100 Hari Orang Meninggal (Nyatus)

Peringatan 100 hari orang meninggal dalam tradisi Jawa disebut nyatus (atau satus dina). Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, tanggalnya = tanggal wafat + 99 hari kalender. Masukkan tanggal wafat untuk menghitungnya.

Hitungan memakai hari kalender dengan hari wafat sebagai hari ke-1. Tradisi tiap daerah dan keluarga bisa berbeda — mohon sesuaikan dengan kebiasaan setempat dan tokoh agama/adat.

Apa itu peringatan 100 hari?

Peringatan 100 hari (nyatus) adalah selamatan yang umum dilakukan sebagian masyarakat Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Istilah Jawanya nyatus atau satus dina. Bentuk acaranya beragam menurut adat dan keluarga.

Cara menghitung tanggal 100 hari

Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-100 = tanggal wafat ditambah 99 hari kalender, termasuk melewati batas bulan dan tahun kabisat dengan benar.

tanggal 100 hari = tanggal wafat + 99 hari

Nyatus sebagai titik peralihan

Peringatan 100 hari sering menjadi penanda peralihan: dari peringatan yang berjarak hari (3, 7, 40, 100) menuju peringatan yang berjarak tahun, yaitu mendhak pisan dan mendhak pindho. Setelah nyatus, jeda antar-acara menjadi jauh lebih panjang.

Karena berjarak sekitar tiga bulan lebih, tanggal 100 hari hampir selalu melewati beberapa pergantian bulan sehingga rawan salah hitung bila dikira-kira manual. Perlu diingat, nyatus memakai hari kalender biasa — berbeda dengan mendhak yang memakai tahun Jawa (±354–355 hari). Untuk mendhak, gunakan Kalkulator Selamatan yang menampilkan dua kandidat tanggalnya.

Contoh perhitungan

Bila seseorang wafat pada 10 Maret 2025, maka 100 hari (100 hari, offset +99) jatuh pada 17 Juni 2025 — hari Selasa Kliwon. Masukkan tanggal wafat pada kalkulator di atas untuk menghitung tanggalmu sendiri.

Membedakan tradisi, keluarga, dan agama

Tanggal 100 hari (nyatus) di halaman ini murni hitungan hari kalender inklusif (tanggal wafat dihitung sebagai hari pertama). Ini salah satu metode yang umum, bukan satu-satunya metode yang benar secara universal. Bentuk acara, doa, dan tata caranya berbeda-beda menurut adat daerah, kebiasaan keluarga, dan tuntunan agama masing-masing. calcuid tidak menetapkan tata cara ibadah atau ritual apa pun — untuk itu, mohon merujuk pada tokoh agama atau adat yang kamu percaya.

Sumber & metode

Metode
Hari kalender inklusif: 100 hari = tanggal wafat + 99 hari (hari wafat = hari ke-1).
Sumber
Konvensi petung Jawa yang umum; hari & pasaran dari acuan 17 Agustus 1945 = Jumat Legi.
Konvensi lain
Metode adat/keluarga tertentu dapat berbeda; tersedia sebagai informasi, bukan kalkulator.
Terakhir diperiksa
23 Juli 2026
Tingkat keyakinan
Sedang
Keterbatasan
Tradisi, istilah, dan metode petung 100 hari berbeda menurut daerah, keluarga, dan komunitas.
Tidak menentukan
Tidak menetapkan tata cara ibadah, doa, atau kewajiban keagamaan.

Pertanyaan yang sering ditanya

100 hari orang meninggal disebut apa dalam bahasa Jawa?
Peringatan 100 hari dalam tradisi Jawa disebut nyatus atau satus dina. Ini bagian dari rangkaian selamatan untuk mendoakan orang yang telah meninggal, dengan bentuk acara yang berbeda menurut adat dan keluarga.
Bagaimana cara menghitung 100 hari orang meninggal?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, sehingga tanggal 100 hari = tanggal wafat + 99 hari kalender. Kalkulator di halaman ini menghitungnya otomatis, termasuk melewati batas bulan dan tahun kabisat, lengkap dengan hari dan pasaran.
Apakah tanggal 100 hari sama di semua daerah?
Hitungan harinya sama, tetapi bentuk acara, doa, dan tata caranya bisa berbeda menurut adat daerah, kebiasaan keluarga, dan tuntunan agama. calcuid hanya menghitung tanggal.
Setelah 100 hari, peringatan berikutnya apa?
Setelah nyatus, rangkaian selamatan berlanjut ke mendhak pisan (1 tahun Jawa), mendhak pindho (2 tahun Jawa), lalu nyewu (1000 hari). Semua bisa dihitung di Kalkulator Selamatan.

Kalkulator & halaman terkait

← Kembali ke panduan Selamatan