Cara menghitung BEP: titik impas dalam unit, rupiah, dan hari, lengkap dengan grafiknya

BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit), dibulatkan ke atas; BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio margin kontribusi. Contoh: biaya tetap Rp7.500.000, harga Rp15.000, biaya variabel Rp7.500 → BEP 1.000 unit atau Rp15.000.000.

Sewa, gaji tetap, penyusutan, internet. Pilah dulu di kalkulator biaya tetap dan variabel.
Bahan, kemasan, komisi per unit.

Dihitung di browsermu, tanpa login dan tanpa menyimpan angka usahamu di server.

Halaman ini menjawab cara menghitung BEP (break even point atau titik impas), yaitu jumlah penjualan saat pendapatan tepat menutup biaya tetap dan biaya variabel. Kalkulatornya memberi titik impas dalam unit, rupiah, dan hari jualan, menggambar grafik klasiknya dari angkamu, dan dapat memasukkan PPh final 0,5% sebagai biaya yang ikut naik bersama penjualan.

BEP unitTetap ÷ MKMK = harga − biaya variabel per unit
BEP rupiahTetap ÷ rasio MKrasio MK = MK ÷ harga
Contoh halaman1.000 unitRp7,5 jt ÷ (Rp15.000 − Rp7.500)
PPh final0,5% hargadiperlakukan sebagai biaya variabel

Poin utama

  • BEP unit = biaya tetap ÷ margin kontribusi per unit, yaitu harga dikurangi biaya variabel per unit.
  • Menaikkan harga 10% pada contoh halaman ini menurunkan BEP dari 1.000 menjadi 834 unit. Menurunkan harga 10% menaikkannya menjadi 1.250 unit.
  • PPh final 0,5% dari omzet berperilaku seperti biaya variabel. Pada contoh ini BEP naik dari 1.000 menjadi 1.011 unit.
  • Bila harga tidak lebih besar dari biaya variabel, BEP tidak ada, karena setiap unit yang terjual menambah rugi.
Data per 14 September 2026

Rumus BEP unit dan BEP rupiah

Analisis titik impas memisahkan biaya menjadi dua kelompok. Biaya tetap dibayar sama besar setiap bulan berapa pun yang terjual, misalnya sewa, gaji bulanan, penyusutan alat, dan paket internet. Biaya variabel bertambah untuk setiap unit yang terjual, misalnya bahan baku, kemasan, dan komisi per transaksi. Setiap unit menyumbang selisih antara harga dan biaya variabelnya untuk menutup biaya tetap. Selisih itu disebut margin kontribusi.

Margin kontribusi per unit (MK) = harga jual − biaya variabel per unit
Rasio MK = MK ÷ harga jual
BEP unit = biaya tetap ÷ MK (dibulatkan ke atas)
BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio MK
Unit untuk target laba = (biaya tetap + target laba) ÷ MK

BEP unit dibulatkan ke atas karena setengah unit tidak bisa dijual, dan unit ke-999,5 masih menyisakan rugi. BEP rupiah dihitung dari hasil tepat sebelum pembulatan, sehingga sama dengan omzet yang tepat menutup biaya. Rumus BEP rupiah berguna untuk usaha yang menjual banyak produk dengan harga berbeda, selama rasio margin kontribusinya kurang lebih sama. Pemilahan biaya tetap dan variabel dibahas lengkap di halaman biaya tetap dan biaya variabel. Hasilnya bisa dikirim langsung ke kalkulator ini.

Empat langkah menghitung BEP1. Jumlahkan biaya tetap sebulanRp7.500.000sewa, gaji tetap, cicilan alat, internet=2. Margin kontribusi per unitRp7.500harga Rp15.000 − biaya variabel Rp7.500=3. BEP unit1.000 unitbiaya tetap ÷ margin kontribusi, dibulatkan keatas=4. BEP rupiah dan hariRp15.000.000 · 22,2 hariunit × harga; unit ÷ penjualan per hari
Bila harga tidak lebih besar dari biaya variabel per unit, langkah 3 tidak punya jawaban: setiap unit yang terjual menambah rugi, dan kalkulator menolak menghitung BEP.

Grafik titik impas

Grafik BEP klasik terdiri dari tiga garis. Garis biaya tetap mendatar karena tidak berubah menurut volume. Garis biaya total dimulai dari titik biaya tetap, lalu naik sebesar biaya variabel per unit. Garis pendapatan dimulai dari nol dan naik sebesar harga per unit. Karena harga lebih besar dari biaya variabel, garis pendapatan naik lebih curam dan akhirnya memotong garis biaya total. Titik potong itulah titik impas.

Grafik titik impas (BEP): biaya tetap, biaya total, dan pendapatanPendapatanBiaya totalBiaya tetapRp0Rp5 jtRp10 jtRp15 jtRp20 jtRp25 jtRp30 jt04008001.2001.6002.000unit terjual per bulanrupiahBEP 1.000 unit · Rp15.000.000
Contoh usaha frozen food: biaya tetap Rp7.500.000 sebulan, harga Rp15.000 per pak, biaya variabel Rp7.500 per pak. Jarak tegak antara garis pendapatan dan garis biaya total adalah laba (kanan) atau rugi (kiri) pada volume itu.

Grafik di kalkulator digambar ulang dari inputmu setiap kali angka berubah. Label pada titik impas memuat jumlah unit dan omzetnya. Bila kamu mengisi penjualan per hari, garis tegak "penjualanmu" menunjukkan posisi penjualan sebulan. Jarak antara garis tegak itu dan titik impas adalah margin pengaman, yaitu seberapa jauh penjualan boleh turun sebelum usaha mulai rugi.

Contoh menghitung BEP usaha kecil

Contoh ini memakai penjual makanan beku rumahan. Semua angka adalah contoh dan menjadi nilai bawaan kalkulator.

Contoh 1 — frozen food, harga Rp15.000 per pak.

  1. Biaya tetap sebulan: sewa dapur, gaji satu karyawan, penyusutan freezer, dan internet, totalnya Rp7.500.000.
  2. Biaya variabel per pak: bahan, kemasan vakum, dan stiker, totalnya Rp7.500.
  3. Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.500 = Rp7.500 per pak. Rasio MK = 50%.
  4. BEP unit = Rp7.500.000 ÷ Rp7.500 = 1.000 pak sebulan.
  5. BEP rupiah = Rp7.500.000 ÷ 50% = Rp15.000.000 omzet sebulan.

Pak ke-1.001 dan seterusnya menghasilkan laba Rp7.500 per pak. Sebaliknya, setiap pak di bawah 1.000 menyisakan rugi Rp7.500 yang belum tertutup. Bentuk garis ini menjelaskan kenapa usaha dengan biaya tetap besar sangat sensitif terhadap volume: di atas titik impas labanya cepat bertambah, dan di bawahnya ruginya juga cepat bertambah.

BEP dengan target laba dan hari jualan

Titik impas hanya menjawab kapan usaha berhenti rugi. Pemilik biasanya juga ingin tahu berapa unit yang harus terjual agar laba sebulan mencapai jumlah tertentu. Rumusnya sama: target laba ditambahkan ke biaya tetap, lalu dibagi margin kontribusi. Bila penjualan per hari diketahui, titik impas juga dapat dinyatakan dalam hari, yang lebih mudah dibayangkan daripada ribuan unit.

Contoh 2 — target laba Rp3.000.000, penjualan 45 pak per hari, 26 hari jualan.

  1. Unit untuk target laba = (Rp7.500.000 + Rp3.000.000) ÷ Rp7.500 = 1.400 pak.
  2. Penjualan sebulan = 45 × 26 = 1.170 pak, jadi target laba Rp3.000.000 belum tercapai.
  3. Hari jualan untuk impas = 1.000 ÷ 45 = 22,2 hari. Hari ke-23 sampai ke-26 menghasilkan laba.
  4. Laba sebulan = 1.170 × Rp7.500 − Rp7.500.000 = Rp1.275.000.
  5. Margin pengaman = (1.170 − 1.000) ÷ 1.170 = 14,5%. Penjualan boleh turun paling banyak 14,5% sebelum usaha mulai rugi.

Untuk mencapai 1.400 pak dalam 26 hari, penjualan harus sekitar 54 pak per hari. Pemilik bisa menilai apakah tambahan 9 pak per hari itu masuk akal, atau lebih mudah menaikkan harga sedikit. Perbandingan kedua pilihan itu dibahas di bagian berikutnya.

Usaha musiman sebaiknya menghitung titik impas per bulan, bukan hanya rata-rata setahun. Penjual kue kering bisa melewati titik impas dalam seminggu menjelang Lebaran, lalu berada di bawahnya selama beberapa bulan sesudahnya. Laba bulan ramai perlu disisihkan untuk menutup biaya tetap bulan sepi. Isi kalkulator dengan penjualan per hari untuk masing-masing musim, lalu bandingkan jumlah hari jualan yang dibutuhkan dengan jumlah hari yang benar-benar tersedia.

Pengaruh harga terhadap titik impas

Perubahan harga tidak menggeser titik impas secara sebanding. Pada harga Rp15.000 dan biaya variabel Rp7.500, kenaikan harga 10% (Rp1.500) menambah margin kontribusi 20%, dari Rp7.500 menjadi Rp9.000. Akibatnya titik impas turun sekitar 17%. Penurunan harga 10% memotong margin kontribusi 20% dan menaikkan titik impas 25%. Diskon terlihat kecil di label harga, tetapi berpengaruh besar pada volume yang dibutuhkan.

Titik impas bila harga jual diubah dari Rp15.000, biaya tetap dan variabel tetap sama.
Perubahan hargaHargaMargin kontribusiBEP unitBEP rupiahHari jualan pada 45 pak/hari
−10%Rp13.500Rp6.0001.250Rp16.875.00027,8
−5%Rp14.250Rp6.7501.112Rp15.833.33324,7
0%Rp15.000Rp7.5001.000Rp15.000.00022,2
+5%Rp15.750Rp8.250910Rp14.318.18220,2
+10%Rp16.500Rp9.000834Rp13.750.00018,5

Contoh 3 — promo diskon 10%.

  1. Harga promo Rp13.500. Margin kontribusi = Rp13.500 − Rp7.500 = Rp6.000.
  2. BEP = Rp7.500.000 ÷ Rp6.000 = 1.250 pak, naik 250 pak dari harga normal.
  3. Agar laba tetap Rp1.275.000 sebulan, penjualan harus menjadi (Rp7.500.000 + Rp1.275.000) ÷ Rp6.000 = 1.462,5, dibulatkan menjadi 1.463 pak. Artinya penjualan harus naik 25% dari 1.170 pak.
  4. Bila harga promo diturunkan sampai Rp7.000, di bawah biaya variabel Rp7.500, titik impas tidak ada. Kalkulator menolak menghitungnya dan menjelaskan alasannya.

Kalkulator menampilkan tabel sensitivitas yang sama untuk angka yang kamu isi. Harga juga bisa ditentukan mundur dari target laba per unit setelah komisi dan pajak di kalkulator harga jual.

BEP setelah PPh final 0,5%

Usaha yang memakai PPh final 0,5% menurut PP 55/2022 yang diubah PP 20/2026 membayar pajak dari omzet. Pajak ini tidak tetap, karena naik bersama penjualan, dan bukan bagian HPP. Dalam analisis titik impas, pajak ini paling tepat diperlakukan sebagai biaya variabel sebesar 0,5% dari harga. Margin kontribusinya menjadi harga − biaya variabel − 0,5% × harga.

BEP tanpa dan dengan PPh final 0,5% diperlakukan sebagai biaya variabel, untuk biaya tetap Rp7.500.000 dan biaya variabel separuh harga.
HargaBiaya variabelBEP tanpa PPhBEP dengan PPh 0,5%Tambahan unit
Rp10.000Rp5.0001.500 unit1.516 unit+16
Rp15.000Rp7.5001.000 unit1.011 unit+11
Rp25.000Rp12.500600 unit607 unit+7
Rp50.000Rp25.000300 unit304 unit+4

Contoh 4 — frozen food dengan PPh final. Pemiliknya perseroan perorangan, sehingga seluruh omzet dikenai 0,5%.

  1. PPh per pak = 0,5% × Rp15.000 = Rp75. Margin kontribusi = Rp15.000 − Rp7.500 − Rp75 = Rp7.425.
  2. BEP tepat = Rp7.500.000 ÷ Rp7.425 = 1.010,1, dibulatkan menjadi 1.011 pak.
  3. BEP rupiah = Rp7.500.000 ÷ 49,5% = Rp15.151.515.

Bagi orang pribadi, Rp500 juta pertama omzet setahun tidak dikenai PPh dan dihitung kumulatif sejak Januari. Omzet contoh ini 1.170 × Rp15.000 × 12 = Rp210,6 juta setahun, jadi pemilik orang pribadi tidak membayar PPh final dan kotak PPh sebaiknya tidak dicentang. Setelah omzet kumulatif melewati Rp500 juta, centang kotak itu untuk bulan-bulan berikutnya. Aturan subjek dan jangka waktunya dirangkum di panduan biaya UMKM.

Asumsi dan batas analisis BEP

Rumus titik impas memakai tiga anggapan. Harga per unit sama di semua volume, biaya variabel per unit sama di semua volume, dan biaya tetap tidak berubah dalam rentang volume yang dianalisis. Kenyataannya, pembelian bahan dalam jumlah besar bisa lebih murah, lembur membuat upah per unit naik, dan pada volume tertentu usaha perlu freezer kedua. Karena itu gunakan hasil BEP untuk volume di sekitar penjualanmu sekarang, bukan untuk volume sepuluh kali lipat.

Usaha dengan banyak produk memerlukan anggapan tambahan tentang bauran penjualan. Jika bauran produk berubah, misalnya lebih banyak produk bermargin tipis yang terjual, titik impas dalam rupiah ikut bergeser. Pendekatan praktisnya adalah memakai margin kontribusi rata-rata tertimbang dari penjualan beberapa bulan terakhir. Biaya tetap yang dibayar setahun sekali, seperti izin atau servis tahunan, perlu dibagi dua belas agar titik impas bulanan tidak tampak terlalu rendah.

Kesalahan umum menghitung BEP

  1. Memasukkan seluruh HPP sebagai biaya variabel. Overhead produksi yang tetap, seperti sewa dapur, harus dipisahkan ke biaya tetap.
  2. Membagi biaya tetap dengan harga, bukan dengan margin kontribusi. Pada contoh ini hasilnya 500 pak, separuh dari titik impas yang sebenarnya.
  3. Lupa komisi platform. Komisi per transaksi adalah biaya variabel, dan pada penjualan lewat aplikasi porsinya bisa lebih besar dari kemasan.
  4. Menganggap cicilan pokok pinjaman sebagai biaya tetap. Titik impas laba hanya memakai bunga. Cicilan pokok diperhitungkan terpisah dalam analisis kas.
  5. Membulatkan BEP ke bawah. 1.010 pak pada Contoh 4 masih rugi. Unit ke-1.011 adalah unit pertama yang tidak rugi.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Apa rumus BEP unit dan BEP rupiah?
BEP unit adalah biaya tetap dibagi margin kontribusi per unit, yaitu harga jual dikurangi biaya variabel per unit, lalu dibulatkan ke atas. BEP rupiah adalah biaya tetap dibagi rasio margin kontribusi, yaitu margin kontribusi dibagi harga jual. Pada biaya tetap Rp7,5 juta, harga Rp15.000, dan biaya variabel Rp7.500, BEP-nya 1.000 unit atau Rp15 juta.
Bagaimana cara membaca grafik break even point?
Sumbu mendatar menunjukkan unit terjual, dan sumbu tegak menunjukkan rupiah. Garis biaya tetap mendatar, garis biaya total naik dari titik biaya tetap, dan garis pendapatan naik dari nol. Titik potong garis pendapatan dan garis biaya total adalah titik impas. Di kirinya jarak antara kedua garis menunjukkan rugi, dan di kanannya menunjukkan laba.
Bagaimana kalau harga jual lebih rendah dari biaya variabel?
Maka titik impas tidak ada. Setiap unit yang terjual menambah rugi karena pendapatannya bahkan tidak menutup biaya bahan dan kemasannya sendiri, apalagi biaya tetap. Menjual lebih banyak justru memperbesar rugi. Solusinya adalah menaikkan harga, menurunkan biaya variabel, atau berhenti menjual produk itu. Kalkulator menampilkan pesan ini, bukan angka BEP negatif.
Apakah PPh final 0,5% perlu dimasukkan ke perhitungan BEP?
Bila usahamu membayarnya, ya. PPh final dihitung dari omzet, jadi setiap unit yang terjual menambah pajak sebesar 0,5% dari harganya. Dalam rumus titik impas, pajak ini diperlakukan sebagai biaya variabel. Bagi orang pribadi, Rp500 juta pertama omzet setahun tidak dikenai PPh, sehingga usaha dengan omzet kecil tidak perlu memasukkannya. Pastikan status pajakmu ke KPP tempatmu terdaftar.
Berapa lama waktu balik modal bila BEP sudah diketahui?
BEP bulanan menunjukkan kapan usaha berhenti rugi setiap bulan, bukan kapan modal awal kembali. Untuk balik modal, bagi modal awal dengan laba bersih sebulan setelah usaha melewati titik impas. Modal Rp30 juta dengan laba Rp1,5 juta sebulan membutuhkan 20 bulan. Perhitungan ini belum memperhitungkan bunga pinjaman dan penggantian peralatan.
Apa itu margin pengaman dalam analisis titik impas?
Margin pengaman adalah selisih antara penjualan yang diperkirakan dan penjualan pada titik impas, dinyatakan sebagai persen dari penjualan yang diperkirakan. Pada contoh 1.170 pak sebulan dengan BEP 1.000 pak, margin pengamannya 14,5%. Artinya penjualan boleh turun 14,5% sebelum usaha mulai rugi. Makin kecil angkanya, makin rentan usaha terhadap bulan sepi.
Apakah angka BEP yang saya hitung disimpan?
Tidak. Biaya tetap, harga, dan biaya variabel yang kamu isi hanya diproses di browsermu, termasuk saat grafik digambar. Tidak ada login dan tidak ada data yang dikirim ke server calcuid. Tautan dari kalkulator biaya tetap dan variabel membawa angka lewat alamat halaman, yang juga hanya dibaca oleh browsermu sendiri.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus titik impas, tarif pajak, dan rujukan peraturan di halaman ini diperiksa terhadap teks PP 55/2022, PP 20/2026, dan UU 7/2021.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait