Halaman ini menjawab cara menghitung BEP (break even point atau titik impas), yaitu jumlah penjualan saat pendapatan tepat menutup biaya tetap dan biaya variabel. Kalkulatornya memberi titik impas dalam unit, rupiah, dan hari jualan, menggambar grafik klasiknya dari angkamu, dan dapat memasukkan PPh final 0,5% sebagai biaya yang ikut naik bersama penjualan.
Poin utama
- BEP unit = biaya tetap ÷ margin kontribusi per unit, yaitu harga dikurangi biaya variabel per unit.
- Menaikkan harga 10% pada contoh halaman ini menurunkan BEP dari 1.000 menjadi 834 unit. Menurunkan harga 10% menaikkannya menjadi 1.250 unit.
- PPh final 0,5% dari omzet berperilaku seperti biaya variabel. Pada contoh ini BEP naik dari 1.000 menjadi 1.011 unit.
- Bila harga tidak lebih besar dari biaya variabel, BEP tidak ada, karena setiap unit yang terjual menambah rugi.
Rumus BEP unit dan BEP rupiah
Analisis titik impas memisahkan biaya menjadi dua kelompok. Biaya tetap dibayar sama besar setiap bulan berapa pun yang terjual, misalnya sewa, gaji bulanan, penyusutan alat, dan paket internet. Biaya variabel bertambah untuk setiap unit yang terjual, misalnya bahan baku, kemasan, dan komisi per transaksi. Setiap unit menyumbang selisih antara harga dan biaya variabelnya untuk menutup biaya tetap. Selisih itu disebut margin kontribusi.
Rasio MK = MK ÷ harga jual
BEP unit = biaya tetap ÷ MK (dibulatkan ke atas)
BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio MK
Unit untuk target laba = (biaya tetap + target laba) ÷ MK
BEP unit dibulatkan ke atas karena setengah unit tidak bisa dijual, dan unit ke-999,5 masih menyisakan rugi. BEP rupiah dihitung dari hasil tepat sebelum pembulatan, sehingga sama dengan omzet yang tepat menutup biaya. Rumus BEP rupiah berguna untuk usaha yang menjual banyak produk dengan harga berbeda, selama rasio margin kontribusinya kurang lebih sama. Pemilahan biaya tetap dan variabel dibahas lengkap di halaman biaya tetap dan biaya variabel. Hasilnya bisa dikirim langsung ke kalkulator ini.
Grafik titik impas
Grafik BEP klasik terdiri dari tiga garis. Garis biaya tetap mendatar karena tidak berubah menurut volume. Garis biaya total dimulai dari titik biaya tetap, lalu naik sebesar biaya variabel per unit. Garis pendapatan dimulai dari nol dan naik sebesar harga per unit. Karena harga lebih besar dari biaya variabel, garis pendapatan naik lebih curam dan akhirnya memotong garis biaya total. Titik potong itulah titik impas.
Grafik di kalkulator digambar ulang dari inputmu setiap kali angka berubah. Label pada titik impas memuat jumlah unit dan omzetnya. Bila kamu mengisi penjualan per hari, garis tegak "penjualanmu" menunjukkan posisi penjualan sebulan. Jarak antara garis tegak itu dan titik impas adalah margin pengaman, yaitu seberapa jauh penjualan boleh turun sebelum usaha mulai rugi.
Contoh menghitung BEP usaha kecil
Contoh ini memakai penjual makanan beku rumahan. Semua angka adalah contoh dan menjadi nilai bawaan kalkulator.
Contoh 1 — frozen food, harga Rp15.000 per pak.
- Biaya tetap sebulan: sewa dapur, gaji satu karyawan, penyusutan freezer, dan internet, totalnya Rp7.500.000.
- Biaya variabel per pak: bahan, kemasan vakum, dan stiker, totalnya Rp7.500.
- Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.500 = Rp7.500 per pak. Rasio MK = 50%.
- BEP unit = Rp7.500.000 ÷ Rp7.500 = 1.000 pak sebulan.
- BEP rupiah = Rp7.500.000 ÷ 50% = Rp15.000.000 omzet sebulan.
Pak ke-1.001 dan seterusnya menghasilkan laba Rp7.500 per pak. Sebaliknya, setiap pak di bawah 1.000 menyisakan rugi Rp7.500 yang belum tertutup. Bentuk garis ini menjelaskan kenapa usaha dengan biaya tetap besar sangat sensitif terhadap volume: di atas titik impas labanya cepat bertambah, dan di bawahnya ruginya juga cepat bertambah.
BEP dengan target laba dan hari jualan
Titik impas hanya menjawab kapan usaha berhenti rugi. Pemilik biasanya juga ingin tahu berapa unit yang harus terjual agar laba sebulan mencapai jumlah tertentu. Rumusnya sama: target laba ditambahkan ke biaya tetap, lalu dibagi margin kontribusi. Bila penjualan per hari diketahui, titik impas juga dapat dinyatakan dalam hari, yang lebih mudah dibayangkan daripada ribuan unit.
Contoh 2 — target laba Rp3.000.000, penjualan 45 pak per hari, 26 hari jualan.
- Unit untuk target laba = (Rp7.500.000 + Rp3.000.000) ÷ Rp7.500 = 1.400 pak.
- Penjualan sebulan = 45 × 26 = 1.170 pak, jadi target laba Rp3.000.000 belum tercapai.
- Hari jualan untuk impas = 1.000 ÷ 45 = 22,2 hari. Hari ke-23 sampai ke-26 menghasilkan laba.
- Laba sebulan = 1.170 × Rp7.500 − Rp7.500.000 = Rp1.275.000.
- Margin pengaman = (1.170 − 1.000) ÷ 1.170 = 14,5%. Penjualan boleh turun paling banyak 14,5% sebelum usaha mulai rugi.
Untuk mencapai 1.400 pak dalam 26 hari, penjualan harus sekitar 54 pak per hari. Pemilik bisa menilai apakah tambahan 9 pak per hari itu masuk akal, atau lebih mudah menaikkan harga sedikit. Perbandingan kedua pilihan itu dibahas di bagian berikutnya.
Usaha musiman sebaiknya menghitung titik impas per bulan, bukan hanya rata-rata setahun. Penjual kue kering bisa melewati titik impas dalam seminggu menjelang Lebaran, lalu berada di bawahnya selama beberapa bulan sesudahnya. Laba bulan ramai perlu disisihkan untuk menutup biaya tetap bulan sepi. Isi kalkulator dengan penjualan per hari untuk masing-masing musim, lalu bandingkan jumlah hari jualan yang dibutuhkan dengan jumlah hari yang benar-benar tersedia.
Pengaruh harga terhadap titik impas
Perubahan harga tidak menggeser titik impas secara sebanding. Pada harga Rp15.000 dan biaya variabel Rp7.500, kenaikan harga 10% (Rp1.500) menambah margin kontribusi 20%, dari Rp7.500 menjadi Rp9.000. Akibatnya titik impas turun sekitar 17%. Penurunan harga 10% memotong margin kontribusi 20% dan menaikkan titik impas 25%. Diskon terlihat kecil di label harga, tetapi berpengaruh besar pada volume yang dibutuhkan.
| Perubahan harga | Harga | Margin kontribusi | BEP unit | BEP rupiah | Hari jualan pada 45 pak/hari |
|---|---|---|---|---|---|
| −10% | Rp13.500 | Rp6.000 | 1.250 | Rp16.875.000 | 27,8 |
| −5% | Rp14.250 | Rp6.750 | 1.112 | Rp15.833.333 | 24,7 |
| 0% | Rp15.000 | Rp7.500 | 1.000 | Rp15.000.000 | 22,2 |
| +5% | Rp15.750 | Rp8.250 | 910 | Rp14.318.182 | 20,2 |
| +10% | Rp16.500 | Rp9.000 | 834 | Rp13.750.000 | 18,5 |
Contoh 3 — promo diskon 10%.
- Harga promo Rp13.500. Margin kontribusi = Rp13.500 − Rp7.500 = Rp6.000.
- BEP = Rp7.500.000 ÷ Rp6.000 = 1.250 pak, naik 250 pak dari harga normal.
- Agar laba tetap Rp1.275.000 sebulan, penjualan harus menjadi (Rp7.500.000 + Rp1.275.000) ÷ Rp6.000 = 1.462,5, dibulatkan menjadi 1.463 pak. Artinya penjualan harus naik 25% dari 1.170 pak.
- Bila harga promo diturunkan sampai Rp7.000, di bawah biaya variabel Rp7.500, titik impas tidak ada. Kalkulator menolak menghitungnya dan menjelaskan alasannya.
Kalkulator menampilkan tabel sensitivitas yang sama untuk angka yang kamu isi. Harga juga bisa ditentukan mundur dari target laba per unit setelah komisi dan pajak di kalkulator harga jual.
BEP setelah PPh final 0,5%
Usaha yang memakai PPh final 0,5% menurut PP 55/2022 yang diubah PP 20/2026 membayar pajak dari omzet. Pajak ini tidak tetap, karena naik bersama penjualan, dan bukan bagian HPP. Dalam analisis titik impas, pajak ini paling tepat diperlakukan sebagai biaya variabel sebesar 0,5% dari harga. Margin kontribusinya menjadi harga − biaya variabel − 0,5% × harga.
| Harga | Biaya variabel | BEP tanpa PPh | BEP dengan PPh 0,5% | Tambahan unit |
|---|---|---|---|---|
| Rp10.000 | Rp5.000 | 1.500 unit | 1.516 unit | +16 |
| Rp15.000 | Rp7.500 | 1.000 unit | 1.011 unit | +11 |
| Rp25.000 | Rp12.500 | 600 unit | 607 unit | +7 |
| Rp50.000 | Rp25.000 | 300 unit | 304 unit | +4 |
Contoh 4 — frozen food dengan PPh final. Pemiliknya perseroan perorangan, sehingga seluruh omzet dikenai 0,5%.
- PPh per pak = 0,5% × Rp15.000 = Rp75. Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.500 − Rp75 = Rp7.425.
- BEP tepat = Rp7.500.000 ÷ Rp7.425 = 1.010,1, dibulatkan menjadi 1.011 pak.
- BEP rupiah = Rp7.500.000 ÷ 49,5% = Rp15.151.515.
Bagi orang pribadi, Rp500 juta pertama omzet setahun tidak dikenai PPh dan dihitung kumulatif sejak Januari. Omzet contoh ini 1.170 × Rp15.000 × 12 = Rp210,6 juta setahun, jadi pemilik orang pribadi tidak membayar PPh final dan kotak PPh sebaiknya tidak dicentang. Setelah omzet kumulatif melewati Rp500 juta, centang kotak itu untuk bulan-bulan berikutnya. Aturan subjek dan jangka waktunya dirangkum di panduan biaya UMKM.
Asumsi dan batas analisis BEP
Rumus titik impas memakai tiga anggapan. Harga per unit sama di semua volume, biaya variabel per unit sama di semua volume, dan biaya tetap tidak berubah dalam rentang volume yang dianalisis. Kenyataannya, pembelian bahan dalam jumlah besar bisa lebih murah, lembur membuat upah per unit naik, dan pada volume tertentu usaha perlu freezer kedua. Karena itu gunakan hasil BEP untuk volume di sekitar penjualanmu sekarang, bukan untuk volume sepuluh kali lipat.
Usaha dengan banyak produk memerlukan anggapan tambahan tentang bauran penjualan. Jika bauran produk berubah, misalnya lebih banyak produk bermargin tipis yang terjual, titik impas dalam rupiah ikut bergeser. Pendekatan praktisnya adalah memakai margin kontribusi rata-rata tertimbang dari penjualan beberapa bulan terakhir. Biaya tetap yang dibayar setahun sekali, seperti izin atau servis tahunan, perlu dibagi dua belas agar titik impas bulanan tidak tampak terlalu rendah.
Kesalahan umum menghitung BEP
- Memasukkan seluruh HPP sebagai biaya variabel. Overhead produksi yang tetap, seperti sewa dapur, harus dipisahkan ke biaya tetap.
- Membagi biaya tetap dengan harga, bukan dengan margin kontribusi. Pada contoh ini hasilnya 500 pak, separuh dari titik impas yang sebenarnya.
- Lupa komisi platform. Komisi per transaksi adalah biaya variabel, dan pada penjualan lewat aplikasi porsinya bisa lebih besar dari kemasan.
- Menganggap cicilan pokok pinjaman sebagai biaya tetap. Titik impas laba hanya memakai bunga. Cicilan pokok diperhitungkan terpisah dalam analisis kas.
- Membulatkan BEP ke bawah. 1.010 pak pada Contoh 4 masih rugi. Unit ke-1.011 adalah unit pertama yang tidak rugi.
Sumber dan dasar hukum
- PP 55/2022 Pasal 56 ayat (2) dan Pasal 60 sebagaimana diubah dengan PP 20/2026 — tarif PPh final 0,5% atas peredaran bruto dan subjek yang berhak. JDIH Kemenkeu (PDF). Diperiksa 14 September 2026.
- UU 7/2021 (UU PPh Pasal 7 ayat (2a)) — Rp500 juta peredaran bruto orang pribadi tidak dikenai PPh. JDIH Kemenkeu (PDF). Diperiksa 14 September 2026.
- Rumus titik impas — rumus aljabar biaya-volume-laba: biaya tetap dibagi margin kontribusi. Tidak ada angka peraturan di dalamnya selain tarif pajak di atas; semua angka usaha di halaman ini adalah contoh.
- Data: tarif-pajak.csv — lisensi CC BY 4.0. Cara kami memeriksa angka: Metodologi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa rumus BEP unit dan BEP rupiah?
Bagaimana cara membaca grafik break even point?
Bagaimana kalau harga jual lebih rendah dari biaya variabel?
Apakah PPh final 0,5% perlu dimasukkan ke perhitungan BEP?
Berapa lama waktu balik modal bila BEP sudah diketahui?
Apa itu margin pengaman dalam analisis titik impas?
Apakah angka BEP yang saya hitung disimpan?
Ditinjau oleh Deepak Middha
Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus titik impas, tarif pajak, dan rujukan peraturan di halaman ini diperiksa terhadap teks PP 55/2022, PP 20/2026, dan UU 7/2021.