Kalkulator deposito: simulasi bunga bersih, pajak 20%, ARO, dan cek penjaminan LPS

Bunga deposito bersih = nominal × bunga × (hari ÷ 365 atau bulan ÷ 12) × (1 − 20%). Rp100 juta sebulan pada TBP 3,75% memberi Rp250.000 bersih. Bunga di atas 3,75% membuat simpanan di bank umum tidak dijamin LPS.

Bunga dibaca dari situs setiap bank. Pilih baris yang tiernya sesuai nominalmu.
Tenor 3 bulan × 4 = satu tahun.
Bank tidak memakai cara yang sama. Lihat penjelasan di bawah.
Untuk batas Rp7,5 juta dan batas penjaminan Rp2 miliar.

Kalkulator ini menjawab berapa bunga deposito yang benar-benar masuk ke rekeningmu untuk nominal, bunga, dan tenor tertentu, setelah PPh final 20%, dan apakah simpanan itu masih dijamin LPS. Simulasinya bisa diperpanjang beberapa kali tenor dengan ARO, memakai tanggal nyata, dan membandingkan hasilmu dengan bunga bank lain yang kami baca dari situs masing-masing bank.

PPh bunga deposito20% finalPMK 212/PMK.03/2018 Pasal 5
Tidak dipotong bila≤ Rp7,5 jutadeposito + tabungan, Pasal 7 huruf a
TBP LPS rupiah3,75% / 6,25%bank umum / BPR, sampai 30 September 2026
Dijamin LPSRp2 miliarper nasabah per bank

Poin utama

  • Rp100 juta pada 3,75% selama sebulan menghasilkan bunga bruto Rp312.500 dengan cara 1/12, tetapi Rp250.000 bersih setelah PPh 20%.
  • Batas Rp7,5 juta dibandingkan dengan jumlah deposito dan tabungan, bukan dengan nominal deposito saja.
  • Bunga di atas TBP membuat seluruh simpanan tidak dijamin; kalkulator memberi tanda begitu bunga yang kamu isi melewati 3,75% (bank umum) atau 6,25% (BPR).
  • Pada Rp100 juta, bunga bersih setahun di data kami berkisar Rp1,8 juta sampai Rp6,4 juta, dan semua angka di atas Rp3 juta berasal dari bunga di atas TBP.
  • Cara menghitung hari bisa menggeser bunga deposito satu bulan hampir 11% antara bulan Februari dan bulan 31 hari.
Data per 14 September 2026

Cara memakai simulasi deposito ini

Mulailah dari nominal dan sumber bunga. Bila bankmu ada di daftar, pilih barisnya: kalkulator mengisi bunga untuk tenor yang dipilih dan memberi tahu bila tier baris itu tidak mencakup nominalmu, misalnya memilih tier Rp100 juta sampai Rp500 juta untuk deposito Rp50 juta. Bila bank atau produkmu tidak ada, biarkan pilihan "isi bunga sendiri" dan ketik bunga yang tertera di aplikasi atau bilyet.

Kolom berapa kali tenor mengatur lamanya simulasi. Deposito tiga bulan yang diperpanjang empat kali berjalan satu tahun, dan kalkulator menghitung setiap jatuh tempo dengan tanggalnya sendiri. Pilih apakah bunga ditambahkan ke pokok saat jatuh tempo atau ditransfer ke rekening lain. Hanya pilihan pertama yang membuat bunga ikut berbunga.

Dua kolom sering dilewati padahal menentukan hasil. Tabungan dan deposito lain di bank yang sama dipakai untuk memeriksa batas Rp7,5 juta dan batas penjaminan Rp2 miliar, karena keduanya dihitung per bank, bukan per rekening. Jenis bank menentukan TBP yang dipakai: bank umum, termasuk bank digital, atau Bank Perekonomian Rakyat. Nama, nomor rekening, dan identitas tidak diminta, dan tidak ada data yang dikirim ke server.

Rumus kalkulator deposito

Bunga bruto = pokok × bunga per tahun × pecahan tahun
Pecahan tahun: hari aktual ÷ 365, atau (30 × bulan) ÷ 365, atau bulan ÷ 12
PPh final = 20% × bunga bruto, bila deposito + tabungan di bank itu > Rp7.500.000
Bunga bersih = bunga bruto − PPh final
ARO pokok + bunga: pokok periode berikutnya = pokok + bunga bersih

Satu-satunya bagian rumus yang berbeda antarbank adalah pecahan tahun. Deposito satu tahun penuh yang berisi 365 hari memberi hasil sama dengan cara hari aktual dan cara 1/12, tetapi tenor satu, tiga, dan enam bulan tidak, karena jumlah hari di dalamnya berubah. Cara 30/365 menghitung setiap bulan tiga puluh hari sehingga setahunnya hanya 360 hari. Tabel berikut memperlihatkan dampaknya pada deposito yang dimulai pada tanggal data ini diperiksa.

Deposito Rp100 juta pada 3,75% mulai 14 September 2026: bunga bersih satu kali tenor setelah PPh 20% menurut tiga cara menghitung hari.
TenorJatuh tempoBulan = 1/12 tahun30 hari per bulan ÷ 365Hari aktual ÷ 365
1 bulan14 Oktober 2026
30 hari
Rp250.000Rp246.575Rp246.575
3 bulan14 Desember 2026
91 hari
Rp750.000Rp739.726Rp747.945
6 bulan14 Maret 2027
181 hari
Rp1.500.000Rp1.479.452Rp1.487.671
12 bulan14 September 2027
365 hari
Rp3.000.000Rp2.958.904Rp3.000.000

Selisih pada tabel itu puluhan ribu rupiah per Rp100 juta, cukup untuk membuat hasil kalkulator tidak cocok dengan bilyet. Penjelasan setiap cara, beserta hitungan bulan demi bulan selama setahun, ada di halaman cara menghitung bunga deposito. Bila kamu tidak tahu cara yang dipakai bankmu, bandingkan bunga yang benar-benar dibayar pada satu jatuh tempo dengan ketiga pilihan di kalkulator; yang cocok sampai rupiah adalah cara bankmu.

Contoh simulasi deposito langkah demi langkah

Contoh 1 — tiga cara hitung hari pada deposito 3 bulan. Rp50.000.000 pada 3,75% per tahun, ditempatkan 14 September 2026, jatuh tempo 14 Desember 2026 (91 hari).

  1. Hari aktual: Rp50.000.000 × 3,75% × 91/365 = Rp467.466 bruto. PPh 20% Rp93.493. Bunga bersih Rp373.973.
  2. 30/365: Rp50.000.000 × 3,75% × 90/365 = Rp462.329 bruto, bersih Rp369.863.
  3. 1/12 tahun: Rp50.000.000 × 3,75% × 3/12 = Rp468.750 bruto, bersih Rp375.000.
  4. Nominal di atas Rp7,5 juta, jadi pajak dipotong pada ketiga cara. Bunga 3,75% tidak melebihi TBP bank umum, dan saldo di bawah Rp2 miliar: simpanan ini memenuhi batas penjaminan LPS.

Contoh 2 — bunga lebih tinggi di atas TBP, atau bunga setinggi TBP. Rp200.000.000 selama setahun, cara 1/12.

  1. Tenor 12 bulan pada 4,50% (tier Rp1 juta sampai di bawah Rp500 juta deposito online OCBC): bunga bruto Rp9.000.000, PPh Rp1.800.000, bersih Rp7.200.000.
  2. Bunga 4,50% melebihi TBP bank umum 3,75%, sehingga seluruh Rp207.200.000 berada di luar penjaminan LPS selama TBP itu berlaku.
  3. Pada bunga setinggi TBP, 3,75% selama 12 bulan: Rp200.000.000 × 3,75% × 0,8 = Rp6.000.000 bersih, dan simpanannya memenuhi batas penjaminan.
  4. Harga dari bunga yang lebih tinggi itu: Rp1.200.000 tambahan setahun ditukar dengan hilangnya penjaminan atas Rp200 juta.
  5. Tenor 1 bulan pada 4,25% yang diperpanjang ARO 12 kali memberi bunga bersih Rp6.906.974, lebih kecil dari tenor 12 bulan 4,50% walaupun bunganya ikut berbunga.

Contoh 3 — nominal kecil dan tabungan di bank yang sama. Deposito Rp6.000.000 tenor 1 bulan pada 3%, cara 1/12, dengan saldo tabungan Rp2.000.000 di bank yang sama.

  1. Bunga bruto: Rp6.000.000 × 3% ÷ 12 = Rp15.000.
  2. Jumlah deposito dan tabungan Rp8.000.000, melebihi Rp7.500.000, jadi PPh dipotong: 20% × Rp15.000 = Rp3.000.
  3. Bunga bersih Rp12.000.
  4. Tanpa tabungan di bank itu, jumlahnya Rp6.000.000, tidak melebihi batas, dan bunga bersihnya Rp15.000 penuh.

Contoh 4 — melewati batas Rp2 miliar. Rp2.500.000.000 di BCA tier Rp2 miliar ke atas, 3,00% selama 12 bulan, cara 1/12.

  1. Bunga bersih: Rp2.500.000.000 × 3% × 0,8 = Rp60.000.000. Saldo pada jatuh tempo Rp2.560.000.000.
  2. Bunga 3,00% tidak melebihi TBP, jadi syarat bunga terpenuhi.
  3. LPS menjamin paling banyak Rp2.000.000.000 per nasabah per bank. Sisanya, Rp560.000.000, tidak dijamin dan menurut FAQ LPS diselesaikan lewat proses likuidasi bila bank dicabut izinnya.

Dari bunga bruto sampai rekening

Bunga deposito melewati tiga titik sebelum bisa dipakai: dihitung dari pokok dan jumlah hari, dipotong pajak oleh bank, lalu ditambahkan ke pokok atau dikirim ke rekening tabungan. Diagram berikut mengikuti satu bulan deposito Rp100 juta pada bunga setinggi TBP.

Arus bunga deposito sampai rekeningPokok ditempatkanRp100.000.00014 September 2026, tenor 1 bulan, bunga 3,75%jatuh tempo 14 Oktober 2026+Bunga bruto+ Rp308.219Rp100.000.000 × 3,75% × 30/365 hariCek batas Rp7,5 jutadeposito + tabungan di bank ini melebihi batas,jadi dipotongPPh final 20%− Rp61.644disetor bank; tidak dilaporkan ulang sebagaipenghasilan kena tarif umum=Bunga bersihRp246.575ARO: masuk ke pokok · non-ARO: ditransfer ketabungan
Contoh memakai hitungan hari aktual dengan pembagi 365. Dengan cara bulan = 1/12 tahun, bunga brutonya Rp312.500.

Pemotongan dilakukan bank sebagai pemotong pajak menurut PMK 212/PMK.03/2018 Pasal 8, sehingga nasabah tidak menyetor sendiri. Karena pajaknya final, bunga ini tidak dijumlahkan dengan penghasilan lain di SPT dan pajaknya tidak bisa dikreditkan. Batas Rp7,5 juta dibandingkan dengan jumlah deposito dan tabungan, sehingga saldo tabungan di bank yang sama ikut menentukan apakah bunga deposito yang kecil dipotong.

ARO, ARO pokok, dan pencairan saat jatuh tempo

ARO, singkatan dari automatic roll over, berarti deposito diperpanjang otomatis dengan tenor yang sama saat jatuh tempo. Ada dua bentuk yang umum. ARO pokok + bunga menambahkan bunga bersih ke pokok, sehingga periode berikutnya berbunga atas jumlah yang lebih besar. ARO pokok memperpanjang pokok saja dan mengirim bunga ke rekening tabungan. Deposito non-ARO dicairkan seluruhnya saat jatuh tempo.

Siklus ARO empat kali tenor 3 bulanPenempatan awalRp100.000.00014 September 2026, tenor 3 bulan, 3,75%, AROpokok + bunga3 bulan+Jatuh tempo 1: 14 Desember 2026+ Rp750.000 bersihpokok baru Rp100.750.000diperpanjang otomatis 3 bulan+Jatuh tempo 2: 14 Maret 2027+ Rp755.625 bersihpokok baru Rp101.505.625diperpanjang otomatis 3 bulan+Jatuh tempo 3: 14 Juni 2027+ Rp761.292 bersihpokok baru Rp102.266.917diperpanjang otomatis 3 bulan=Jatuh tempo 4: 14 September 2027+ Rp767.002 bersihpokok baru Rp103.033.919
ARO (automatic roll over) memperpanjang deposito dengan suku bunga yang berlaku di bank pada tanggal perpanjangan, bukan bunga saat pertama ditempatkan. Contoh ini menahan bunga di 3,75% untuk memperlihatkan efek majemuknya saja.

Siklus itu menunjukkan efek majemuk yang kecil tetapi nyata: bunga bersih jatuh tempo keempat Rp767.002, lebih besar Rp17.002 dari jatuh tempo pertama walaupun bunganya sama, karena pokoknya sudah bertambah. Dengan hitungan hari aktual, isian bawaan kalkulator, kuartal ketiga dan keempat berisi 92 hari dan bunganya sedikit lebih besar lagi. Dalam praktik, bunga pada setiap perpanjangan adalah bunga yang berlaku di bank pada tanggal perpanjangan. Bila bank menurunkan bunganya, deposito ARO ikut turun tanpa pemberitahuan khusus, dan bila bank menaikkannya di atas TBP, status penjaminanmu ikut berubah.

Tenor pendek yang diperpanjang terus tidak otomatis lebih menguntungkan daripada tenor panjang. Contoh 2 di atas memperlihatkan tenor satu bulan 4,25% yang diperpanjang dua belas kali kalah dari tenor dua belas bulan 4,50%. Pada 4,25% setelah pajak, bunga majemuk bulanan hanya menambah sekitar 0,05 poin persen per tahun, jauh lebih kecil dari selisih bunga 0,25 poin persen antartenor pada contoh itu.

Cara kalkulator memeriksa penjaminan LPS

Setiap hasil memuat kotak status penjaminan dengan tiga kemungkinan. Memenuhi batas berarti bunga yang kamu isi tidak melebihi TBP untuk jenis bank yang dipilih dan saldo pada jatuh tempo terakhir, ditambah simpanan lain di bank itu, tidak melebihi Rp2 miliar. Sebagian di luar penjaminan berarti bunga memenuhi syarat tetapi saldo melebihi Rp2 miliar; kalkulator menyebut jumlah yang tidak dijamin. Tidak dijamin berarti bunga melebihi TBP, dan kalkulator menghitung ulang bunga bersih seandainya bunganya setinggi TBP supaya kamu melihat harga dari penjaminan itu.

TBP yang dipakai adalah 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum dan 6,25% untuk BPR, dari Pengumuman LPS PENG-5/DSPB/2026 dan PENG-6/DSPB/2026 yang berlaku 1 Juli sampai 30 September 2026. Nilai Rp2 miliar per nasabah per bank dan aturan penjumlahan saldo, termasuk pembagian rata rekening gabungan, berasal dari FAQ penjaminan simpanan LPS. Dua syarat 3T lainnya, simpanan tercatat di pembukuan bank dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, tidak bisa diperiksa kalkulator dan disebutkan di hasil sebagai pengingat.

Bunga deposito bank tertinggi dan yang masih dijamin LPS

Tabel ini mengisi simulasi yang sama untuk Rp100 juta di setiap baris data bank yang tiernya mencakup Rp100 juta. Bunganya dibaca dari halaman suku bunga atau RIPLAY milik bank sendiri pada 14 September 2026, bukan dari daftar agregator atau berita.

Bunga bersih setelah PPh 20% untuk deposito Rp100 juta, satu kali tenor, dihitung bulan = 1/12 tahun. Hanya baris yang tiernya berlaku untuk Rp100 juta. Tanda ▲ = bunga di atas TBP LPS bank umum 3,75%, sehingga simpanan itu tidak dijamin LPS.
Bank dan produkKanal/tier1 bulan3 bulan6 bulan12 bulan
BRI — Deposito Rupiahsemua nominal (satu baris di halaman bank)Rp200.000
3%
Rp600.000
3%
Rp1.200.000
3%
Rp2.000.000
2,5%
Bank Mandiri — Deposito Rupiahsemua tier nominal (angka sama)Rp150.000
2,25%
Rp450.000
2,25%
Rp1.000.000
2,5%
Rp2.000.000
2,5%
BNI — BNI Depositosemua enam tier nominal (angka sama)Rp150.000
2,25%
Rp500.000
2,5%
Rp1.100.000
2,75%
Rp2.000.000
2,5%
BCA — Deposito Berjangkadi bawah Rp2 miliarRp183.333
2,75%
Rp550.000
2,75%
Rp1.200.000
3%
Rp2.400.000
3%
CIMB Niaga — Deposito Berjangka lewat OCTORp100 juta sampai Rp500 jutaRp300.000
4,5% ▲
Rp950.000
4,75% ▲
Rp2.000.000
5% ▲
Rp4.000.000
5% ▲
CIMB Niaga — Deposito Berjangkakantor cabangRp150.000
2,25%
Rp600.000
3%
Rp1.100.000
2,75%
Rp2.200.000
2,75%
Danamon — Deposito onlineRp100 juta sampai di bawah Rp500 jutaRp250.000
3,75%
Rp750.000
3,75%
Rp1.600.000
4% ▲
Rp3.200.000
4% ▲
Danamon — Depositokantor cabang, Rp8 juta ke atasRp166.667
2,5%
Rp500.000
2,5%
Rp1.000.000
2,5%
Rp2.000.000
2,5%
PermataBank — PermataDepositostandar, di luar aplikasiRp150.000
2,25%
Rp450.000
2,25%
Rp900.000
2,25%
Rp1.800.000
2,25%
OCBC — Deposito IDR onlineRp1 juta sampai di bawah Rp500 jutaRp283.333
4,25% ▲
Rp850.000
4,25% ▲
Rp1.800.000
4,5% ▲
Rp3.600.000
4,5% ▲
OCBC — Deposito IDRkantor cabangRp200.000
3%
Rp600.000
3%
Rp1.400.000
3,5%
Rp2.800.000
3,5%
SeaBank — Depositotanpa tier, minimal Rp1 jutaRp316.667
4,75% ▲
Rp1.050.000
5,25% ▲
Rp2.300.000
5,75% ▲
Rp4.800.000
6% ▲
Allo Bank — Depositotanpa tierRp366.667
5,5% ▲
Rp1.200.000
6% ▲
Rp2.400.000
6% ▲
Rp4.800.000
6% ▲
Bank Neo Commerce — Deposito WOW promotanpa tierRp400.000
6% ▲
Rp1.350.000
6,75% ▲
Rp2.900.000
7,25% ▲
Rp5.800.000
7,25% ▲
Krom Bank — Krom Flextanpa tierRp450.000
6,75% ▲
Rp1.400.000
7% ▲
Rp2.800.000
7% ▲
Rp6.000.000
7,5% ▲
Krom Bank — Krom Maxtanpa tierRp500.000
7,5% ▲
Rp1.500.000
7,5% ▲
Rp3.000.000
7,5% ▲
Rp6.400.000
8% ▲
Bunga bersih setahun untuk Rp100 juta, tenor 12 bulanBunga ≤ TBP 3,75% (dijamin)Bunga > TBP (tidak dijamin)Rp0Rp2 jtRp4 jtRp6 jtRp8 jtKrom MaxRp6,4 jtKrom FlexRp6 jtNeo WOWRp5,8 jtSeaBankRp4,8 jtAllo BankRp4,8 jtCIMB OCTORp4 jtOCBC onlineRp3,6 jtDanamon appRp3,2 jtOCBC cabangRp2,8 jtBCARp2,4 jtCIMB cabangRp2,2 jtBRIRp2 jtMandiriRp2 jtBNIRp2 jtDanamon cab.Rp2 jtPermataRp1,8 jt
Dihitung dari tier yang berlaku untuk Rp100 juta pada 16 baris data bank, bulan = 1/12 tahun. Bunga 3,75% menghasilkan Rp3.000.000 bersih setahun; setiap batang berarsir garis berasal dari bunga di atas TBP dan simpanannya tidak dijamin LPS selama TBP 3,75% berlaku.

Pola yang terlihat konsisten: bank besar menawarkan 2,25% sampai 3,00%, sebagian bank swasta menawarkan 3,25% sampai 5,50% lewat aplikasi, dan bank digital 4,75% sampai 8,00%. Hampir semua angka di atas 3,75% berasal dari kanal aplikasi atau produk khusus, dan satu produk menandai bunganya sebagai promo sampai 30 September 2026. Tabel lengkap dengan semua tier, tenor 24 bulan, tanggal di halaman bank, dan pengurutan kolom ada di halaman bunga deposito.

Kesalahan umum saat simulasi deposito

  1. Mengalikan nominal dengan bunga per tahun untuk tenor satu bulan. Bunga 3,75% adalah per tahun; tenor sebulan hanya mendapat sekitar seperdua belasnya.
  2. Lupa memotong 20%. Brosur dan tabel bank menulis bunga bruto.
  3. Menganggap batas Rp7,5 juta berlaku per rekening. Jumlah deposito dan tabungan di bank itu yang dibandingkan.
  4. Menganggap kelebihan bunga di atas TBP saja yang tidak dijamin. Menurut LPS, seluruh simpanan itu tidak dijamin.
  5. Menyebar deposito ke beberapa rekening di bank yang sama untuk mengejar batas. Penjaminan Rp2 miliar dan batas pajak sama-sama dihitung per bank, dan penjelasan PP 131/2000 menyebut jumlah yang dipecah-pecah.

Yang tidak dihitung kalkulator deposito ini

Penalti pencairan sebelum jatuh tempo ditetapkan setiap bank dan tidak diterbitkan dalam bentuk yang seragam, jadi tidak dihitung. Bunga dibayar di muka, yang punya tabel bunga tersendiri di beberapa bank, tidak dimodelkan. Deposito valuta asing dan deposito dari devisa hasil ekspor memakai tarif pajak dan TBP yang berbeda; tarif DHE tercantum di halaman bunga deposito tetapi tidak dipasang di kalkulator. Pembulatan bunga ke rupiah atau ke sen mengikuti kebijakan bank, sedangkan kalkulator menghitung tanpa pembulatan dan hanya membulatkan saat menampilkan.

Kalkulator juga tidak mengecek apakah bank terdaftar sebagai peserta penjaminan, dan tidak mengikuti perubahan bunga atau TBP setelah 14 September 2026. Untuk proyeksi jangka panjang dengan setoran rutin dan inflasi, pakai kalkulator bunga majemuk; untuk membandingkan deposito dengan SBN ritel, pakai pembanding di panduan investasi. Bunga kredit yang biasanya jauh di atas bunga deposito bisa dihitung di simulasi KPR, dan pajak atas pencairan dana jaminan hari tua di kalkulator pajak JHT.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana simulasi deposito Rp100 juta per bulan?
Pada bunga 3,75% per tahun dengan cara 1/12, bunga bruto sebulan Rp100.000.000 × 3,75% ÷ 12 = Rp312.500. Setelah PPh final 20%, bunga bersihnya Rp250.000. Dengan hitungan hari aktual, bulan 31 hari memberi Rp254.795 bersih dan Februari 28 hari Rp230.137. Bunga di atas 3,75% di bank umum membuat simpanan itu tidak dijamin LPS.
Apakah deposito di bawah Rp7,5 juta kena pajak?
Tidak dipotong, selama jumlah deposito dan tabungan di bank itu tidak melebihi Rp7.500.000 menurut PMK 212/PMK.03/2018 Pasal 7 huruf a. Yang dibandingkan adalah jumlah simpanan, bukan bunganya. Deposito Rp6 juta dengan tabungan Rp2 juta di bank yang sama berjumlah Rp8 juta, sehingga bunganya tetap dipotong 20%. Isi kolom simpanan lain di kalkulator untuk memeriksanya.
Kenapa bunga deposito yang saya terima berbeda dengan hasil kalkulator?
Periksa empat hal: cara menghitung hari yang dipakai bank, tanggal penempatan dan jatuh tempo, apakah bunga dipotong pajak karena ada tabungan lain di bank itu, dan pembulatan bank. Coba ketiga cara hitung hari di kalkulator; yang cocok sampai rupiah biasanya cara bankmu. Pada ARO, bunga perpanjangan mengikuti bunga bank pada tanggal perpanjangan.
Lebih baik tenor 1 bulan diperpanjang atau langsung 12 bulan?
Bandingkan bunga kedua tenor, bukan efek majemuknya. Pada tingkat bunga sekitar 4%, ARO bulanan hanya menambah sekitar 0,05 poin persen per tahun karena bunga ikut berbunga. Bila bunga 12 bulan lebih tinggi dari itu, tenor panjang unggul. Tenor pendek memberi keleluasaan mencairkan tanpa penalti dan ikut naik bila bank menaikkan bunga.
Apakah deposito di bank digital dijamin LPS?
Bank digital yang berizin sebagai bank umum ikut penjaminan LPS dengan aturan yang sama: paling banyak Rp2 miliar per nasabah per bank, dan bunga tidak boleh melebihi TBP bank umum, 3,75% sampai 30 September 2026. Banyak bunga deposito bank digital di data kami di atas angka itu, sehingga simpanan pada bunga tersebut tidak dijamin.
Bagaimana cara kalkulator deposito menghitung ARO?
Setiap jatuh tempo dihitung terpisah dengan tanggal nyata. Bunga bruto periode itu dipotong pajak, lalu bunga bersih ditambahkan ke pokok untuk periode berikutnya bila kamu memilih ARO pokok dan bunga, atau dijumlahkan sebagai bunga yang ditransfer bila memilih ARO pokok saja. Bunga dianggap sama di setiap perpanjangan, dan tabel rincian memperlihatkan pokok setiap periode.
Apakah simulasi deposito ini sama dengan bilyet dari bank?
Bisa sama sampai rupiah bila cara hitung hari, tanggal, dan bunga yang kamu isi sama dengan bank, tetapi bilyet dan konfirmasi dari bank tetap dokumen yang mengikat. Bank bisa memakai pembagi hari yang berbeda, membulatkan bunga, atau mengubah bunga saat perpanjangan. Kalkulator ini tidak mengetahui kebijakan internal tersebut.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus bunga deposito, tarif dan batas PPh final, TBP dan batas penjaminan LPS, serta bunga bank di halaman ini diperiksa terhadap PMK 212/PMK.03/2018, PP 131/2000, pengumuman dan FAQ LPS, dan halaman suku bunga setiap bank.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait