih 2 memberi hari ke-4 — meleset satu hari dari jarak yang cuma tiga hari, yaitu sepertiga dari seluruh rentangnya. Pada nyewu, satu hari dari seribu nyaris tak terasa; pada nelung dina, ia memindahkan acara ke hari yang salah.
| Peringatan | Rentang | Bobot kesalahan satu hari |
|---|---|---|
| Nelung dina | 3 hari | 33% dari rentangnya |
| Mitung dina | 7 hari | 14% |
| Matang puluh | 40 hari | 2,5% |
| Nyewu | 1000 hari | 0,1% |
Contoh perhitungan
Wafat 10 Maret 2025 (Senin Legi) → nelung dina 12 Maret 2025, hari Rabu Pon.
Wafat 17 Agustus 2024 (Sabtu Legi) → nelung dina 19 Agustus 2024, hari Senin Pon. Hari maju dua, pasaran juga maju dua.
Nelung dina dalam rangkaian selamatan
Nelung dina berada sesudah geblag dan sebelum mitung dina (7 hari). Urutan lengkapnya, dari geblag sampai nyewu, ada di panduan selamatan.