Kalkulator persen: hitung persentase, kenaikan, penurunan, dan selisih

X% dari Y = X ÷ 100 × Y, dan X adalah (X ÷ Y × 100)% dari Y. Persentase kenaikan atau penurunan = (angka akhir − angka awal) ÷ angka awal × 100. Naik 20% lalu turun 20% tidak kembali ke awal: 100 menjadi 96, perubahan bersih -4%.

Tanpa tanda %. Desimal pakai koma: 12,5.
Contoh: UMP DKI Jakarta 2026. Iuran JHT pekerja 2%.

Kalkulator persentase ini menjawab lima pertanyaan persen yang paling sering muncul dalam satu alat: berapa X% dari Y, X itu berapa persen dari Y, berapa persen kenaikan, berapa persen penurunan, dan berapa persen selisih dua angka. Setiap hasil menampilkan rumusnya dengan angka yang kamu ketik, lalu bisa disalin sebagai urutan tombol kalkulator HP atau rumus Excel. Semua hitungan berjalan di browser, tanpa login, tanpa mengirim angka ke server.

Rumus intiX ÷ 100 × YX% dari Y; semua rumus lain turunannya
Naik 20% lalu turun 20%−4%100 → 120 → 96, tidak kembali ke 100
Turun 50%butuh naik 100%kenaikan untuk pulih = x ÷ (100 − x)
Inflasi tahunan nasional3,19%BPS, Agustus 2026; perubahannya ditulis dalam poin

Poin utama

  • Semua soal persen berakar pada satu pembagian: bagian ÷ keseluruhan × 100. Yang berubah hanya angka mana yang menjadi pembagi.
  • Persentase kenaikan dan penurunan selalu dibagi dengan angka awal. Karena itu naik lalu turun dengan persen yang sama tidak saling membatalkan.
  • Angka awal nol tidak punya persentase perubahan. Kalkulator menolak menulis "tak terhingga" dan menyebut selisihnya saja.
  • Bila kedua angka sudah berupa persen, seperti inflasi atau suku bunga, selisihnya adalah poin persentase, bukan persen.
  • Setiap hasil punya tombol Salin sebagai: urutan tombol kalkulator HP dan rumus Excel untuk kawasan Indonesia (; dan 0,25) serta English-US (, dan 0.25).
Data per 14 September 2026

Lima pertanyaan yang dijawab kalkulator persentase ini

Situs kalkulator persen umumnya membuat satu formulir kecil untuk setiap pertanyaan, lalu menaruh lima formulir itu bertumpuk di satu halaman. Di layar ponsel, itu berarti menggulir melewati empat formulir yang tidak dipakai. Di sini kelima pertanyaan memakai satu panel dengan tab, dan setiap tab menampilkan langkah hitungnya sendiri.

X% dari Y

Dipakai untuk potongan, iuran, pajak, komisi, atau porsi. Isi persennya tanpa tanda % dan angka yang dipersenkan. Hasilnya sekaligus menyebutkan sisa setelah dikurangi persen itu dan jumlah setelah ditambah persen itu, karena dua angka tersebut hampir selalu ditanyakan berikutnya.

X berapa persen dari Y

Dipakai untuk nilai ujian, porsi cicilan terhadap gaji, realisasi terhadap target, atau pangsa satu produk dari total penjualan. Hasil di atas 100% sah dan diberi keterangan, misalnya ketika penjualan melampaui target.

Kenaikan dan penurunan

Kedua tab ini punya pilihan "yang dicari". Pertama, persentase dari dua angka: harga lama dan harga baru, gaji tahun lalu dan tahun ini. Kedua, angka setelah naik atau turun sekian persen. Ketiga, angka awal sebelum naik atau turun — soal yang sering muncul saat kamu hanya tahu harga setelah diskon atau gaji setelah kenaikan. Kenaikan dan penurunan sengaja dipisah supaya kalimat hasilnya tepat; bila angka di tab Kenaikan ternyata turun, kalkulator memberi tahu dan tetap menampilkan angkanya dengan tanda negatif.

Selisih persen

Dipakai untuk membandingkan dua angka yang setara, tanpa angka yang lebih dulu: harga di dua toko, UMP dua provinsi, hasil dua timbangan. Pembaginya adalah rata-rata kedua angka, sehingga hasilnya sama ke arah mana pun kamu membandingkan.

Rumus persen dan cara menghitung persentase

Persen berarti per seratus. Tanda % bisa dibaca sebagai "÷ 100", sehingga 2% sama dengan 2 ÷ 100 = 0,02. Dari satu definisi itu keluar kelima rumus berikut:

X% dari Y = X ÷ 100 × Y
X berapa persen dari Y = X ÷ Y × 100
Persentase kenaikan = (akhir − awal) ÷ |awal| × 100
Persentase penurunan = (awal − akhir) ÷ |awal| × 100
Selisih persen = |A − B| ÷ ((|A| + |B|) ÷ 2) × 100
Angka setelah naik X% = awal × (1 + X/100) · angka awal = akhir ÷ (1 + X/100)

Tanda |…| berarti nilai mutlak: angka tanpa tanda minus. Untuk angka positif, tanda itu tidak mengubah apa pun; ia baru bekerja pada kasus angka awal negatif yang dibahas di bawah. Tabel berikut mengubah persen yang paling sering dipakai menjadi desimal, pecahan, dan rupiah, dengan UMP DKI Jakarta 2026 sebagai angka Y.

Konversi persen yang paling sering dipakai. Kolom rupiah memakai UMP DKI Jakarta 2026 Rp5.729.876 (Keputusan Gubernur No. 1142 Tahun 2025) sebagai angka Y.
PersenDesimalPecahanDari Rp5.729.876Excel id-IDExcel en-US
1%0,011/100Rp57.298,76=ROUND(5729876*0,01;2)=ROUND(5729876*0.01,2)
2%0,021/50Rp114.597,52=ROUND(5729876*0,02;2)=ROUND(5729876*0.02,2)
2,5%0,0251/40Rp143.246,90=ROUND(5729876*0,025;2)=ROUND(5729876*0.025,2)
5%0,051/20Rp286.493,80=ROUND(5729876*0,05;2)=ROUND(5729876*0.05,2)
10%0,11/10Rp572.987,60=ROUND(5729876*0,1;2)=ROUND(5729876*0.1,2)
12,5%0,1251/8Rp716.234,50=ROUND(5729876*0,125;2)=ROUND(5729876*0.125,2)
20%0,21/5Rp1.145.975,20=ROUND(5729876*0,2;2)=ROUND(5729876*0.2,2)
25%0,251/4Rp1.432.469=ROUND(5729876*0,25;2)=ROUND(5729876*0.25,2)
50%0,51/2Rp2.864.938=ROUND(5729876*0,5;2)=ROUND(5729876*0.5,2)
75%0,753/4Rp4.297.407=ROUND(5729876*0,75;2)=ROUND(5729876*0.75,2)
100%11/1Rp5.729.876=ROUND(5729876*1;2)=ROUND(5729876*1,2)
150%1,53/2Rp8.594.814=ROUND(5729876*1,5;2)=ROUND(5729876*1.5,2)

Pecahan membantu hitungan cepat tanpa kalkulator: 25% adalah seperempat, 12,5% adalah seperdelapan, 20% adalah seperlima. Kolom Excel menunjukkan rumus yang sama untuk dua pengaturan kawasan; perbedaannya hanya pada koma dan titik, tetapi perbedaan kecil itu yang membuat rumus ditolak.

Contoh menghitung persen langkah demi langkah

Keempat contoh memakai angka resmi yang sudah kami baca dari dokumen penerbitnya, supaya hasilnya bisa kamu cocokkan sendiri.

Contoh 1 — X% dari Y: iuran JHT dan JP dari UMP DKI Jakarta 2026. UMP DKI Jakarta 2026 Rp5.729.876 menurut Keputusan Gubernur No. 1142 Tahun 2025. Pekerja menanggung iuran JHT 2% (PP 46/2015) dan JP 1% (PP 45/2015).

  1. Ubah persen ke desimal: 2 ÷ 100 = 0,02.
  2. JHT: 0,02 × Rp5.729.876 = Rp114.597,52.
  3. JP: 1 ÷ 100 × Rp5.729.876 = Rp57.298,76.
  4. Jumlah potongan Rp171.896,28, atau 3% dari UMP. Persen dari angka yang sama boleh dijumlahkan: 2% + 1% = 3%, karena keduanya dihitung dari Rp5.729.876 yang sama.
Persen dari gaji dalam praktik: potongan iuran pekerja JHT 2% (PP 46/2015) dan JP 1% (PP 45/2015) bila upahnya sama dengan UMP 2026. Hanya provinsi yang SK UMP 2026-nya sudah kami baca.
ProvinsiUMP 2026JHT 2%JP 1%Jumlah potonganBerapa persen dari UMP
DKI JakartaRp5.729.876Rp114.597,52Rp57.298,76Rp171.896,283%
BaliRp3.207.459Rp64.149,18Rp32.074,59Rp96.223,773%
BantenRp3.100.881,40Rp62.017,63Rp31.008,81Rp93.026,443%
LampungRp3.047.734Rp60.954,68Rp30.477,34Rp91.432,023%
Jawa TimurRp2.446.880,68Rp48.937,61Rp24.468,81Rp73.406,423%
Jawa TengahRp2.327.386,07Rp46.547,72Rp23.273,86Rp69.821,583%

Potongan gaji yang sebenarnya lebih banyak daripada dua iuran ini: ada BPJS Kesehatan dan PPh 21 dengan tarif efektif rata-rata. Untuk rincian lengkap dari gaji kotor ke gaji yang diterima, pakai kalkulator gaji bersih; tabel iuran per program ada di halaman iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Contoh 2 — persentase kenaikan: batas upah Jaminan Pensiun. BPJS Ketenagakerjaan menaikkan batas upah iuran JP dari Rp10.547.400 (berlaku 1 Maret 2025) menjadi Rp11.086.300 (berlaku 1 Maret 2026).

  1. Selisih: Rp11.086.300 − Rp10.547.400 = Rp538.900.
  2. Bagi dengan angka awal: 538.900 ÷ 10.547.400 = 0,0510932.
  3. Kalikan 100: 5,11%, tepatnya 5,1093%.
  4. Dasar penyesuaiannya pertumbuhan PDB 5,11%. Rp10.547.400 × 1,0511 = Rp11.086.372, lalu dibulatkan ke bawah ke ratusan menjadi Rp11.086.300 — itu sebabnya hasil hitung balik sedikit di bawah 5,11%.

Contoh 3 — angka awal sebelum turun: harga coret. Sebuah jaket dijual Rp187.500 dengan label "diskon 25%". Berapa harga sebelum diskon?

  1. Harga setelah diskon adalah 100% − 25% = 75% dari harga awal, atau faktor 0,75.
  2. Harga awal = Rp187.500 ÷ 0,75 = Rp250.000.
  3. Periksa: 25% × Rp250.000 = Rp62.500; Rp250.000 − Rp62.500 = Rp187.500. Cocok.
  4. Cara yang keliru, Rp187.500 × 1,25 = Rp234.375, meleset Rp15.625. Kesalahan ini dibahas lebih jauh di bagian naik-turun.

Contoh 4 — selisih persen: UMP Bali dan Lampung 2026. UMP Bali Rp3.207.459, UMP Lampung Rp3.047.734.

  1. Selisih mutlak: Rp3.207.459 − Rp3.047.734 = Rp159.725.
  2. Rata-rata: (Rp3.207.459 + Rp3.047.734) ÷ 2 = Rp3.127.596,50.
  3. Selisih persen: 159.725 ÷ 3.127.596,50 × 100 = 5,11%.
  4. Bandingkan: dari Lampung ke Bali naik 5,24%, dari Bali ke Lampung turun 4,98%. Tiga angka yang berbeda untuk dua UMP yang sama; pilih sesuai pertanyaanmu.

Menghitung persentase kenaikan bila angka awal nol atau negatif

Dua kasus ini jarang dibahas, padahal sering muncul di laporan usaha kecil: penjualan bulan lalu nol karena toko baru buka, atau laba bulan lalu negatif karena rugi.

Angka awal nol. Persentase perubahan membagi dengan angka awal, dan pembagian dengan nol tidak punya hasil. Naik dari 0 ke Rp500.000 bukan kenaikan "tak terhingga persen" dan bukan 100%; ia hanya bisa disebut sebagai selisih Rp500.000. Kalkulator ini menolak menampilkan angka persen untuk kasus tersebut dan menulis selisihnya. Kalau yang kamu butuhkan tetap sebuah persentase, pilih angka pembanding lain yang tidak nol, atau pakai tab Selisih, yang membagi dengan rata-rata kedua angka.

Angka awal negatif. Dari rugi Rp2.000.000 ke laba Rp500.000, selisihnya +Rp2.500.000. Membagi dengan −2.000.000 menghasilkan −125%, seolah-olah kinerja memburuk. Kalkulator ini membagi dengan nilai mutlak angka awal sehingga hasilnya +125%, searah dengan perubahan yang sebenarnya, dan menandai hasil itu. Dari rugi Rp2.000.000 ke rugi Rp3.000.000 hasilnya −50%: rugi bertambah. Laporan keuangan perusahaan terbuka sering memilih cara lain untuk kasus ini: menulis "tidak bermakna" alih-alih angka persen.

Alur menghitung persentase perubahan1. Tentukan angka awal dan akhirRp10.547.400 → Rp11.086.300contoh: batas upah Jaminan Pensiun 2025 ke2026periksa pembagi2. Angka awal nol?ya: persentase perubahan tidak terdefinisi,sebutkan selisihnya saja; tidak: lanjut+3. Selisih = akhir − awal+Rp538.900positif berarti naik, negatif berarti turun=4. Bagi dengan |angka awal|, × 100+5,1093%angka awal negatif dibuat mutlak supaya tandatetap mengikuti arah perubahan5. Angkanya sendiri persen?ya: laporkan juga selisih dalam poinpersentase; tidak: selesai
Contoh angka dari data BPJS Ketenagakerjaan: batas upah JP naik dari Rp10.547.400 (berlaku 2025-03-01) ke Rp11.086.300 (berlaku 2026-03-01). Kenaikannya 5,11%, sedikit di bawah pertumbuhan PDB 5,11% yang menjadi dasarnya karena angka hasil kali dibulatkan ke bawah ke ratusan rupiah.

Apa beda persen dan poin persentase

Ketika dua angka yang dibandingkan sendiri sudah berupa persen, ada dua cara menyebut perubahannya, dan keduanya sering tertukar. Poin persentase adalah selisih biasa dari dua angka persen. Persen adalah perubahan relatif terhadap angka awal. Tarif PPN yang berubah dari 11% menjadi 12% naik 1 poin persentase, tetapi naik 9,09% secara relatif (1 ÷ 11 × 100). Dua kalimat "PPN naik 1%" dan "PPN naik 9,09%" sama-sama terdengar wajar, padahal hanya kalimat kedua yang benar untuk kata "persen"; kalimat yang paling jelas adalah "PPN naik 1 poin persentase".

Tabel berikut memakai seri inflasi tahunan nasional BPS yang sama dengan halaman inflasi Indonesia. Perhatikan bulan-bulan dengan perubahan kecil dalam poin tetapi besar dalam persen.

Inflasi tahunan (year on year) nasional menurut BPS, 12 bulan terakhir sampai Agustus 2026, dari /assets/data/inflasi-kota.json. Kolom poin dan persen menghitung perubahan dari bulan sebelumnya.
BulanInflasi tahunanBulan sebelumnyaPerubahan (poin persentase)Perubahan relatif (persen)
September 20252,65%2,31%+0,34 poin+14,72%
Oktober 20252,86%2,65%+0,21 poin+7,92%
November 20252,72%2,86%−0,14 poin−4,90%
Desember 20252,92%2,72%+0,20 poin+7,35%
Januari 20263,55%2,92%+0,63 poin+21,58%
Februari 20264,76%3,55%+1,21 poin+34,08%
Maret 20263,48%4,76%−1,28 poin−26,89%
April 20262,42%3,48%−1,06 poin−30,46%
Mei 20263,08%2,42%+0,66 poin+27,27%
Juni 20263,34%3,08%+0,26 poin+8,44%
Juli 20262,88%3,34%−0,46 poin−13,77%
Agustus 20263,19%2,88%+0,31 poin+10,76%

Contoh — inflasi Juli 2026 ke Agustus 2026. BPS mencatat inflasi tahunan nasional 2,88% pada Juli 2026 dan 3,19% pada Agustus 2026.

  1. Selisih kedua angka persen: 3,19 − 2,88 = +0,31 poin persentase. Inilah yang benar ditulis "inflasi naik 0,31 poin".
  2. Perubahan relatif: 0,31 ÷ 2,88 × 100 = +10,76%. Ini yang dimaksud bila seseorang menulis "inflasi naik 10,8 persen".
  3. Keduanya benar untuk pertanyaannya masing-masing, tetapi berbeda 35 kali lipat. Menulis "naik 0,31%" untuk selisih poin adalah kesalahan yang paling sering dijumpai.

Aturan praktisnya: untuk suku bunga, inflasi, tarif pajak, dan porsi saham, sebut perubahan dalam poin. Bunga kredit rumah yang naik dari 7% ke 8% naik 1 poin, atau 14,29% secara relatif, dan dampaknya pada cicilan bulanan bisa dihitung di simulasi KPR. Di kalkulator ini, centang "kedua angka ini sendiri persen" pada tab Kenaikan atau Penurunan untuk menampilkan keduanya sekaligus.

Kenapa naik 20% lalu turun 20% tidak kembali ke angka awal

Kenaikan 20% dihitung dari angka awal, 100, sehingga menjadi 120. Penurunan 20% berikutnya dihitung dari angka yang sudah naik, 120, sehingga yang dikurangi 24, bukan 20. Hasilnya 96. Urutannya dibalik pun sama: turun 20% dari 100 menjadi 80, naik 20% dari 80 hanya menambah 16, hasilnya tetap 96. Rugi bersihnya selalu x² ÷ 100 persen, jadi untuk 20% sebesar 4%, dan untuk 50% sebesar 25%.

Turun x persen butuh naik lebih dari x persen untuk kembaliNaik yang dibutuhkan untuk pulihPersen turunnya (x)Bersih: naik x% lalu turun x%−100%−50%0%50%100%150%200%250%300%0%15%30%45%60%75%persen turun atau naik (x)persenturun 20% → naik 25%turun 50% → naik 100%
Dihitung dengan mesin kalkulator ini: kenaikan untuk pulih = x ÷ (100 − x) × 100, dan hasil bersih naik lalu turun = −x² ÷ 100. Garis putus-putus adalah x itu sendiri, supaya terlihat seberapa jauh kebutuhan pulih melampauinya.

Sisi lain dari sifat yang sama lebih penting dalam investasi: setelah turun, kenaikan yang dibutuhkan untuk kembali selalu lebih besar daripada penurunannya. Portofolio yang turun 20% butuh naik 25%; yang turun 50% butuh naik 100%. Di pasar saham, biaya transaksi dan pajak menambah jarak itu lagi; kalkulator saham menghitung kenaikan harga yang dibutuhkan untuk impas setelah fee broker dan PPh final.

Naik lalu turun dengan persen yang sama tidak kembali ke titik awal. Titik awal 100; kolom terakhir adalah kenaikan yang dibutuhkan untuk kembali ke 100 setelah turun.
Persen (x)100 naik x% lalu turun x%Perubahan bersih100 turun x% lalu naik x%Naik yang dibutuhkan setelah turun x%
5%99,75−0,25%99,755,26%
10%99−1%9911,11%
20%96−4%9625%
25%93,75−6,25%93,7533,33%
30%91−9%9142,86%
50%75−25%75100%
75%43,75−56,25%43,75300%
90%19−81%19900%

Hal yang sama menjelaskan kenapa harga asli tidak bisa dicari dengan menambahkan kembali persen diskonnya. Diskon 25% dihitung dari harga asli; menambah 25% ke harga diskon menghitungnya dari harga yang lebih kecil. Pedagang yang menetapkan harga jual dari modal menghadapi soal serupa ketika menerjemahkan target margin menjadi harga, yang dijelaskan di cara menghitung harga jual.

Salin hasil ke kalkulator HP atau rumus Excel

Hitungan persen jarang berhenti di satu halaman web. Biasanya angka yang sama perlu diulang di kalkulator ponsel saat berbelanja, atau dimasukkan ke lembar Excel untuk puluhan baris. Karena itu setiap hasil di kalkulator ini punya kotak Salin sebagai berisi tiga hal.

Urutan tombol kalkulator HP tanpa tombol %. Tombol % tidak bekerja sama di semua aplikasi kalkulator. Apple menuliskan perilaku tombol itu untuk iPhone; Google tidak menerbitkan halaman bantuan untuk aplikasi kalkulator Android-nya. Urutan yang kami tampilkan hanya memakai tombol angka, ×, ÷, +, −, dan =, dan setiap langkah ditutup dengan =, sehingga hasilnya sama baik di kalkulator yang menghitung langsung maupun yang mendahulukan kali-bagi.

Pintasan iPhone. Untuk soal "angka ditambah X%", kotak itu juga menampilkan urutan yang ditulis Apple di Petunjuk Pengguna iPhone: 100 + 15% = menghasilkan 115. Perilaku untuk tombol lain tidak didokumentasikan Apple, jadi tidak kami tampilkan.

Rumus Excel untuk dua kawasan. Excel memakai pemisah daftar dan pemisah desimal dari pengaturan kawasan Windows. Di kawasan Indonesia, argumen fungsi dipisah titik koma dan desimal ditulis dengan koma: =ROUND(5729876*0,02;2). Di kawasan English-US: =ROUND(5729876*0.02,2). Rumus yang disalin dari tutorial berbahasa Inggris ke Excel berkawasan Indonesia akan ditolak karena perbedaan ini.

Penjelasan lengkap kedua jalur itu ada di halaman tersendiri: cara menghitung persen di kalkulator HP, dengan pembuat urutan tombol untuk setiap soal, dan cara menghitung persentase di Excel, dengan rumus berreferensi sel, IFERROR untuk angka awal nol, dan format Persentase.

Kesalahan menghitung persentase yang paling sering terjadi

  1. Membagi dengan angka yang salah. Kenaikan harga dari Rp80.000 ke Rp100.000 adalah 25% (dibagi 80.000), bukan 20% (dibagi 100.000). Angka 20% itu margin, bukan kenaikan.
  2. Menjumlahkan persen yang tidak berasal dari angka yang sama. Diskon 30% lalu tambahan 20% bukan diskon 50%, karena 20% itu dihitung dari harga yang sudah dipotong.
  3. Mencari angka awal dengan menambahkan persennya kembali. Harga Rp187.500 setelah diskon 25% berasal dari Rp250.000, bukan Rp234.375.
  4. Menulis selisih poin sebagai persen. Bunga naik dari 6% ke 7% naik 1 poin persentase, atau 16,67%, bukan naik 1%.
  5. Menghitung persentase perubahan dari nol. Hasilnya tidak terdefinisi; sebutkan selisihnya.
  6. Mengetik titik sebagai desimal. Di kalkulator ini "12,5" dibaca dua belas koma lima, dan "1.500" dibaca seribu lima ratus. Satu titik yang diikuti tepat tiga angka dianggap pemisah ribuan.

Yang tidak dihitung kalkulator ini

Kalkulator ini mengerjakan aritmetika persen, bukan aturan yang menempel pada angka tertentu. Diskon bertingkat, voucher, dan PPN punya urutan hitung sendiri dan dikerjakan di kalkulator diskon. Bunga majemuk dan cicilan bukan persen sederhana karena bunga dihitung dari saldo yang berubah setiap periode. Tarif pajak berlapis, seperti PPh 21 dengan tarif efektif rata-rata, perlu tabel tarifnya; lihat tarif TER PPh 21. Pembulatan rupiah pada struk atau faktur mengikuti ketentuan masing-masing dan tidak diterapkan di sini: hasil ditampilkan sampai empat desimal apa adanya.

Semua angka yang kamu ketik diproses di browser. Tidak ada akun, tidak ada formulir yang dikirim, dan hasil hanya tersimpan di perangkatmu bila kamu sendiri menekan tombol simpan.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana cara menghitung persen dari suatu angka?
Bagi persennya dengan 100, lalu kalikan dengan angkanya. Untuk 2% dari Rp5.729.876, hitung 2 ÷ 100 = 0,02, lalu 0,02 × 5.729.876 = Rp114.597,52. Di kalkulator HP, urutan 5729876 × 2 ÷ 100 = memberi hasil yang sama tanpa perlu tombol %. Kalkulator di halaman ini menampilkan kedua langkah itu dengan angka yang kamu ketik.
Bagaimana cara mencari berapa persen dari dua angka?
Bagi angka bagian dengan angka keseluruhan, lalu kalikan 100. Cicilan Rp1.500.000 dari gaji Rp5.729.876 adalah 1.500.000 ÷ 5.729.876 × 100 = 26,18%. Urutan pembaginya penting: keseluruhan selalu di bawah. Bila keseluruhannya nol, persentase tidak bisa dihitung, dan kalkulator ini menampilkan pesan alih-alih angka tak terhingga.
Apa beda persen dan poin persentase?
Poin persentase adalah selisih dua angka yang sudah berupa persen, sedangkan persen adalah perubahan relatifnya. Tarif PPN yang berubah dari 11% ke 12% naik 1 poin persentase, atau 9,09% secara relatif. Untuk inflasi, suku bunga, dan tarif pajak, perubahan sebaiknya disebut dalam poin agar tidak menyesatkan pembaca.
Kenapa harga naik 20% lalu turun 20% tidak kembali ke harga awal?
Karena kedua persen dihitung dari angka yang berbeda. Kenaikan 20% dari 100 menambah 20 menjadi 120, lalu penurunan 20% dari 120 mengurangi 24 menjadi 96. Perubahan bersihnya selalu minus x kuadrat dibagi 100 persen, jadi 4% untuk x = 20. Untuk kembali setelah turun 20%, harga perlu naik 25%.
Bagaimana menghitung persentase kenaikan jika angka awalnya nol?
Tidak bisa. Persentase kenaikan membagi selisih dengan angka awal, dan pembagian dengan nol tidak punya hasil, sehingga kenaikan dari nol bukan 100% dan bukan tak terhingga. Sebutkan selisihnya dalam satuan aslinya, misalnya naik Rp500.000, atau bandingkan dengan angka lain yang tidak nol. Tab Selisih memakai rata-rata kedua angka sebagai pembagi.
Apakah kalkulator persentase ini bisa memakai angka desimal dan negatif?
Bisa. Tulis desimal dengan koma, misalnya 12,5, dan tanda minus di depan angka negatif. Titik dipakai sebagai pemisah ribuan, sehingga 1.500 dibaca seribu lima ratus. Angka sampai 1.000.000.000.000.000 (seribu triliun) diterima. Untuk angka awal negatif, persentase perubahan dibagi dengan nilai mutlaknya supaya tanda hasil mengikuti arah perubahan.
Apakah hasil kalkulator persen bisa langsung dipakai untuk hitungan pajak atau gaji?
Rumusnya sama, tetapi hitungan resmi sering punya aturan tambahan: dasar pengenaan, batas atas, dan pembulatan yang ditetapkan peraturannya. Iuran JP, misalnya, dihitung dari upah yang dibatasi Rp11.086.300. Angka pada slip gaji, bukti potong, atau faktur pajak dari penerbitnya tetap yang berlaku bila berbeda dengan hitungan di sini.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus, contoh angka, dan rujukan peraturan di halaman ini diperiksa terhadap dokumen penerbitnya: SK UMP, peraturan pemerintah BPJS, dan data BPS.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait