Halaman ini menjawab apa itu biaya tetap dan biaya variabel, bagaimana memilah biaya usaha kecil ke dalam keduanya, dan bagaimana menangani biaya yang berada di antaranya. Alat di atas menjumlahkan biaya tetap sebulan dan biaya variabel per unit, lalu meneruskannya ke kalkulator titik impas. Bagian bawah juga membedakan biaya produksi, biaya operasional, dan biaya overhead.
Poin utama
- Biaya disebut tetap bila totalnya sebulan tidak berubah ketika volume naik atau turun, dan variabel bila totalnya naik sebanding dengan unit.
- Per unit, keadaannya terbalik. Biaya tetap per unit turun saat volume naik, sedangkan biaya variabel per unit tetap sama.
- Listrik dan air biasanya semi-variabel. Dua bulan data cukup untuk memecahnya dengan metode titik tertinggi-terendah.
- Tetap atau variabel adalah soal perilaku biaya. Masuk HPP atau beban usaha adalah soal tempat biaya itu terjadi. Sewa dapur produksi, misalnya, termasuk biaya tetap sekaligus masuk HPP.
Pengertian biaya tetap dan biaya variabel
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya dalam satu periode tidak berubah ketika jumlah produksi atau penjualan berubah. Sewa kios Rp3 juta sebulan tetap Rp3 juta, baik saat terjual 500 porsi maupun 2.000 porsi. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya naik dan turun sebanding dengan volume. Bila setiap porsi memakai kemasan Rp1.000, 500 porsi memerlukan Rp500.000 kemasan dan 2.000 porsi memerlukan Rp2 juta.
Kata "tetap" hanya berlaku dalam rentang volume dan periode tertentu. Sewa kios tetap selama kontraknya berjalan, tetapi ketika usaha membuka kios kedua, biaya tetapnya naik ke tingkat berikutnya. Gaji karyawan bulanan tetap selama tidak ada lembur. Karena itu biaya perlu dipilah untuk kondisi usaha sekarang, lalu dipilah ulang ketika skala usaha berubah.
Pohon keputusan di atas memakai dua pertanyaan untuk menentukan perilaku biaya dan satu pertanyaan untuk menentukan tempatnya di laporan. Satu biaya selalu punya dua sifat itu, dan keduanya tidak saling menentukan.
Contoh biaya tetap dan biaya variabel UMKM
Tabel berikut memilah biaya yang paling sering muncul di usaha kecil Indonesia. Pilahan ini tidak memuat angka rupiah, karena besarnya berbeda di setiap usaha. Yang ditunjukkan adalah perilaku biaya dan tempatnya di laporan.
| Biaya | Jenis | Alasan | Masuk ke mana |
|---|---|---|---|
| Sewa kios atau lapak bulanan | Tetap | dibayar sama besar berapa pun yang terjual | beban usaha, atau overhead produksi bila ruangnya dapur produksi |
| Gaji karyawan bulanan tetap | Tetap | tidak berubah bila penjualan naik atau turun | tenaga kerja langsung (HPP) bila ia membuat produk; beban usaha bila kasir/admin |
| Upah harian atau borongan per produk | Variabel | bertambah sebanding jumlah yang dibuat | tenaga kerja langsung, masuk HPP |
| Bahan baku | Variabel | setiap unit memakai bahan | HPP |
| Kemasan, stiker, sendok plastik | Variabel | satu set per unit terjual | HPP |
| Gas LPG untuk memasak | Variabel | habis sebanding jumlah masakan | overhead produksi, masuk HPP |
| Listrik | Semi-variabel | ada abonemen tetap, sisanya naik dengan jam mesin | pecah dengan metode titik tertinggi-terendah |
| Paket internet dan telepon | Tetap | tarif paket bulanan | beban usaha |
| Komisi marketplace atau aplikasi pesan-antar | Variabel | persentase dari setiap penjualan | beban penjualan, bukan HPP |
| Ongkos kirim ke pembeli yang ditanggung penjual | Variabel | per pesanan | beban penjualan |
| Cicilan KUR (pokok) | Bukan biaya | pelunasan utang, bukan beban laba rugi | hanya bunganya yang beban keuangan |
| Bunga KUR | Tetap | terjadwal, tidak mengikuti penjualan | beban keuangan |
| Penyusutan kompor, freezer, mesin | Tetap | dihitung per bulan dari umur alat | overhead produksi bila alat produksi |
| Iklan berbayar per bulan | Tetap | anggaran ditetapkan di muka | beban usaha |
| Iklan bayar per klik atau per penjualan | Variabel | naik dengan klik atau penjualan | beban penjualan |
| Air PDAM | Semi-variabel | biaya beban tetap plus pemakaian | pecah seperti listrik |
| Gaji pemilik yang diambil rutin | Tetap | diambil sama besar tiap bulan | beban usaha agar laba tidak tampak lebih besar |
| PPh final 0,5% | Variabel | 0,5% dari setiap rupiah omzet (bagi badan) | pajak, bukan HPP; dalam BEP diperlakukan seperti biaya variabel |
Beberapa baris memerlukan penjelasan tambahan. Upah bisa tetap atau variabel tergantung cara membayarnya. Gaji bulanan termasuk biaya tetap, sedangkan upah borongan per potong atau per porsi termasuk biaya variabel. Iklan juga bergantung pada cara membelinya. Anggaran bulanan tetap berbeda dari iklan yang dibayar per klik. Cicilan pokok pinjaman bukan biaya dan tidak dipilah ke kelompok mana pun, karena hanya bunganya yang menjadi beban. Kami juga tidak mengulang anggapan umum bahwa biaya tetap selalu lebih besar dari biaya variabel. Pada kebanyakan usaha makanan, bahan baku yang variabel justru merupakan porsi terbesar.
Biaya tetap per unit dan volume
Dilihat sebagai total sebulan, biaya tetap berbentuk garis datar dan biaya variabel berbentuk garis naik. Dilihat per unit, hubungannya terbalik. Biaya tetap dibagi ke lebih banyak unit ketika volume naik, sehingga biaya tetap per unit turun. Biaya variabel per unit tetap sama berapa pun volumenya. Perbedaan cara pandang ini sering membuat pemilik usaha keliru membaca laporan biayanya.
| Unit sebulan | Biaya tetap per unit | Biaya variabel per unit | Biaya total per unit | Biaya total sebulan |
|---|---|---|---|---|
| 500 | Rp15.600 | Rp8.179 | Rp23.779 | Rp11.889.286 |
| 1.000 | Rp7.800 | Rp8.179 | Rp15.979 | Rp15.978.571 |
| 1.400 | Rp5.571 | Rp8.179 | Rp13.750 | Rp19.250.000 |
| 2.000 | Rp3.900 | Rp8.179 | Rp12.079 | Rp24.157.143 |
| 3.000 | Rp2.600 | Rp8.179 | Rp10.779 | Rp32.335.714 |
Contoh 1 — memilah biaya usaha contoh di alat di atas.
- Biaya tetap: sewa Rp3.000.000 + gaji karyawan tetap Rp4.000.000 + bagian tetap listrik Rp800.000 = Rp7.800.000 sebulan.
- Biaya variabel: bahan baku Rp9.000.000 + kemasan Rp1.400.000 + bagian variabel listrik Rp1.050.000 = Rp11.450.000 pada 1.400 unit.
- Biaya variabel per unit = Rp11.450.000 ÷ 1.400 = Rp8.178,57.
- Biaya total per unit pada 1.400 unit = Rp7.800.000 ÷ 1.400 + Rp8.178,57 = Rp5.571,43 + Rp8.178,57 = Rp13.750.
- Pada 700 unit, biaya total per unit menjadi Rp11.142,86 + Rp8.178,57 = Rp19.321,43. Pada 2.800 unit, turun menjadi Rp10.964,29.
Karena itu biaya per unit dari satu bulan tidak bisa langsung dipakai sebagai HPP untuk menetapkan harga. Biaya per unit Rp13.750 hanya berlaku pada 1.400 unit. Hubungan ini juga menjadi dasar alokasi overhead di kalkulator HPP, yang menunjukkan bagaimana bulan sepi menaikkan HPP per unit.
Biaya semi-variabel dan metode titik tertinggi-terendah
Tagihan listrik usaha terdiri dari bagian yang dibayar walaupun dapur tutup, seperti biaya beban dan pemakaian lampu atau freezer, dan bagian yang naik bersama jam kerja mesin. Biaya seperti ini disebut semi-variabel. Untuk analisis titik impas, biaya ini perlu dipecah menjadi bagian tetap dan bagian variabel per unit.
Metode titik tertinggi-terendah memakai dua bulan data, yaitu bulan dengan volume paling rendah dan bulan dengan volume paling tinggi. Selisih tagihan dibagi selisih volume menghasilkan biaya variabel per unit. Tagihan pada salah satu bulan dikurangi bagian variabelnya menghasilkan bagian tetap.
Bagian tetap = tagihan bulan tinggi − biaya variabel per unit × unit bulan tinggi
| Langkah | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Bulan volume terendah | 800 unit, tagihan Rp1.400.000 | |
| Bulan volume tertinggi | 1.400 unit, tagihan Rp1.850.000 | |
| Biaya variabel per unit | (Rp1.850.000 − Rp1.400.000) ÷ (1.400 − 800) | Rp750 |
| Bagian tetap sebulan | Rp1.850.000 − Rp750 × 1.400 | Rp800.000 |
| Rumus listrik | biaya = Rp800.000 + Rp750 × unit | pada 1.000 unit: Rp1.550.000 |
Contoh 2 — memecah tagihan listrik.
- Bulan sepi: 800 unit, tagihan Rp1.400.000. Bulan ramai: 1.400 unit, tagihan Rp1.850.000.
- Biaya variabel = (Rp1.850.000 − Rp1.400.000) ÷ (1.400 − 800) = Rp450.000 ÷ 600 = Rp750 per unit.
- Bagian tetap = Rp1.850.000 − Rp750 × 1.400 = Rp1.850.000 − Rp1.050.000 = Rp800.000 sebulan.
- Pemeriksaan pada bulan sepi: Rp800.000 + Rp750 × 800 = Rp1.400.000, sama dengan tagihannya.
Metode ini sederhana, tetapi hanya memakai dua titik data. Pilih dua bulan yang mewakili kondisi normal. Hindari bulan dengan kenaikan tarif, kerusakan mesin, atau libur panjang. Bila hasil bagian tetap negatif, atau tagihan justru turun saat volume naik, alat di atas menampilkan peringatan karena kedua bulan itu tidak mencerminkan perilaku biaya yang biasa.
Biaya overhead adalah apa, dan kapan masuk HPP
Biaya overhead adalah biaya yang tidak bisa ditelusuri langsung ke satu unit produk, tetapi tetap diperlukan untuk menjalankan usaha. Istilah ini dipakai untuk dua kelompok berbeda, dan banyak penjelasan mencampur keduanya.
Overhead produksi
Overhead produksi terjadi di tempat produk dibuat, seperti gas dan listrik dapur, penyusutan oven dan mesin jahit, sewa ruang produksi, serta perlengkapan kecil yang habis dipakai. SAK EMKM paragraf 9.4 memasukkan biaya konversi ke biaya perolehan persediaan, sehingga overhead produksi menjadi bagian dari HPP. Overhead produksi bisa berupa biaya tetap, seperti sewa dapur, atau biaya variabel, seperti gas.
Overhead umum dan penjualan
Overhead umum terjadi di luar produksi, misalnya listrik toko dan kantor, internet, gaji admin, alat tulis, dan biaya bank. Biaya ini adalah beban usaha dan dikurangkan sesudah laba kotor. Biaya ini tidak masuk HPP, sehingga tidak ikut dinilai sebagai persediaan ketika barang belum terjual.
Pemisahan ini berpengaruh langsung pada harga. Usaha yang memasukkan seluruh overhead ke HPP akan melihat HPP per unit yang terlalu tinggi. Usaha yang tidak memasukkan overhead produksi sama sekali akan melihat HPP yang terlalu rendah. Pada usaha rumahan yang dapur dan tokonya satu tempat, bagi tagihan bersama menurut porsi pemakaiannya, misalnya menurut luas ruangan atau jam pemakaian alat.
Biaya produksi dan biaya operasional
Biaya produksi adalah seluruh biaya untuk membuat produk dalam satu periode, yaitu bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi. Setelah dikoreksi dengan perubahan persediaan barang jadi, biaya produksi menjadi HPP. Biaya operasional, yang dalam laporan laba rugi disebut beban usaha, adalah biaya untuk menjual produk dan menjalankan usaha di luar produksi, seperti gaji penjual dan admin, sewa toko, pemasaran, komisi platform, dan pengiriman ke pembeli.
Contoh 3 — satu usaha, dua pembagian sekaligus. Usaha roti rumahan dengan dapur di belakang dan etalase di depan.
- Tepung dan mentega adalah biaya produksi yang variabel.
- Sewa dapur adalah biaya produksi yang tetap, dan masuk HPP sebagai overhead produksi.
- Komisi aplikasi pesan-antar adalah biaya operasional yang variabel.
- Gaji penjaga etalase adalah biaya operasional yang tetap.
Pembagian produksi dan operasional dipakai untuk menyusun HPP dan laporan laba rugi di kalkulator laba bersih. Pembagian tetap dan variabel dipakai untuk titik impas dan keputusan volume. Keduanya bisa diterapkan pada daftar biaya yang sama.
Memakai pilahan biaya untuk BEP dan harga
Hasil alat di atas memberi dua angka yang dibutuhkan kalkulator titik impas: biaya tetap sebulan dan biaya variabel per unit. Tautan di bawah hasil membuka kalkulator BEP dengan kedua angka itu sudah terisi, sehingga kamu hanya perlu memasukkan harga jual. Biaya variabel per unit juga membantu memeriksa harga. Harga yang tidak lebih besar dari biaya variabel per unit tidak akan pernah menutup biaya tetap, berapa pun volumenya. Untuk menetapkan harga dari target laba setelah komisi dan pajak, gunakan kalkulator harga jual.
Bila kamu membayar PPh final 0,5% atas omzet, pajak itu juga berperilaku seperti biaya variabel karena naik bersama penjualan. Pajak ini tidak dimasukkan ke daftar biaya di atas, karena kalkulator BEP punya pilihan tersendiri untuk menghitungnya.
Kesalahan umum memilah biaya
- Memilah menurut besar biaya, bukan perilakunya. Biaya yang besar belum tentu tetap. Bahan baku sering menjadi biaya terbesar dan tetap termasuk biaya variabel.
- Menganggap listrik seluruhnya tetap atau seluruhnya variabel. Pecah dengan dua bulan data.
- Memakai biaya per unit dari bulan sepi untuk menetapkan harga. Biaya tetap per unit pada 700 unit dua kali lipat dari 1.400 unit.
- Memasukkan cicilan pokok pinjaman sebagai biaya tetap. Hanya bunganya yang menjadi beban.
- Menyamakan overhead dengan biaya operasional. Overhead produksi masuk HPP, sedangkan overhead umum tidak.
Sumber dan dasar hukum
- Ikatan Akuntan Indonesia, SAK EMKM, Bab 9 Persediaan, paragraf 9.4 (biaya perolehan persediaan mencakup biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi siap digunakan) dan 9.9. iaiglobal.or.id. Diperiksa 14 September 2026.
- PP 55/2022 s.t.d.d. PP 20/2026 — PPh final 0,5% atas peredaran bruto, yang dalam analisis biaya berperilaku sebagai biaya variabel. JDIH Kemenkeu (PDF). Diperiksa 14 September 2026.
- Metode titik tertinggi-terendah dan pemilahan perilaku biaya — metode akuntansi biaya yang umum dipakai. Tidak ada angka peraturan di dalamnya, dan semua rupiah di halaman ini adalah contoh.
- Cara kami memeriksa angka: Metodologi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa perbedaan biaya tetap dan biaya variabel?
Apa saja contoh biaya variabel di usaha makanan?
Biaya overhead adalah biaya tetap atau variabel?
Apakah biaya operasional sama dengan biaya tetap?
Bagaimana cara menghitung biaya produksi per bulan?
Kenapa hasil metode titik tertinggi-terendah bisa negatif?
Apakah daftar biaya yang saya isi disimpan?
Ditinjau oleh Deepak Middha
Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Pilahan biaya, rumus, dan rujukan standar di halaman ini diperiksa terhadap SAK EMKM dan peraturan pajak yang dikutip.