Biaya tetap dan biaya variabel: pengertian, contoh, dan cara memilah biaya usaha

Biaya tetap jumlahnya sebulan tidak berubah ketika penjualan naik atau turun (sewa, gaji bulanan, penyusutan); biaya variabel naik sebanding unit yang dibuat atau dijual (bahan, kemasan, komisi). Biaya seperti listrik bersifat semi-variabel dan dipecah dengan metode titik tertinggi-terendah.

Isi biaya sebulan, lalu pilih jenisnya. Untuk biaya semi-variabel seperti listrik, isi bagian yang tetap dibayar walau produksi nol. Contoh usaha kecil sudah terisi.

Pecah biaya semi-variabel (titik tertinggi-terendah)

Daftar biaya tidak dikirim ke mana pun. Semua hitungan berjalan di browsermu, tanpa login.

Halaman ini menjawab apa itu biaya tetap dan biaya variabel, bagaimana memilah biaya usaha kecil ke dalam keduanya, dan bagaimana menangani biaya yang berada di antaranya. Alat di atas menjumlahkan biaya tetap sebulan dan biaya variabel per unit, lalu meneruskannya ke kalkulator titik impas. Bagian bawah juga membedakan biaya produksi, biaya operasional, dan biaya overhead.

Biaya tetapTidak ikut volumesewa, gaji bulanan, penyusutan
Biaya variabelNaik per unitbahan, kemasan, komisi
Semi-variabelTetap + per unitlistrik, air, telepon pascabayar
Masuk HPPOverhead produksibiaya konversi, SAK EMKM 9.4

Poin utama

  • Biaya disebut tetap bila totalnya sebulan tidak berubah ketika volume naik atau turun, dan variabel bila totalnya naik sebanding dengan unit.
  • Per unit, keadaannya terbalik. Biaya tetap per unit turun saat volume naik, sedangkan biaya variabel per unit tetap sama.
  • Listrik dan air biasanya semi-variabel. Dua bulan data cukup untuk memecahnya dengan metode titik tertinggi-terendah.
  • Tetap atau variabel adalah soal perilaku biaya. Masuk HPP atau beban usaha adalah soal tempat biaya itu terjadi. Sewa dapur produksi, misalnya, termasuk biaya tetap sekaligus masuk HPP.
Data per 14 September 2026

Pengertian biaya tetap dan biaya variabel

Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya dalam satu periode tidak berubah ketika jumlah produksi atau penjualan berubah. Sewa kios Rp3 juta sebulan tetap Rp3 juta, baik saat terjual 500 porsi maupun 2.000 porsi. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya naik dan turun sebanding dengan volume. Bila setiap porsi memakai kemasan Rp1.000, 500 porsi memerlukan Rp500.000 kemasan dan 2.000 porsi memerlukan Rp2 juta.

Kata "tetap" hanya berlaku dalam rentang volume dan periode tertentu. Sewa kios tetap selama kontraknya berjalan, tetapi ketika usaha membuka kios kedua, biaya tetapnya naik ke tingkat berikutnya. Gaji karyawan bulanan tetap selama tidak ada lembur. Karena itu biaya perlu dipilah untuk kondisi usaha sekarang, lalu dipilah ulang ketika skala usaha berubah.

Pohon keputusan: biaya tetap, variabel, atau semi-variabelProduksi naik 2× bulan inibiayanya ikut berubah?TidakBIAYA TETAPya, berubahProduksi nol sebulanmasih ada tagihanminimum?YaSEMI-VARIABELTidakBIAYA VARIABELlalu, untuk HPPTerjadi di dapur/produksi?gas, listrik mesin, sewaruang produksiYaoverhead produksi → HPPTidakbeban usaha
Dua pertanyaan pertama menentukan perilaku biaya (untuk BEP). Pertanyaan ketiga menentukan tempat biaya di laporan laba rugi (untuk HPP). Satu biaya bisa tetap sekaligus masuk HPP, misalnya sewa dapur produksi.

Pohon keputusan di atas memakai dua pertanyaan untuk menentukan perilaku biaya dan satu pertanyaan untuk menentukan tempatnya di laporan. Satu biaya selalu punya dua sifat itu, dan keduanya tidak saling menentukan.

Contoh biaya tetap dan biaya variabel UMKM

Tabel berikut memilah biaya yang paling sering muncul di usaha kecil Indonesia. Pilahan ini tidak memuat angka rupiah, karena besarnya berbeda di setiap usaha. Yang ditunjukkan adalah perilaku biaya dan tempatnya di laporan.

Delapan belas biaya UMKM yang sering ditanyakan, sudah dipilah. Pilahan ini bisa berbeda di usahamu: yang menentukan adalah apakah jumlahnya berubah bila volume berubah dalam satu bulan.
BiayaJenisAlasanMasuk ke mana
Sewa kios atau lapak bulananTetapdibayar sama besar berapa pun yang terjualbeban usaha, atau overhead produksi bila ruangnya dapur produksi
Gaji karyawan bulanan tetapTetaptidak berubah bila penjualan naik atau turuntenaga kerja langsung (HPP) bila ia membuat produk; beban usaha bila kasir/admin
Upah harian atau borongan per produkVariabelbertambah sebanding jumlah yang dibuattenaga kerja langsung, masuk HPP
Bahan bakuVariabelsetiap unit memakai bahanHPP
Kemasan, stiker, sendok plastikVariabelsatu set per unit terjualHPP
Gas LPG untuk memasakVariabelhabis sebanding jumlah masakanoverhead produksi, masuk HPP
ListrikSemi-variabelada abonemen tetap, sisanya naik dengan jam mesinpecah dengan metode titik tertinggi-terendah
Paket internet dan teleponTetaptarif paket bulananbeban usaha
Komisi marketplace atau aplikasi pesan-antarVariabelpersentase dari setiap penjualanbeban penjualan, bukan HPP
Ongkos kirim ke pembeli yang ditanggung penjualVariabelper pesananbeban penjualan
Cicilan KUR (pokok)Bukan biayapelunasan utang, bukan beban laba rugihanya bunganya yang beban keuangan
Bunga KURTetapterjadwal, tidak mengikuti penjualanbeban keuangan
Penyusutan kompor, freezer, mesinTetapdihitung per bulan dari umur alatoverhead produksi bila alat produksi
Iklan berbayar per bulanTetapanggaran ditetapkan di mukabeban usaha
Iklan bayar per klik atau per penjualanVariabelnaik dengan klik atau penjualanbeban penjualan
Air PDAMSemi-variabelbiaya beban tetap plus pemakaianpecah seperti listrik
Gaji pemilik yang diambil rutinTetapdiambil sama besar tiap bulanbeban usaha agar laba tidak tampak lebih besar
PPh final 0,5%Variabel0,5% dari setiap rupiah omzet (bagi badan)pajak, bukan HPP; dalam BEP diperlakukan seperti biaya variabel

Beberapa baris memerlukan penjelasan tambahan. Upah bisa tetap atau variabel tergantung cara membayarnya. Gaji bulanan termasuk biaya tetap, sedangkan upah borongan per potong atau per porsi termasuk biaya variabel. Iklan juga bergantung pada cara membelinya. Anggaran bulanan tetap berbeda dari iklan yang dibayar per klik. Cicilan pokok pinjaman bukan biaya dan tidak dipilah ke kelompok mana pun, karena hanya bunganya yang menjadi beban. Kami juga tidak mengulang anggapan umum bahwa biaya tetap selalu lebih besar dari biaya variabel. Pada kebanyakan usaha makanan, bahan baku yang variabel justru merupakan porsi terbesar.

Biaya tetap per unit dan volume

Dilihat sebagai total sebulan, biaya tetap berbentuk garis datar dan biaya variabel berbentuk garis naik. Dilihat per unit, hubungannya terbalik. Biaya tetap dibagi ke lebih banyak unit ketika volume naik, sehingga biaya tetap per unit turun. Biaya variabel per unit tetap sama berapa pun volumenya. Perbedaan cara pandang ini sering membuat pemilik usaha keliru membaca laporan biayanya.

Biaya per unit pada beberapa volume untuk usaha contoh dengan biaya tetap Rp7.800.000 sebulan dan biaya variabel Rp8.179 per unit.
Unit sebulanBiaya tetap per unitBiaya variabel per unitBiaya total per unitBiaya total sebulan
500Rp15.600Rp8.179Rp23.779Rp11.889.286
1.000Rp7.800Rp8.179Rp15.979Rp15.978.571
1.400Rp5.571Rp8.179Rp13.750Rp19.250.000
2.000Rp3.900Rp8.179Rp12.079Rp24.157.143
3.000Rp2.600Rp8.179Rp10.779Rp32.335.714
Biaya per unit menurut volume: tetap turun, variabel datarBiaya total per unitBiaya tetap per unitBiaya variabel per unitRp0Rp5 rbRp10 rbRp15 rbRp20 rbRp25 rbRp30 rb4009201.4401.9602.4803.000unit per bulanrupiah per unit
Usaha contoh yang sama dengan kalkulator di atas. Dalam total sebulan, biaya tetap datar dan biaya variabel naik; dalam hitungan per unit, justru biaya tetap yang bergerak. Dua cara pandang ini sering tertukar.

Contoh 1 — memilah biaya usaha contoh di alat di atas.

  1. Biaya tetap: sewa Rp3.000.000 + gaji karyawan tetap Rp4.000.000 + bagian tetap listrik Rp800.000 = Rp7.800.000 sebulan.
  2. Biaya variabel: bahan baku Rp9.000.000 + kemasan Rp1.400.000 + bagian variabel listrik Rp1.050.000 = Rp11.450.000 pada 1.400 unit.
  3. Biaya variabel per unit = Rp11.450.000 ÷ 1.400 = Rp8.178,57.
  4. Biaya total per unit pada 1.400 unit = Rp7.800.000 ÷ 1.400 + Rp8.178,57 = Rp5.571,43 + Rp8.178,57 = Rp13.750.
  5. Pada 700 unit, biaya total per unit menjadi Rp11.142,86 + Rp8.178,57 = Rp19.321,43. Pada 2.800 unit, turun menjadi Rp10.964,29.

Karena itu biaya per unit dari satu bulan tidak bisa langsung dipakai sebagai HPP untuk menetapkan harga. Biaya per unit Rp13.750 hanya berlaku pada 1.400 unit. Hubungan ini juga menjadi dasar alokasi overhead di kalkulator HPP, yang menunjukkan bagaimana bulan sepi menaikkan HPP per unit.

Biaya semi-variabel dan metode titik tertinggi-terendah

Tagihan listrik usaha terdiri dari bagian yang dibayar walaupun dapur tutup, seperti biaya beban dan pemakaian lampu atau freezer, dan bagian yang naik bersama jam kerja mesin. Biaya seperti ini disebut semi-variabel. Untuk analisis titik impas, biaya ini perlu dipecah menjadi bagian tetap dan bagian variabel per unit.

Metode titik tertinggi-terendah memakai dua bulan data, yaitu bulan dengan volume paling rendah dan bulan dengan volume paling tinggi. Selisih tagihan dibagi selisih volume menghasilkan biaya variabel per unit. Tagihan pada salah satu bulan dikurangi bagian variabelnya menghasilkan bagian tetap.

Biaya variabel per unit = (tagihan bulan tinggi − tagihan bulan rendah) ÷ (unit bulan tinggi − unit bulan rendah)
Bagian tetap = tagihan bulan tinggi − biaya variabel per unit × unit bulan tinggi
Metode titik tertinggi-terendah untuk memecah tagihan listrik contoh menjadi bagian tetap dan variabel.
LangkahHitunganHasil
Bulan volume terendah800 unit, tagihan Rp1.400.000
Bulan volume tertinggi1.400 unit, tagihan Rp1.850.000
Biaya variabel per unit(Rp1.850.000 − Rp1.400.000) ÷ (1.400 − 800)Rp750
Bagian tetap sebulanRp1.850.000 − Rp750 × 1.400Rp800.000
Rumus listrikbiaya = Rp800.000 + Rp750 × unitpada 1.000 unit: Rp1.550.000

Contoh 2 — memecah tagihan listrik.

  1. Bulan sepi: 800 unit, tagihan Rp1.400.000. Bulan ramai: 1.400 unit, tagihan Rp1.850.000.
  2. Biaya variabel = (Rp1.850.000 − Rp1.400.000) ÷ (1.400 − 800) = Rp450.000 ÷ 600 = Rp750 per unit.
  3. Bagian tetap = Rp1.850.000 − Rp750 × 1.400 = Rp1.850.000 − Rp1.050.000 = Rp800.000 sebulan.
  4. Pemeriksaan pada bulan sepi: Rp800.000 + Rp750 × 800 = Rp1.400.000, sama dengan tagihannya.

Metode ini sederhana, tetapi hanya memakai dua titik data. Pilih dua bulan yang mewakili kondisi normal. Hindari bulan dengan kenaikan tarif, kerusakan mesin, atau libur panjang. Bila hasil bagian tetap negatif, atau tagihan justru turun saat volume naik, alat di atas menampilkan peringatan karena kedua bulan itu tidak mencerminkan perilaku biaya yang biasa.

Biaya overhead adalah apa, dan kapan masuk HPP

Biaya overhead adalah biaya yang tidak bisa ditelusuri langsung ke satu unit produk, tetapi tetap diperlukan untuk menjalankan usaha. Istilah ini dipakai untuk dua kelompok berbeda, dan banyak penjelasan mencampur keduanya.

Overhead produksi

Overhead produksi terjadi di tempat produk dibuat, seperti gas dan listrik dapur, penyusutan oven dan mesin jahit, sewa ruang produksi, serta perlengkapan kecil yang habis dipakai. SAK EMKM paragraf 9.4 memasukkan biaya konversi ke biaya perolehan persediaan, sehingga overhead produksi menjadi bagian dari HPP. Overhead produksi bisa berupa biaya tetap, seperti sewa dapur, atau biaya variabel, seperti gas.

Overhead umum dan penjualan

Overhead umum terjadi di luar produksi, misalnya listrik toko dan kantor, internet, gaji admin, alat tulis, dan biaya bank. Biaya ini adalah beban usaha dan dikurangkan sesudah laba kotor. Biaya ini tidak masuk HPP, sehingga tidak ikut dinilai sebagai persediaan ketika barang belum terjual.

Pemisahan ini berpengaruh langsung pada harga. Usaha yang memasukkan seluruh overhead ke HPP akan melihat HPP per unit yang terlalu tinggi. Usaha yang tidak memasukkan overhead produksi sama sekali akan melihat HPP yang terlalu rendah. Pada usaha rumahan yang dapur dan tokonya satu tempat, bagi tagihan bersama menurut porsi pemakaiannya, misalnya menurut luas ruangan atau jam pemakaian alat.

Biaya produksi dan biaya operasional

Biaya produksi adalah seluruh biaya untuk membuat produk dalam satu periode, yaitu bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi. Setelah dikoreksi dengan perubahan persediaan barang jadi, biaya produksi menjadi HPP. Biaya operasional, yang dalam laporan laba rugi disebut beban usaha, adalah biaya untuk menjual produk dan menjalankan usaha di luar produksi, seperti gaji penjual dan admin, sewa toko, pemasaran, komisi platform, dan pengiriman ke pembeli.

Contoh 3 — satu usaha, dua pembagian sekaligus. Usaha roti rumahan dengan dapur di belakang dan etalase di depan.

  1. Tepung dan mentega adalah biaya produksi yang variabel.
  2. Sewa dapur adalah biaya produksi yang tetap, dan masuk HPP sebagai overhead produksi.
  3. Komisi aplikasi pesan-antar adalah biaya operasional yang variabel.
  4. Gaji penjaga etalase adalah biaya operasional yang tetap.

Pembagian produksi dan operasional dipakai untuk menyusun HPP dan laporan laba rugi di kalkulator laba bersih. Pembagian tetap dan variabel dipakai untuk titik impas dan keputusan volume. Keduanya bisa diterapkan pada daftar biaya yang sama.

Memakai pilahan biaya untuk BEP dan harga

Hasil alat di atas memberi dua angka yang dibutuhkan kalkulator titik impas: biaya tetap sebulan dan biaya variabel per unit. Tautan di bawah hasil membuka kalkulator BEP dengan kedua angka itu sudah terisi, sehingga kamu hanya perlu memasukkan harga jual. Biaya variabel per unit juga membantu memeriksa harga. Harga yang tidak lebih besar dari biaya variabel per unit tidak akan pernah menutup biaya tetap, berapa pun volumenya. Untuk menetapkan harga dari target laba setelah komisi dan pajak, gunakan kalkulator harga jual.

Bila kamu membayar PPh final 0,5% atas omzet, pajak itu juga berperilaku seperti biaya variabel karena naik bersama penjualan. Pajak ini tidak dimasukkan ke daftar biaya di atas, karena kalkulator BEP punya pilihan tersendiri untuk menghitungnya.

Kesalahan umum memilah biaya

  1. Memilah menurut besar biaya, bukan perilakunya. Biaya yang besar belum tentu tetap. Bahan baku sering menjadi biaya terbesar dan tetap termasuk biaya variabel.
  2. Menganggap listrik seluruhnya tetap atau seluruhnya variabel. Pecah dengan dua bulan data.
  3. Memakai biaya per unit dari bulan sepi untuk menetapkan harga. Biaya tetap per unit pada 700 unit dua kali lipat dari 1.400 unit.
  4. Memasukkan cicilan pokok pinjaman sebagai biaya tetap. Hanya bunganya yang menjadi beban.
  5. Menyamakan overhead dengan biaya operasional. Overhead produksi masuk HPP, sedangkan overhead umum tidak.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Apa perbedaan biaya tetap dan biaya variabel?
Biaya tetap jumlah totalnya dalam sebulan tidak berubah ketika penjualan naik atau turun, misalnya sewa, gaji bulanan, dan penyusutan. Biaya variabel jumlah totalnya naik sebanding dengan unit yang dibuat atau dijual, misalnya bahan baku, kemasan, dan komisi per transaksi. Per unit keadaannya terbalik: biaya tetap per unit turun saat volume naik, sedangkan biaya variabel per unit tetap sama.
Apa saja contoh biaya variabel di usaha makanan?
Bahan baku seperti daging, sayur, beras, dan bumbu; minyak goreng; gas untuk memasak; kemasan seperti box, plastik, dan sendok; upah borongan per porsi; komisi aplikasi pesan-antar; dan ongkos kirim yang ditanggung penjual. Semua biaya ini bertambah setiap kali ada porsi yang dibuat atau terjual. Sewa tempat dan gaji bulanan tidak termasuk, karena jumlahnya tetap setiap bulan.
Biaya overhead adalah biaya tetap atau variabel?
Bisa keduanya. Overhead adalah biaya yang tidak menempel langsung pada satu unit produk. Sewa dapur dan penyusutan mesin adalah overhead yang tetap, sedangkan gas memasak dan listrik mesin adalah overhead yang cenderung variabel. Yang perlu dipisahkan untuk HPP adalah overhead produksi, yang masuk HPP, dan overhead umum seperti internet kantor, yang menjadi beban usaha.
Apakah biaya operasional sama dengan biaya tetap?
Tidak. Biaya operasional adalah biaya untuk menjual dan menjalankan usaha di luar produksi, sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah menurut volume. Biaya operasional bisa tetap, seperti gaji admin dan sewa toko, atau variabel, seperti komisi marketplace dan ongkos kirim ke pembeli. Kedua pembagian itu menjawab pertanyaan yang berbeda dan dapat dipakai bersamaan.
Bagaimana cara menghitung biaya produksi per bulan?
Jumlahkan bahan baku yang terpakai, upah orang yang membuat produk, dan overhead produksi seperti gas, listrik mesin, penyusutan alat, dan sewa ruang produksi. Hasilnya biaya produksi sebulan. Bagi dengan unit jadi untuk mendapat biaya produksi per unit, lalu sesuaikan dengan perubahan stok barang jadi untuk mendapat HPP. Kalkulator HPP di klaster ini menghitung langkah tersebut.
Kenapa hasil metode titik tertinggi-terendah bisa negatif?
Karena dua bulan yang dipilih tidak mengikuti pola biaya yang biasa. Contohnya, tarif listrik naik di antara dua bulan itu, ada tagihan susulan, atau bulan bervolume tinggi justru punya hari kerja lebih sedikit. Pilih dua bulan lain yang kondisinya normal. Bila datanya cukup banyak, rata-ratakan beberapa bulan sepi dan beberapa bulan ramai untuk hasil yang lebih stabil.
Apakah daftar biaya yang saya isi disimpan?
Tidak. Nama dan jumlah biaya hanya diproses di browsermu, tidak ada login, dan tidak ada data yang dikirim ke server calcuid. Tautan ke kalkulator BEP membawa dua angka ringkas, yaitu biaya tetap dan biaya variabel per unit, lewat alamat halaman. Nama biayanya tidak ikut dibawa, dan angka itu hanya dibaca browsermu sendiri.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Pilahan biaya, rumus, dan rujukan standar di halaman ini diperiksa terhadap SAK EMKM dan peraturan pajak yang dikutip.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait