Kalkulator ini menjawab berapa bunga deposito yang benar-benar masuk ke rekeningmu untuk nominal, bunga, dan tenor tertentu, setelah PPh final 20%, dan apakah simpanan itu masih dijamin LPS. Simulasinya bisa diperpanjang beberapa kali tenor dengan ARO, memakai tanggal nyata, dan membandingkan hasilmu dengan bunga bank lain yang kami baca dari situs masing-masing bank.
Poin utama
- Rp100 juta pada 3,75% selama sebulan menghasilkan bunga bruto Rp312.500 dengan cara 1/12, tetapi Rp250.000 bersih setelah PPh 20%.
- Batas Rp7,5 juta dibandingkan dengan jumlah deposito dan tabungan, bukan dengan nominal deposito saja.
- Bunga di atas TBP membuat seluruh simpanan tidak dijamin; kalkulator memberi tanda begitu bunga yang kamu isi melewati 3,75% (bank umum) atau 6,25% (BPR).
- Pada Rp100 juta, bunga bersih setahun di data kami berkisar Rp1,8 juta sampai Rp6,4 juta, dan semua angka di atas Rp3 juta berasal dari bunga di atas TBP.
- Cara menghitung hari bisa menggeser bunga deposito satu bulan hampir 11% antara bulan Februari dan bulan 31 hari.
Cara memakai simulasi deposito ini
Mulailah dari nominal dan sumber bunga. Bila bankmu ada di daftar, pilih barisnya: kalkulator mengisi bunga untuk tenor yang dipilih dan memberi tahu bila tier baris itu tidak mencakup nominalmu, misalnya memilih tier Rp100 juta sampai Rp500 juta untuk deposito Rp50 juta. Bila bank atau produkmu tidak ada, biarkan pilihan "isi bunga sendiri" dan ketik bunga yang tertera di aplikasi atau bilyet.
Kolom berapa kali tenor mengatur lamanya simulasi. Deposito tiga bulan yang diperpanjang empat kali berjalan satu tahun, dan kalkulator menghitung setiap jatuh tempo dengan tanggalnya sendiri. Pilih apakah bunga ditambahkan ke pokok saat jatuh tempo atau ditransfer ke rekening lain. Hanya pilihan pertama yang membuat bunga ikut berbunga.
Dua kolom sering dilewati padahal menentukan hasil. Tabungan dan deposito lain di bank yang sama dipakai untuk memeriksa batas Rp7,5 juta dan batas penjaminan Rp2 miliar, karena keduanya dihitung per bank, bukan per rekening. Jenis bank menentukan TBP yang dipakai: bank umum, termasuk bank digital, atau Bank Perekonomian Rakyat. Nama, nomor rekening, dan identitas tidak diminta, dan tidak ada data yang dikirim ke server.
Rumus kalkulator deposito
Pecahan tahun: hari aktual ÷ 365, atau (30 × bulan) ÷ 365, atau bulan ÷ 12
PPh final = 20% × bunga bruto, bila deposito + tabungan di bank itu > Rp7.500.000
Bunga bersih = bunga bruto − PPh final
ARO pokok + bunga: pokok periode berikutnya = pokok + bunga bersih
Satu-satunya bagian rumus yang berbeda antarbank adalah pecahan tahun. Deposito satu tahun penuh yang berisi 365 hari memberi hasil sama dengan cara hari aktual dan cara 1/12, tetapi tenor satu, tiga, dan enam bulan tidak, karena jumlah hari di dalamnya berubah. Cara 30/365 menghitung setiap bulan tiga puluh hari sehingga setahunnya hanya 360 hari. Tabel berikut memperlihatkan dampaknya pada deposito yang dimulai pada tanggal data ini diperiksa.
| Tenor | Jatuh tempo | Bulan = 1/12 tahun | 30 hari per bulan ÷ 365 | Hari aktual ÷ 365 |
|---|---|---|---|---|
| 1 bulan | 14 Oktober 2026 30 hari | Rp250.000 | Rp246.575 | Rp246.575 |
| 3 bulan | 14 Desember 2026 91 hari | Rp750.000 | Rp739.726 | Rp747.945 |
| 6 bulan | 14 Maret 2027 181 hari | Rp1.500.000 | Rp1.479.452 | Rp1.487.671 |
| 12 bulan | 14 September 2027 365 hari | Rp3.000.000 | Rp2.958.904 | Rp3.000.000 |
Selisih pada tabel itu puluhan ribu rupiah per Rp100 juta, cukup untuk membuat hasil kalkulator tidak cocok dengan bilyet. Penjelasan setiap cara, beserta hitungan bulan demi bulan selama setahun, ada di halaman cara menghitung bunga deposito. Bila kamu tidak tahu cara yang dipakai bankmu, bandingkan bunga yang benar-benar dibayar pada satu jatuh tempo dengan ketiga pilihan di kalkulator; yang cocok sampai rupiah adalah cara bankmu.
Contoh simulasi deposito langkah demi langkah
Contoh 1 — tiga cara hitung hari pada deposito 3 bulan. Rp50.000.000 pada 3,75% per tahun, ditempatkan 14 September 2026, jatuh tempo 14 Desember 2026 (91 hari).
- Hari aktual: Rp50.000.000 × 3,75% × 91/365 = Rp467.466 bruto. PPh 20% Rp93.493. Bunga bersih Rp373.973.
- 30/365: Rp50.000.000 × 3,75% × 90/365 = Rp462.329 bruto, bersih Rp369.863.
- 1/12 tahun: Rp50.000.000 × 3,75% × 3/12 = Rp468.750 bruto, bersih Rp375.000.
- Nominal di atas Rp7,5 juta, jadi pajak dipotong pada ketiga cara. Bunga 3,75% tidak melebihi TBP bank umum, dan saldo di bawah Rp2 miliar: simpanan ini memenuhi batas penjaminan LPS.
Contoh 2 — bunga lebih tinggi di atas TBP, atau bunga setinggi TBP. Rp200.000.000 selama setahun, cara 1/12.
- Tenor 12 bulan pada 4,50% (tier Rp1 juta sampai di bawah Rp500 juta deposito online OCBC): bunga bruto Rp9.000.000, PPh Rp1.800.000, bersih Rp7.200.000.
- Bunga 4,50% melebihi TBP bank umum 3,75%, sehingga seluruh Rp207.200.000 berada di luar penjaminan LPS selama TBP itu berlaku.
- Pada bunga setinggi TBP, 3,75% selama 12 bulan: Rp200.000.000 × 3,75% × 0,8 = Rp6.000.000 bersih, dan simpanannya memenuhi batas penjaminan.
- Harga dari bunga yang lebih tinggi itu: Rp1.200.000 tambahan setahun ditukar dengan hilangnya penjaminan atas Rp200 juta.
- Tenor 1 bulan pada 4,25% yang diperpanjang ARO 12 kali memberi bunga bersih Rp6.906.974, lebih kecil dari tenor 12 bulan 4,50% walaupun bunganya ikut berbunga.
Contoh 3 — nominal kecil dan tabungan di bank yang sama. Deposito Rp6.000.000 tenor 1 bulan pada 3%, cara 1/12, dengan saldo tabungan Rp2.000.000 di bank yang sama.
- Bunga bruto: Rp6.000.000 × 3% ÷ 12 = Rp15.000.
- Jumlah deposito dan tabungan Rp8.000.000, melebihi Rp7.500.000, jadi PPh dipotong: 20% × Rp15.000 = Rp3.000.
- Bunga bersih Rp12.000.
- Tanpa tabungan di bank itu, jumlahnya Rp6.000.000, tidak melebihi batas, dan bunga bersihnya Rp15.000 penuh.
Contoh 4 — melewati batas Rp2 miliar. Rp2.500.000.000 di BCA tier Rp2 miliar ke atas, 3,00% selama 12 bulan, cara 1/12.
- Bunga bersih: Rp2.500.000.000 × 3% × 0,8 = Rp60.000.000. Saldo pada jatuh tempo Rp2.560.000.000.
- Bunga 3,00% tidak melebihi TBP, jadi syarat bunga terpenuhi.
- LPS menjamin paling banyak Rp2.000.000.000 per nasabah per bank. Sisanya, Rp560.000.000, tidak dijamin dan menurut FAQ LPS diselesaikan lewat proses likuidasi bila bank dicabut izinnya.
Dari bunga bruto sampai rekening
Bunga deposito melewati tiga titik sebelum bisa dipakai: dihitung dari pokok dan jumlah hari, dipotong pajak oleh bank, lalu ditambahkan ke pokok atau dikirim ke rekening tabungan. Diagram berikut mengikuti satu bulan deposito Rp100 juta pada bunga setinggi TBP.
Pemotongan dilakukan bank sebagai pemotong pajak menurut PMK 212/PMK.03/2018 Pasal 8, sehingga nasabah tidak menyetor sendiri. Karena pajaknya final, bunga ini tidak dijumlahkan dengan penghasilan lain di SPT dan pajaknya tidak bisa dikreditkan. Batas Rp7,5 juta dibandingkan dengan jumlah deposito dan tabungan, sehingga saldo tabungan di bank yang sama ikut menentukan apakah bunga deposito yang kecil dipotong.
ARO, ARO pokok, dan pencairan saat jatuh tempo
ARO, singkatan dari automatic roll over, berarti deposito diperpanjang otomatis dengan tenor yang sama saat jatuh tempo. Ada dua bentuk yang umum. ARO pokok + bunga menambahkan bunga bersih ke pokok, sehingga periode berikutnya berbunga atas jumlah yang lebih besar. ARO pokok memperpanjang pokok saja dan mengirim bunga ke rekening tabungan. Deposito non-ARO dicairkan seluruhnya saat jatuh tempo.
Siklus itu menunjukkan efek majemuk yang kecil tetapi nyata: bunga bersih jatuh tempo keempat Rp767.002, lebih besar Rp17.002 dari jatuh tempo pertama walaupun bunganya sama, karena pokoknya sudah bertambah. Dengan hitungan hari aktual, isian bawaan kalkulator, kuartal ketiga dan keempat berisi 92 hari dan bunganya sedikit lebih besar lagi. Dalam praktik, bunga pada setiap perpanjangan adalah bunga yang berlaku di bank pada tanggal perpanjangan. Bila bank menurunkan bunganya, deposito ARO ikut turun tanpa pemberitahuan khusus, dan bila bank menaikkannya di atas TBP, status penjaminanmu ikut berubah.
Tenor pendek yang diperpanjang terus tidak otomatis lebih menguntungkan daripada tenor panjang. Contoh 2 di atas memperlihatkan tenor satu bulan 4,25% yang diperpanjang dua belas kali kalah dari tenor dua belas bulan 4,50%. Pada 4,25% setelah pajak, bunga majemuk bulanan hanya menambah sekitar 0,05 poin persen per tahun, jauh lebih kecil dari selisih bunga 0,25 poin persen antartenor pada contoh itu.
Cara kalkulator memeriksa penjaminan LPS
Setiap hasil memuat kotak status penjaminan dengan tiga kemungkinan. Memenuhi batas berarti bunga yang kamu isi tidak melebihi TBP untuk jenis bank yang dipilih dan saldo pada jatuh tempo terakhir, ditambah simpanan lain di bank itu, tidak melebihi Rp2 miliar. Sebagian di luar penjaminan berarti bunga memenuhi syarat tetapi saldo melebihi Rp2 miliar; kalkulator menyebut jumlah yang tidak dijamin. Tidak dijamin berarti bunga melebihi TBP, dan kalkulator menghitung ulang bunga bersih seandainya bunganya setinggi TBP supaya kamu melihat harga dari penjaminan itu.
TBP yang dipakai adalah 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum dan 6,25% untuk BPR, dari Pengumuman LPS PENG-5/DSPB/2026 dan PENG-6/DSPB/2026 yang berlaku 1 Juli sampai 30 September 2026. Nilai Rp2 miliar per nasabah per bank dan aturan penjumlahan saldo, termasuk pembagian rata rekening gabungan, berasal dari FAQ penjaminan simpanan LPS. Dua syarat 3T lainnya, simpanan tercatat di pembukuan bank dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, tidak bisa diperiksa kalkulator dan disebutkan di hasil sebagai pengingat.
Bunga deposito bank tertinggi dan yang masih dijamin LPS
Tabel ini mengisi simulasi yang sama untuk Rp100 juta di setiap baris data bank yang tiernya mencakup Rp100 juta. Bunganya dibaca dari halaman suku bunga atau RIPLAY milik bank sendiri pada 14 September 2026, bukan dari daftar agregator atau berita.
| Bank dan produk | Kanal/tier | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | 12 bulan |
|---|---|---|---|---|---|
| BRI — Deposito Rupiah | semua nominal (satu baris di halaman bank) | Rp200.000 3% | Rp600.000 3% | Rp1.200.000 3% | Rp2.000.000 2,5% |
| Bank Mandiri — Deposito Rupiah | semua tier nominal (angka sama) | Rp150.000 2,25% | Rp450.000 2,25% | Rp1.000.000 2,5% | Rp2.000.000 2,5% |
| BNI — BNI Deposito | semua enam tier nominal (angka sama) | Rp150.000 2,25% | Rp500.000 2,5% | Rp1.100.000 2,75% | Rp2.000.000 2,5% |
| BCA — Deposito Berjangka | di bawah Rp2 miliar | Rp183.333 2,75% | Rp550.000 2,75% | Rp1.200.000 3% | Rp2.400.000 3% |
| CIMB Niaga — Deposito Berjangka lewat OCTO | Rp100 juta sampai Rp500 juta | Rp300.000 4,5% ▲ | Rp950.000 4,75% ▲ | Rp2.000.000 5% ▲ | Rp4.000.000 5% ▲ |
| CIMB Niaga — Deposito Berjangka | kantor cabang | Rp150.000 2,25% | Rp600.000 3% | Rp1.100.000 2,75% | Rp2.200.000 2,75% |
| Danamon — Deposito online | Rp100 juta sampai di bawah Rp500 juta | Rp250.000 3,75% | Rp750.000 3,75% | Rp1.600.000 4% ▲ | Rp3.200.000 4% ▲ |
| Danamon — Deposito | kantor cabang, Rp8 juta ke atas | Rp166.667 2,5% | Rp500.000 2,5% | Rp1.000.000 2,5% | Rp2.000.000 2,5% |
| PermataBank — PermataDeposito | standar, di luar aplikasi | Rp150.000 2,25% | Rp450.000 2,25% | Rp900.000 2,25% | Rp1.800.000 2,25% |
| OCBC — Deposito IDR online | Rp1 juta sampai di bawah Rp500 juta | Rp283.333 4,25% ▲ | Rp850.000 4,25% ▲ | Rp1.800.000 4,5% ▲ | Rp3.600.000 4,5% ▲ |
| OCBC — Deposito IDR | kantor cabang | Rp200.000 3% | Rp600.000 3% | Rp1.400.000 3,5% | Rp2.800.000 3,5% |
| SeaBank — Deposito | tanpa tier, minimal Rp1 juta | Rp316.667 4,75% ▲ | Rp1.050.000 5,25% ▲ | Rp2.300.000 5,75% ▲ | Rp4.800.000 6% ▲ |
| Allo Bank — Deposito | tanpa tier | Rp366.667 5,5% ▲ | Rp1.200.000 6% ▲ | Rp2.400.000 6% ▲ | Rp4.800.000 6% ▲ |
| Bank Neo Commerce — Deposito WOW promo | tanpa tier | Rp400.000 6% ▲ | Rp1.350.000 6,75% ▲ | Rp2.900.000 7,25% ▲ | Rp5.800.000 7,25% ▲ |
| Krom Bank — Krom Flex | tanpa tier | Rp450.000 6,75% ▲ | Rp1.400.000 7% ▲ | Rp2.800.000 7% ▲ | Rp6.000.000 7,5% ▲ |
| Krom Bank — Krom Max | tanpa tier | Rp500.000 7,5% ▲ | Rp1.500.000 7,5% ▲ | Rp3.000.000 7,5% ▲ | Rp6.400.000 8% ▲ |
Pola yang terlihat konsisten: bank besar menawarkan 2,25% sampai 3,00%, sebagian bank swasta menawarkan 3,25% sampai 5,50% lewat aplikasi, dan bank digital 4,75% sampai 8,00%. Hampir semua angka di atas 3,75% berasal dari kanal aplikasi atau produk khusus, dan satu produk menandai bunganya sebagai promo sampai 30 September 2026. Tabel lengkap dengan semua tier, tenor 24 bulan, tanggal di halaman bank, dan pengurutan kolom ada di halaman bunga deposito.
Kesalahan umum saat simulasi deposito
- Mengalikan nominal dengan bunga per tahun untuk tenor satu bulan. Bunga 3,75% adalah per tahun; tenor sebulan hanya mendapat sekitar seperdua belasnya.
- Lupa memotong 20%. Brosur dan tabel bank menulis bunga bruto.
- Menganggap batas Rp7,5 juta berlaku per rekening. Jumlah deposito dan tabungan di bank itu yang dibandingkan.
- Menganggap kelebihan bunga di atas TBP saja yang tidak dijamin. Menurut LPS, seluruh simpanan itu tidak dijamin.
- Menyebar deposito ke beberapa rekening di bank yang sama untuk mengejar batas. Penjaminan Rp2 miliar dan batas pajak sama-sama dihitung per bank, dan penjelasan PP 131/2000 menyebut jumlah yang dipecah-pecah.
Yang tidak dihitung kalkulator deposito ini
Penalti pencairan sebelum jatuh tempo ditetapkan setiap bank dan tidak diterbitkan dalam bentuk yang seragam, jadi tidak dihitung. Bunga dibayar di muka, yang punya tabel bunga tersendiri di beberapa bank, tidak dimodelkan. Deposito valuta asing dan deposito dari devisa hasil ekspor memakai tarif pajak dan TBP yang berbeda; tarif DHE tercantum di halaman bunga deposito tetapi tidak dipasang di kalkulator. Pembulatan bunga ke rupiah atau ke sen mengikuti kebijakan bank, sedangkan kalkulator menghitung tanpa pembulatan dan hanya membulatkan saat menampilkan.
Kalkulator juga tidak mengecek apakah bank terdaftar sebagai peserta penjaminan, dan tidak mengikuti perubahan bunga atau TBP setelah 14 September 2026. Untuk proyeksi jangka panjang dengan setoran rutin dan inflasi, pakai kalkulator bunga majemuk; untuk membandingkan deposito dengan SBN ritel, pakai pembanding di panduan investasi. Bunga kredit yang biasanya jauh di atas bunga deposito bisa dihitung di simulasi KPR, dan pajak atas pencairan dana jaminan hari tua di kalkulator pajak JHT.
Sumber dan dasar hukum
- PMK 212/PMK.03/2018 tentang Pemotongan PPh atas Bunga Deposito dan Tabungan serta Diskonto SBI — Pasal 3 (deposito berjangka, sertifikat deposito, deposito on call), Pasal 5 ayat (1) huruf c (final 20%), Pasal 7 huruf a (tidak dipotong bila tidak melebihi Rp7.500.000), Pasal 8 (bank wajib memotong). JDIH Kemenkeu. Diperiksa 14 September 2026.
- PP 131/2000 jo. PP 123/2015 — Pasal 2 huruf a, Pasal 3 ayat (1) huruf a, dan Penjelasan (bukan jumlah yang dipecah-pecah). pajak.go.id. Diperiksa 14 September 2026.
- Lembaga Penjamin Simpanan — PENG-5/DSPB/2026 (TBP bank umum rupiah 3,75%, valas 2,00%) dan PENG-6/DSPB/2026 (TBP BPR 6,25%), berlaku 1 Juli–30 September 2026: PDF bank umum, PDF BPR. FAQ penjaminan simpanan (Rp2 miliar per nasabah per bank sejak 13 Oktober 2008, 3T, rekening gabungan): lps.go.id/faq. Diperiksa 14 September 2026.
- Suku bunga bank — halaman suku bunga atau RIPLAY BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, BTN, CIMB Niaga, Danamon, PermataBank, OCBC, Bank Jago, SeaBank, Allo Bank, Bank Neo Commerce, dan Krom Bank, dibaca 14 September 2026; alamat setiap halaman ada di kolom
url_sumberberkas data. - Data yang dipakai kalkulator: deposito-rates.csv, lps.csv, pajak-bunga.csv — lisensi CC BY 4.0. Cara kami memeriksa angka: Metodologi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Bagaimana simulasi deposito Rp100 juta per bulan?
Apakah deposito di bawah Rp7,5 juta kena pajak?
Kenapa bunga deposito yang saya terima berbeda dengan hasil kalkulator?
Lebih baik tenor 1 bulan diperpanjang atau langsung 12 bulan?
Apakah deposito di bank digital dijamin LPS?
Bagaimana cara kalkulator deposito menghitung ARO?
Apakah simulasi deposito ini sama dengan bilyet dari bank?
Ditinjau oleh Deepak Middha
Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus bunga deposito, tarif dan batas PPh final, TBP dan batas penjaminan LPS, serta bunga bank di halaman ini diperiksa terhadap PMK 212/PMK.03/2018, PP 131/2000, pengumuman dan FAQ LPS, dan halaman suku bunga setiap bank.