Cara menghitung HPP makanan per porsi dari resep, lengkap dengan konversi satuan

HPP makanan per porsi = (biaya bahan satu batch setelah susut + gas, listrik, dan tenaga kerja) ÷ porsi layak jual + kemasan per porsi. Ubah dulu harga beli ke satuan pakai: 1 kg = 1.000 g dan 1 liter = 1.000 ml, lalu bagi jumlah pakai dengan (1 − persen susut).

Isi harga seperti di nota belanja, misalnya Rp60.000 untuk 1 kg, lalu isi jumlah yang dipakai dalam satuan dapur, misalnya 250 g. Kalkulator yang mengonversi satuannya. Resep contoh sudah terisi.

Jam kerja × upah per jam, termasuk jam pemilik bila ikut memasak.

Resep dan harga tidak dikirim ke mana pun. Kalkulator berjalan di browsermu, tanpa login.

Halaman ini menjawab cara menghitung HPP makanan ketika bahan dibeli per kilogram, per liter, atau per pak, tetapi dipakai per gram, per mililiter, atau per butir. Kalkulatornya menghitung satu baris untuk setiap bahan, mengoreksi bahan yang hilang saat diolah, membagi biaya batch ke porsi yang benar-benar laku, lalu memberi harga jual pada target margin.

Berat1 kg = 1.000 gawalan kilo = 10³, SI Brochure BIPM
Volume1 L = 1.000 ml1 L = 1 dm³, SI Brochure Tabel 8
Koreksi susutpakai ÷ (1 − susut)jumlah yang harus dibeli
PBJT makananmaks. 10%tarif pasti per Perda, UU 1/2022 Pasal 58

Poin utama

  • Hitung dari harga per satuan dasar. Rp60.000 per kg berarti Rp60 per gram, dan resep yang memakai 250 g ayam memakai Rp15.000 bahan sebelum susut.
  • Susut 10% berarti kamu harus membeli 3,33 kg untuk mendapat 3 kg bersih, bukan 3,3 kg. Pembaginya (1 − susut), bukan dikali (1 + susut).
  • Porsi yang tidak terjual tidak menambah belanja, tetapi membagi biaya batch ke porsi yang lebih sedikit. Pada resep contoh, 15% porsi terbuang menaikkan HPP dari Rp13.111 menjadi Rp15.160.
  • Makanan yang disajikan restoran, warung, atau katering bukan objek PPN. Pajak konsumennya PBJT dengan tarif menurut Perda.
Data per 14 September 2026

Rumus HPP makanan per porsi

Usaha makanan adalah usaha produksi berskala kecil. Rumus umumnya sama dengan yang dijelaskan di kalkulator HPP, yaitu bahan ditambah tenaga kerja ditambah overhead. Bedanya ada pada satuan. Pabrik menghitung per bulan, sedangkan dapur menghitung per resep. Karena itu satuan hitung yang paling berguna untuk warung, katering rumahan, dan penjual makanan beku adalah satu batch, yaitu satu kali masak dengan resep yang sama.

Biaya bahan per baris = (jumlah pakai ÷ (1 − susut)) × (harga beli ÷ isi kemasan)
Biaya batch = Σ biaya bahan + gas dan listrik + tenaga kerja
Porsi layak jual = hasil per batch × (1 − porsi terbuang)
HPP per porsi = biaya batch ÷ porsi layak jual + kemasan per porsi

Setiap bagian rumus menjawab satu kebocoran biaya yang biasa terlewat. Pembagian dengan isi kemasan menyelesaikan masalah satuan. Faktor susut menghitung kulit bawang, tulang ayam, dan tepung sisa baluran yang ikut dibeli tetapi tidak sampai ke piring. Porsi layak jual menghitung porsi gosong, contoh untuk pelanggan, dan sisa di etalase pada malam hari. Kemasan ditambahkan setelah pembagian karena box dan sendok hanya dipakai untuk porsi yang terjual.

Konversi satuan beli ke satuan pakai

Nota belanja dan buku resep hampir tidak pernah memakai satuan yang sama. Minyak dibeli per jeriken 2 liter tetapi dituang per 100 ml, cabai dibeli per kilogram tetapi ditimbang per 50 gram, dan kerupuk dibeli per bal isi 50 tetapi disajikan satu per porsi. Kalkulator mengubah harga beli ke harga per satuan dasar di dalam jenis yang sama, yaitu gram untuk berat, mililiter untuk volume, dan pcs untuk jumlah. Setelah itu jumlah pakai dikalikan dengan harga tersebut.

Faktor konversi yang dipakai kalkulator, dari /data/umkm/satuan.json. Baris bertanda belum terverifikasi tetap bisa dipilih, dengan status yang sama tampil di kalkulator.
SatuanDimensiFaktorSama denganSumber
1 grammassa11 gSI Brochure edisi ke-9, satuan dasar
1 kilogrammassa1.0001.000 gSI Brochure edisi ke-9, Tabel 7 (awalan kilo = 10^3)
1 onsmassa100100 gKBBI (ons = 100 gram) — belum terverifikasi
1 mililitervolume11 mlSI Brochure edisi ke-9, Tabel 7 (awalan mili = 10^-3)
1 litervolume1.0001.000 mlSI Brochure edisi ke-9, Tabel 8 (1 L = 1 dm3) dan Tabel 7
1 pcs / buah / butirjumlah11 pcssatuan hitungan dasar kalkulator
1 lusinjumlah1212 pcsKBBI (lusin = satuan jumlah 12 buah) — belum terverifikasi
1 kodijumlah2020 pcsKBBI (kodi = 20 lembar/buah) — belum terverifikasi
1 grosjumlah144144 pcsKBBI (gros = 12 lusin) — belum terverifikasi

Konversi antarjenis sengaja ditolak. Satu liter minyak goreng tidak sama beratnya dengan satu liter santan atau satu liter madu, dan tidak ada satu angka massa jenis yang benar untuk semuanya. Bila resepmu memakai "gelas" atau "sendok makan", timbang sekali takaran itu dengan timbangan dapur, catat beratnya dalam gram, lalu pakai gram di kalkulator. Satuan ons dalam kebiasaan pasar di Indonesia berarti 100 gram, berbeda dengan ounce internasional yang sekitar 28 gram. Nilai 100 gram itu, bersama lusin, kodi, dan gros, masih kami tandai belum terverifikasi karena situs resmi KBBI tidak dapat kami jangkau saat pemeriksaan.

Cara menghitung harga pokok produksi makanan langkah demi langkah

Contoh di bawah adalah resep yang terisi di kalkulator: ayam geprek, satu batch 40 porsi. Harga belanjanya adalah angka contoh untuk menunjukkan hitungan, bukan harga pasar di kota tertentu. Ganti dengan nota belanjamu sendiri.

Dari nota belanja sampai HPP per porsi1. Harga per kemasanRp60.000 / 1 kg ayamangka di nota belanja, dalam satuan belikonversi satuan2. Harga per satuan dasarRp60 per gram1 kg = 1.000 g, jadi Rp60.000 ÷ 1.0003. Jumlah dibeli setelah susut3.333,3 gresep butuh 3.000 g bersih, susut 10%: 3.000 ÷0,94. Biaya semua bahan satu batchRp392.438tujuh baris bahan dijumlahkan5. + Gas, listrik, tenaga kerjaRp464.438Rp12.000 + Rp60.000 per batch=6. ÷ Porsi layak jualRp12.222 per porsi40 porsi, 5% terbuang → 38 porsi=7. + Kemasan = HPP per porsiRp13.722kemasan Rp1.500 per porsi yang terjual
Angka dari resep contoh di halaman ini. Urutan langkahnya sama dengan urutan hitung kalkulator, sehingga setiap angka di diagram bisa dicocokkan dengan tabel hasil.
Resep contoh ayam geprek, satu batch 40 porsi. Harga beli adalah angka contoh; ganti dengan nota belanjamu di kalkulator.
BahanHarga beliPakai per batchSusutHarga per satuan dasarJumlah dibeliBiaya
Dada ayam filletRp60.000 / 1 kg3 kg10%Rp60/g3.333,3 gRp200.000
Tepung bumbuRp15.000 / 500 g800 g25%Rp30/g1.066,7 gRp32.000
Minyak gorengRp38.000 / 2 liter1.500 ml0%Rp19/ml1.500 mlRp28.500
Cabai rawitRp80.000 / 1 kg600 g5%Rp80/g631,6 gRp50.526
BerasRp70.000 / 5 kg4 kg0%Rp14/g4.000 gRp56.000
Bawang putihRp40.000 / 1 kg200 g15%Rp40/g235,3 gRp9.412
KerupukRp20.000 / 50 pcs40 pcs0%Rp400/pcs40 pcsRp16.000
Total bahanRp392.438

Contoh 1 — ayam geprek, 40 porsi per batch.

  1. Ayam fillet Rp60.000 per kg berarti Rp60 per gram. Resep butuh 3 kg bersih dan susutnya 10%, jadi yang dibeli 3.000 ÷ 0,9 = 3.333,3 g. Biayanya 3.333,3 × Rp60 = Rp200.000.
  2. Minyak goreng Rp38.000 per 2 liter berarti Rp19 per ml. Pemakaian 1.500 ml bernilai Rp28.500. Minyak yang tersisa dan dipakai lagi besok tidak dihitung hari ini.
  3. Tujuh baris bahan dijumlahkan menjadi Rp392.438. Dari angka itu, Rp31.938 adalah nilai bahan yang hilang karena susut.
  4. Gas dan listrik Rp12.000 serta tenaga kerja Rp60.000 ditambahkan, sehingga biaya batch menjadi Rp464.438.
  5. Dari 40 porsi, 5% tidak layak jual, jadi porsi layak jual 38. Biaya per porsi = Rp464.438 ÷ 38 = Rp12.222,05.
  6. Ditambah kemasan Rp1.500, HPP per porsi Rp13.722,05.
Susunan HPP per porsi dari resep contoh: 40 porsi per batch, 5% porsi tidak layak jual, jadi biaya batch dibagi 38 porsi.
KomponenDasarRupiah per porsiPorsi dari HPP
Bahan bakuRp392.438 ÷ 38 porsi layakRp10.327,3275,3%
Gas LPG dan listrikRp12.000 per batchRp315,792,3%
Tenaga kerjaRp60.000 per batchRp1.578,9511,5%
Kemasanbox, sendok, plastik per porsiRp1.50010,9%
HPP per porsiRp13.722,05100%

Pada resep ini bahan baku mengambil lebih dari tiga perempat HPP. Kondisi seperti ini umum pada usaha makanan. Kenaikan harga cabai atau ayam langsung terasa di margin, sedangkan menghemat gas hampir tidak berpengaruh. Tabel komposisi membantu menentukan harga bahan mana yang paling perlu dipantau.

Susut bahan dan porsi terbuang

Kalkulator memakai dua jenis kehilangan karena penyebab dan cara hitungnya berbeda. Susut bahan diisi per baris dan terjadi sebelum atau saat memasak, misalnya kulit dan bonggol, tulang, air yang keluar dari daging, atau minyak yang tertinggal di wajan. Angkanya diperoleh dengan menimbang: bahan mentah yang dibeli, lalu bagian yang benar-benar masuk resep. Porsi terbuang diisi sekali per batch dan terjadi sesudah masak, misalnya porsi gosong, porsi uji rasa, pesanan batal, dan sisa etalase yang tidak bisa dijual besok.

HPP per porsi menurut persentase porsi yang tidak terjual atau terbuangBahanGas & listrikTenaga kerjaKemasanRp0 rbRp5 rbRp10 rbRp15 rbRp20 rb0% terbuangRp13.1115% terbuangRp13.72210% terbuangRp14.40115% terbuangRp15.16020% terbuangRp16.014
Porsi yang terbuang tidak menambah belanja, tetapi membagi biaya batch ke porsi yang lebih sedikit. Kemasan tidak ikut naik karena hanya dipakai untuk porsi yang terjual. Dihitung dengan mesin kalkulator di atas dari resep contoh.

Contoh 2 — hari hujan, 15% porsi tidak terjual. Resep dan belanja sama dengan Contoh 1.

  1. Porsi layak jual = 40 × (1 − 0,15) = 34 porsi.
  2. Biaya batch tetap Rp464.438, jadi per porsi Rp464.438 ÷ 34 = Rp13.659,94. Ditambah kemasan, HPP per porsi = Rp15.159,94.
  3. Pada harga jual Rp23.000, margin turun dari 40,34% menjadi (Rp23.000 − Rp15.159,94) ÷ Rp23.000 = 34,09%.
  4. Kalau sisa itu bisa dijual keesokan harinya, isi porsi terbuang dengan angka yang benar-benar dibuang saja.

Kesalahan hitung yang paling sering adalah memakai (1 + susut). Untuk mendapat 3 kg bersih dengan susut 10%, 3 × 1,1 = 3,3 kg tidak cukup, karena 10% dari 3,3 kg adalah 0,33 kg dan yang tersisa hanya 2,97 kg. Jumlah yang benar adalah 3 ÷ 0,9 = 3,33 kg. Selisihnya kecil di satu bahan, tetapi terus bertambah pada setiap batch.

Gas, listrik, dan tenaga kerja per batch

Tagihan gas dan listrik datang per tabung atau per bulan, bukan per batch, sehingga harus dibagi. Cara paling praktis untuk gas adalah menghitung berapa batch yang bisa dimasak dari satu tabung, lalu membagi harga tabung yang kamu bayar dengan jumlah batch itu. Untuk listrik, ambil bagian tagihan bulanan yang dipakai dapur, seperti freezer, blender, dan rice cooker, lalu bagi dengan jumlah batch sebulan.

Contoh 3 — memperkirakan biaya per batch. Semua harga di bawah adalah angka contoh.

  1. Satu tabung gas yang dibeli Rp40.000 habis setelah 5 batch, jadi gas per batch = Rp8.000.
  2. Bagian tagihan listrik untuk peralatan dapur Rp100.000 sebulan dibagi 25 batch = Rp4.000.
  3. Gas dan listrik per batch = Rp12.000. Angka ini yang diisi di kalkulator.
  4. Dua orang bekerja 3 jam per batch dengan upah contoh Rp10.000 per jam, jadi tenaga kerja = 2 × 3 × Rp10.000 = Rp60.000.

Jam kerja pemilik harus dihitung walaupun tidak dibayar tunai. Bila tidak dihitung, harga yang terbentuk hanya bertahan selama pemilik mau bekerja gratis, dan langsung terasa rugi ketika usaha mulai menggaji orang. Upah minimum di kabupaten atau kotamu bisa dipakai sebagai pembanding upah per jam. Angkanya tersedia di halaman upah minimum. Bila karyawan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, iuran bagian pemberi kerja juga termasuk biaya tenaga kerja. Rinciannya ada di kalkulator iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Harga jual makanan dari HPP per porsi

Setelah HPP per porsi diketahui, harga dapat ditentukan dari margin, yaitu laba sebagai bagian dari harga jual, atau dari markup, yaitu laba sebagai bagian dari HPP. Keduanya sering tertukar. Pada resep contoh, margin 40% memerlukan harga Rp22.870, yang setara dengan markup 66,7%. Kalkulator membulatkan harga ke atas ke kelipatan Rp500 dan menghitung ulang marginnya.

Harga jual per porsi untuk HPP Rp13.722,05 pada beberapa target margin, dibulatkan ke atas ke Rp500, beserta markup yang setara.
Target marginHarga tepatHarga dibulatkanMargin setelah dibulatkanMarkup setaraFood cost bahan
30%Rp19.603Rp20.00031,4%45,8%51,6%
40%Rp22.870Rp23.00040,3%67,6%44,9%
50%Rp27.444Rp27.50050,1%100,4%37,6%
60%Rp34.305Rp34.50060,2%151,4%29,9%

Kolom food cost bahan adalah biaya bahan per porsi dibagi harga jual. Pemilik restoran memakai rasio ini untuk memantau harga bahan dari minggu ke minggu. Kami sengaja tidak mencantumkan angka food cost yang dianggap normal karena belum menemukan sumber yang dapat dikutip untuk usaha makanan di Indonesia. Bandingkan rasio usahamu dengan angkamu sendiri dari bulan sebelumnya, bukan dengan patokan dari artikel. Bila kamu menjual lewat aplikasi pesan-antar, harga pada tabel ini masih kurang karena komisi dipotong dari harga jual. Kalkulator harga jual menghitung harga mundur dari target laba bersih setelah komisi dan pajak.

PBJT, PPN, dan PPh final untuk usaha makanan

Tiga pajak sering disebut untuk usaha makanan, dan ketiganya bekerja dengan cara berbeda. PBJT atas makanan dan minuman, dulu sering disebut PB1 atau pajak restoran, adalah pajak daerah menurut UU 1/2022. Tarifnya paling tinggi 10% dan angka pastinya ditetapkan Perda kabupaten atau kota. Dasar pengenaannya jumlah yang dibayar konsumen, dan penjual dengan peredaran usaha di bawah batas Perda dikecualikan. Batas itu berbeda antardaerah dan tidak ada angka nasional.

Makanan dan minuman yang disajikan hotel, restoran, rumah makan, warung, dan jasa boga atau katering bukan objek PPN menurut UU PPN Pasal 4A ayat (2) huruf c, karena sudah menjadi objek pajak daerah. Jadi PBJT dan PPN tidak dikenakan bersamaan atas makanan yang sama. Pengecualian ini tidak mencakup makanan kemasan yang dijual lewat toko oleh pengusaha kena pajak.

Pajak yang mungkin melekat pada harga makanan, siapa yang menanggung, dan dasar hukumnya.
PajakBerlaku untukTarifDasar pengenaanDasar hukum
PBJT makanan dan minumanrestoran, rumah makan, warung dengan layanan penyajian, jasa boga dan kateringpaling tinggi 10%; tarif pasti menurut Perdajumlah yang dibayar konsumenUU 1/2022 Pasal 50, 51, 57, 58
PPNtidak berlaku atas makanan dan minuman yang disajikan restoran, warung, dan kateringUU PPN Pasal 4A ayat (2) huruf c
PPNmakanan kemasan yang dijual PKP lewat toko atau distributor12% × 11/12 = 11% dari harga jualharga jualUU PPN Pasal 7 ayat (1); PMK 131/2024 Pasal 3
PPh finalpenjual orang pribadi, perseroan perorangan, koperasi dengan peredaran bruto sampai Rp4,8 miliar0,5% dari omzet; Rp500 juta pertama bebas bagi orang pribadiperedaran bruto sebelum potonganPP 55/2022 s.t.d.d. PP 20/2026

PPh final 0,5% dikenakan kepada penjualnya, bukan kepada pembeli. Sejak PP 20/2026 berlaku pada 22 April 2026, tarif ini dapat dipakai orang pribadi dan perseroan perorangan tanpa batas waktu selama omzet setahun tidak melebihi Rp4,8 miliar. Orang pribadi tidak dikenai pajak atas Rp500 juta pertama omzet setahun. Dampak ketiga pajak pada harga jual dihitung di kalkulator harga jual.

Kesalahan umum menghitung HPP makanan

  1. Mengalikan harga per kg dengan jumlah gram. Rp60.000 × 250 = Rp15 juta. Ubah dulu ke harga per gram, sehingga Rp60 × 250 = Rp15.000.
  2. Menghitung susut dengan (1 + susut). Hasilnya selalu sedikit kurang dari jumlah yang perlu dibeli.
  3. Membagi biaya batch dengan porsi teoretis. Porsi yang dibuang tetap harus dibayar oleh porsi yang terjual.
  4. Lupa bahan kecil. Garam, penyedap, plastik, karet, dan tusuk gigi masing-masing kecil, tetapi jumlahnya bisa melebihi Rp500 per porsi. Tambahkan satu baris "bumbu dan pelengkap" dengan perkiraan per batch.
  5. Menetapkan harga dari markup lalu menyebutnya margin. Markup 40% hanya menghasilkan margin 28,6%.

Yang tidak dihitung kalkulator ini

Kalkulator menghitung biaya produksi per porsi, bukan seluruh biaya usaha. Sewa tempat, gaji kasir, iklan, dan penyusutan peralatan besar tidak termasuk kecuali kamu memasukkannya sendiri sebagai bagian biaya per batch. Pemilahan biaya tersebut dibahas di halaman biaya tetap dan biaya variabel, dan dampaknya pada titik impas di kalkulator BEP. Kalkulator tidak memakai massa jenis, jadi tidak bisa mengubah berat ke volume. Kalkulator juga tidak mengambil harga bahan dari internet. Semua harga berasal dari angka yang kamu ketik, sehingga hasilnya tetap sesuai dengan belanja di pasar langgananmu.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana cara menghitung harga bahan per gram dari harga per kilogram?
Bagi harga beli dengan isi kemasan dalam gram. Satu kilogram sama dengan 1.000 gram, jadi bahan seharga Rp60.000 per kilogram bernilai Rp60 per gram. Kalikan harga per gram itu dengan jumlah yang dipakai resep. Untuk bahan cair, satu liter sama dengan 1.000 mililiter. Kalkulator di halaman ini melakukan konversi tersebut di setiap baris bahan.
Berapa persen susut bahan makanan yang harus saya pakai?
Pakai angka dari dapurmu sendiri. Timbang bahan mentah yang dibeli, lalu timbang bagian yang benar-benar masuk resep setelah dikupas, dibuang tulangnya, atau ditiriskan. Susut = (berat beli − berat pakai) ÷ berat beli. Kami tidak mencantumkan angka susut standar per bahan karena tidak menemukan sumber yang bisa dikutip, dan angkanya berbeda menurut ukuran, pemasok, dan cara memotong.
Apakah biaya gas dan listrik termasuk HPP makanan?
Ya. Gas untuk memasak dan listrik untuk peralatan dapur adalah overhead produksi, jadi termasuk biaya membawa makanan ke kondisi siap jual. Masukkan bagiannya per batch. Listrik untuk lampu ruang makan, pendingin ruangan pelanggan, dan kasir adalah beban usaha dan tidak masuk HPP, walaupun dibayar dari tagihan yang sama.
Kenapa kemasan dihitung per porsi dan tidak per batch?
Kemasan hanya terpakai untuk porsi yang terjual. Porsi yang gosong atau tidak laku biasanya tidak pernah dimasukkan ke box. Bila kemasan dibagi seperti biaya batch, porsi yang terbuang ikut menaikkan biaya kemasan per porsi, dan hasilnya terlalu tinggi. Untuk makanan beku yang dikemas sebelum dijual, isi kemasan ke baris bahan agar ikut terbagi.
Apakah warung makan kecil wajib memungut PBJT 10%?
Belum tentu. UU 1/2022 menetapkan tarif PBJT makanan dan minuman paling tinggi 10%, tetapi tarif pastinya ditetapkan Perda kabupaten atau kota. Penjualan oleh usaha dengan peredaran di bawah batas yang ditetapkan Perda juga dikecualikan. Batas itu berbeda di setiap daerah. Untuk memastikan kewajiban warungmu, tanyakan ke badan pendapatan daerah di kabupaten atau kotamu.
Bagaimana kalau resep memakai gelas atau sendok sebagai takaran?
Timbang takaran itu sekali. Isi satu gelas atau satu sendok makan dengan bahannya, timbang dengan timbangan dapur, lalu catat beratnya dalam gram. Setelah itu isi resep dalam gram. Takaran volume untuk bahan padat seperti tepung atau gula tidak bisa dikonversi dengan satu angka tetap, karena beratnya berubah menurut kepadatan bahan saat ditakar.
Apakah resep yang saya isi tersimpan di server?
Tidak. Nama bahan, harga, dan jumlah pakai hanya diproses di browsermu. Tidak ada login dan tidak ada data yang dikirim ke server calcuid. Resep akan hilang saat halaman ditutup, kecuali kamu menekan tombol simpan hasil. Tombol itu menyimpan ringkasan hasil di perangkatmu sendiri, dan ringkasan tersebut bisa dihapus dari bagian riwayat.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus, faktor konversi, tarif, dan rujukan peraturan di halaman ini diperiksa terhadap SI Brochure BIPM, teks undang-undang, dan peraturan pemerintahnya.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait