1000 Hari Orang Meninggal (Nyewu)

Tanggal peringatan 1000 hari = tanggal wafat + 999 hari kalender. Bukan +1000, karena dalam hitungan Jawa hari wafat dihitung sebagai hari ke-1. Peringatan ini disebut nyewu. Masukkan tanggal wafat di kalkulator untuk mendapat tanggalnya beserta hari dan pasaran Jawa.

KeteranganIsi
Nama Jawanyewu
Rumus tanggaltanggal wafat + 999 hari
Konvensi hitunganhari wafat = hari ke-1
Ditampilkan jugahari dan pasaran Jawa pada tanggal itu

Peringatan 1000 hari orang meninggal dalam tradisi Jawa disebut nyewu (atau sewu dina). Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, tanggalnya = tanggal wafat + 999 hari kalender. Masukkan tanggal wafat untuk menghitungnya.

Hitungan memakai hari kalender dengan hari wafat sebagai hari ke-1. Tradisi tiap daerah dan keluarga bisa berbeda — mohon sesuaikan dengan kebiasaan setempat dan tokoh agama/adat.

Apa itu peringatan 1000 hari?

Peringatan 1000 hari (nyewu) dalam sebagian tradisi keluarga Jawa dipandang sebagai salah satu tahapan penutup yang penting dalam rangkaian selamatan. Istilah Jawanya nyewu atau sewu dina. Bentuk acara dan kebiasaannya beragam menurut adat, daerah, dan keluarga.

Cara menghitung tanggal 1000 hari

Konvensi yang dipakai: hari wafat = hari ke-1. Maka hari ke-1000 = tanggal wafat ditambah 999 hari kalender. Rentang itu melewati dua sampai tiga pergantian tahun, dan hampir selalu satu Februari yang panjangnya bisa 28 atau 29 hari — dua alasan kenapa menghitungnya di kepala jarang tepat.

tanggal 1000 hari = tanggal wafat + 999 hari

Nyewu dalam rangkaian selamatan

Nyewu menutup rangkaian, sesudah nyatus dan kedua mendhak. Urutan lengkapnya ada di panduan selamatan.

Contoh perhitungan

Bila seseorang wafat pada 10 Maret 2025, maka 1000 hari (1000 hari, offset +999) jatuh pada 4 Desember 2027 — hari Sabtu Kliwon.

Contoh yang melewati tahun kabisat: wafat 1 Juli 2023 memberi nyewu pada 26 Maret 2026 (Kamis Pahing) — rentangnya memuat 29 Februari 2024, yang ikut terhitung. Tanggal wafat yang lain dihitung di kalkulator pada bagian atas halaman.

Nyewu jatuh sesudah mendhak pindho, bukan sebelumnya

Urutan ini sering tertukar karena namanya. Nyewu berarti seribu hari, sedangkan mendhak dihitung dalam tahun Jawa — dan seribu hari lebih panjang daripada dua tahun Jawa. Nyewu selalu jatuh sekitar 291 hari sesudah mendhak pindho, tidak pernah sebelumnya.

PeringatanOffsetWafat 10 Maret 2025Wafat 17 Agustus 2024
Mendhak pisan+353 / +35426–27 Februari 20265–6 Agustus 2025
Mendhak pindho+707 / +70815–16 Februari 202725–26 Juli 2026
Nyewu (1000 hari)+9994 Desember 202713 Mei 2027

Nyewu juga bukan “tiga tahun Jawa”. Tiga tahun Jawa berjumlah sekitar 1.062 hari, jadi seribu hari jatuh kira-kira 63 hari lebih awal daripada itu. Kalau keluarga memakai hitungan tahun, tanggalnya akan berbeda dari yang ditampilkan halaman ini — dan bedanya lebih dari dua bulan, bukan sehari dua hari.

Dari hari wafat, seribu hari kalender berjarak sekitar dua tahun sembilan bulan. Nyewu menutup rangkaian peringatan.

Urutan lengkap peringatan, konvensi hitungnya, dan perbedaan antardaerah dijelaskan sekali untuk seluruh rangkaian di panduan selamatan.

Sumber & metode

Metode
Hari kalender inklusif: 1000 hari = tanggal wafat + 999 hari (hari wafat = hari ke-1).
Sumber
Konvensi petung Jawa yang umum; hari & pasaran dari acuan 17 Agustus 1945 = Jumat Legi.
Terakhir diperiksa
24 Juli 2026
Tingkat keyakinan
Sedang
Keterbatasan
Tradisi, istilah, dan metode petung 1000 hari berbeda menurut daerah, keluarga, dan komunitas.

Pertanyaan yang sering ditanya

1000 hari orang meninggal disebut apa dalam bahasa Jawa?
Peringatan 1000 hari dalam tradisi Jawa disebut nyewu atau sewu dina. Dalam sebagian tradisi keluarga, nyewu dipandang sebagai salah satu tahapan penutup dalam rangkaian selamatan, meski kebiasaan tiap keluarga dan daerah berbeda-beda.
Bagaimana cara menghitung 1000 hari orang meninggal?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, sehingga tanggal 1000 hari = tanggal wafat + 999 hari kalender. Kalkulator di halaman ini menghitungnya otomatis, termasuk melewati beberapa tahun dan tahun kabisat, lengkap dengan hari dan pasaran.
Apakah nyewu sama dengan mendhak?
Berbeda. Nyewu memakai hitungan 1000 hari kalender, sedangkan mendhak (peringatan tahunan) memakai hitungan tahun Jawa yang panjangnya sekitar 354–355 hari. Keduanya bisa dihitung di Kalkulator Selamatan.
Nyewu lebih dulu atau mendhak pindho lebih dulu?
Mendhak pindho lebih dulu. Mendhak pindho jatuh 707 atau 708 hari sesudah hari wafat, sedangkan nyewu jatuh 999 hari sesudahnya — jadi nyewu selalu sekitar 291 hari sesudah mendhak pindho, tidak pernah sebelumnya.

Kalkulator & halaman terkait

← Kembali ke panduan Selamatan