Halaman ini menjawab berapa dividen yang benar-benar kamu terima dan apakah dividen itu kena pajak. Untuk orang pribadi dalam negeri, jawabannya bergantung pada satu hal yang diputuskan setelah uangnya masuk: apakah dividen itu diinvestasikan di Indonesia sebelum tenggat. Kalkulator menghitung kedua kemungkinan beserta tanggal tenggatnya.
Poin utama
- Dividen dari emiten dalam negeri untuk orang pribadi dalam negeri tidak dipotong pajak saat dibayarkan; uangnya masuk penuh.
- Pajak baru terutang bila dividen tidak diinvestasikan di Indonesia sesuai ketentuan — tarifnya 10% final dan disetor sendiri.
- Tenggat investasinya akhir bulan ketiga setelah tahun pajak dividen diterima, jadi dividen tahun 2026 paling lambat 31 Maret 2027.
- Dividen untuk badan dalam negeri bebas pajak tanpa syarat investasi.
Rumus menghitung dividen saham
Dividen tunai diumumkan emiten sebagai rupiah per lembar saham. Jumlah yang diterima pemegang saham adalah angka itu dikali jumlah lembar yang tercatat atas namanya pada tanggal pencatatan, dikurangi pajak bila ada.
Pajak = dividen kotor × tarif (0% atau 10%)
Dividen bersih = dividen kotor − pajak
Yield = dividen per lembar ÷ harga beli × 100%
Satu lot berisi 100 lembar menurut Peraturan BEI II-A VI.4.2. Karena dividen dihitung per lembar, pemegang saham ganjil — misalnya sisa 37 lembar dari aksi korporasi — tetap menerima dividen untuk lembar-lembar itu, walaupun sisa tersebut tidak bisa diperdagangkan di pasar reguler. Kalkulator ini meminta jumlah lot supaya konsisten dengan aplikasi broker.
Yang menentukan hak atas dividen adalah kepemilikan pada tanggal pencatatan (recording date), bukan tanggal pembayaran. Karena penyelesaian transaksi di Pasar Reguler berlangsung T+2, saham harus sudah dibeli paling lambat dua hari bursa sebelum tanggal pencatatan agar tercatat atas namamu. Jadwal persisnya — cum date, ex date, recording date, dan payment date — ada di pengumuman emiten masing-masing.
Pajak dividen saham menurut jenis penerima
Tarif 10% final untuk dividen orang pribadi dalam negeri berasal dari PP 19/2009. UU Cipta Kerja kemudian mengubah Pasal 4 ayat (3) UU PPh, dan aturan pelaksananya sekarang ada di PP 55/2022. Hasilnya adalah pembebasan bersyarat: dividen bukan objek pajak sepanjang diinvestasikan di Indonesia dalam jangka waktu tertentu.
| Penerima | Pajak | Syarat | Dasar |
|---|---|---|---|
| Orang pribadi dalam negeri — diinvestasikan di Indonesia | Bukan objek PPh | Diinvestasikan paling lambat akhir bulan ke-3 setelah tahun pajak, ditahan paling singkat 3 tahun pajak | PP 55/2022 Pasal 9 (2) a.1, Pasal 11 |
| Orang pribadi dalam negeri — tidak diinvestasikan | PPh final 10% | Terutang saat dividen diterima; disetor sendiri, tidak dipotong emiten | PP 55/2022 Pasal 9 (2) l–n; PP 19/2009 Pasal 1 |
| Badan dalam negeri | Bukan objek PPh | Tanpa syarat investasi | PP 55/2022 Pasal 9 (2) a.2 |
Dua hal yang sering disalahpahami. Pertama, emiten tidak memotong PPh atas dividen untuk orang pribadi dalam negeri (Pasal 9 ayat (2) huruf l), sehingga dividen yang masuk ke rekening dana nasabah selalu jumlah penuh, apa pun keputusan investasimu nanti. Kedua, bila syarat investasi tidak dipenuhi, pajaknya tidak hilang: PPh terutang pada saat dividen diterima (huruf m) dan wajib disetor sendiri (huruf n) dengan tarif 10% final menurut PP 19/2009.
Alur pajak dividen untuk orang pribadi dalam negeri
Pasal 11 PP 55/2022 membedakan tenggat untuk orang pribadi dan badan: orang pribadi paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun pajak dividen diterima, badan akhir bulan keempat. Keduanya harus menahan investasinya paling singkat tiga tahun pajak sejak tahun pajak dividen diterima. Kalkulator menghitung tanggal tenggat dari tahun yang kamu isi, bukan dari tanggal pembayaran dividen — semua dividen yang diterima sepanjang satu tahun pajak punya tenggat yang sama.
Contoh menghitung dividen saham
Contoh 1 — diinvestasikan kembali. 40 lot, dividen Rp180 per lembar, dibayar tahun 2026, harga beli rata-rata Rp4.200.
- Dividen kotor: 40 × 100 × Rp180 = Rp720.000.
- Diinvestasikan di Indonesia paling lambat 31 Maret 2027 dan ditahan sampai tahun pajak 2028: bukan objek PPh, pajak Rp0.
- Dividen bersih Rp720.000; yield 180 ÷ 4.200 = 4,29% dari harga beli.
Contoh 2 — tidak diinvestasikan. Posisi yang sama, tetapi dividen dipakai untuk kebutuhan konsumsi.
- Dividen kotor tetap Rp720.000 dan diterima penuh di rekening dana.
- PPh final 10% × Rp720.000 = Rp72.000, terutang pada saat dividen diterima dan disetor sendiri.
- Dividen bersih setelah pajak Rp648.000; yield bersih 648.000 ÷ (4.000 lembar × Rp4.200) = 3,86%.
Contoh 3 — penerima badan. PT milik keluarga memegang 500 lot saham yang sama.
- Dividen kotor: 500 × 100 × Rp180 = Rp9.000.000.
- Dividen dalam negeri untuk badan dalam negeri dikecualikan dari objek PPh tanpa syarat investasi (Pasal 9 ayat (2) huruf a angka 2): pajak Rp0.
- Dividen bersih Rp9.000.000, sama dengan dividen kotornya.
| Dividen/lembar | Lot | Harga beli | Kotor | Bila dibebaskan | Bila dipotong 10% | Yield dari harga beli |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Rp25 | 100 | Rp500 | Rp250.000 | Rp250.000 | Rp225.000 | 5% |
| Rp80 | 50 | Rp1.600 | Rp400.000 | Rp400.000 | Rp360.000 | 5% |
| Rp150 | 20 | Rp4.200 | Rp300.000 | Rp300.000 | Rp270.000 | 3,57% |
| Rp300 | 10 | Rp9.000 | Rp300.000 | Rp300.000 | Rp270.000 | 3,33% |
| Rp1.200 | 5 | Rp30.000 | Rp600.000 | Rp600.000 | Rp540.000 | 4% |
Yield dividen: dari harga beli atau dari harga pasar
Yield dividen yang ditampilkan aplikasi dan media biasanya dihitung dari harga pasar saat ini, karena itulah yang relevan bagi calon pembeli. Bagi pemegang saham yang sudah membeli, angka yang lebih berguna adalah yield dari harga belinya sendiri, sering disebut yield on cost. Kalkulator ini memakai harga beli rata-rata yang kamu isi.
Perbedaannya bisa besar. Dividen Rp180 per lembar pada saham yang kamu beli di Rp4.200 memberi yield 4,29%. Bila harga pasar sekarang Rp6.000, yield bagi pembeli baru hanya 3%. Dua angka itu sama-sama benar untuk dua pertanyaan berbeda. Untuk menghitung harga rata-rata yang benar dari beberapa pembelian, gunakan kalkulator average down, lalu masukkan hasilnya di sini.
Yield juga belum memperhitungkan biaya. Membeli saham untuk mengejar satu kali pembayaran dividen berarti membayar komisi beli, levy, lalu komisi jual, levy, dan PPh 0,1% saat keluar. Untuk posisi kecil, biaya bolak-balik 0,4% sampai 0,65% bisa memakan sebagian besar dividen satu periode. Rinciannya ada di halaman biaya transaksi saham.
Jadwal dividen: cum date, ex date, recording date, payment date
Setiap pembagian dividen tunai diumumkan dengan empat tanggal, dan masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
- Cum date — hari terakhir membeli saham di Pasar Reguler dengan hak atas dividen. Karena penyelesaian T+2, tanggal ini jatuh dua hari bursa sebelum recording date.
- Ex date — hari bursa berikutnya setelah cum date. Pembeli pada tanggal ini dan sesudahnya tidak berhak atas dividen periode tersebut, sedangkan penjual pada tanggal ini tetap menerimanya.
- Recording date — tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak.
- Payment date — tanggal dividen masuk ke rekening dana nasabah.
Tahun pajak dividen, yang menentukan tenggat investasi kembali, mengikuti saat dividen diterima atau diperoleh. Dividen yang dibayar pada akhir Desember dan yang dibayar awal Januari berikutnya bisa jatuh ke dua tahun pajak berbeda, sehingga tenggatnya juga berbeda satu tahun.
Membandingkan yield dividen dengan imbalan SBN ritel
Yield dividen sering dibandingkan dengan imbal hasil instrumen lain, dan perbandingan yang adil harus memakai angka setelah pajak. Surat berharga negara ritel yang ditawarkan pemerintah pada 2026 memberi contoh yang jelas. Sukuk ritel SR025T3, yang masa penawarannya ditutup 16 September 2026, memberi imbalan tetap 6,80% setahun untuk tenor tiga tahun menurut halaman DJPPR Kementerian Keuangan. Imbalan itu dikenai PPh final 10% menurut PP 91/2021, sehingga yang diterima investor 6,12% setahun.
Dividen Rp180 per lembar pada harga beli Rp4.200 memberi yield 4,29%, dan bila diinvestasikan kembali sesuai PP 55/2022 tidak dikenai pajak. Selisihnya dengan SR025T3 setelah pajak menjadi 1,83 poin persen, bukan 2,51 poin seperti bila angka sebelum pajak yang dibandingkan. Perbandingan ini hanya menyangkut arus kas tahunan: imbalan SBN ritel dibayar negara dan nominalnya kembali pada saat jatuh tempo, sedangkan dividen bisa berubah atau tidak dibagikan dan harga saham bisa turun.
Instrumen investasi yang memenuhi syarat pembebasan
Pasal 10 PP 55/2022 mendaftar bentuk investasi yang dapat dipakai untuk memenuhi syarat pembebasan dividen. Di pasar keuangan, daftar itu mencakup surat berharga negara, obligasi atau sukuk BUMN dan korporasi, instrumen di bank seperti deposito, tabungan, dan giro, saham, unit penyertaan reksa dana, efek beragun aset, dan dana investasi real estat. Di luar pasar keuangan, pasal yang sama menyebut antara lain emas batangan dan properti.
Membeli kembali saham di bursa dengan uang dividen termasuk investasi yang memenuhi syarat. Yang perlu diperhatikan adalah kewajiban menahan investasi paling singkat tiga tahun pajak dan melaporkan realisasinya kepada Direktorat Jenderal Pajak. Batas waktu dan bentuk laporannya diatur di peraturan menteri keuangan pelaksananya, yang teksnya belum kami baca untuk halaman ini, sehingga tidak kami sebutkan tanggalnya.
Yang tidak dihitung kalkulator ini
Kalkulator ini tidak mencakup dividen dari luar negeri, dividen untuk wajib pajak luar negeri, dividen saham (bonus saham), maupun biaya bank saat dividen ditransfer. Ia juga tidak memperkirakan dividen masa depan: grafik sepuluh tahun di atas hanya mengulang dividen yang sama untuk memperlihatkan besarnya selisih pajak, bukan proyeksi. Semua hitungan berjalan di browsermu tanpa login dan tanpa mengirim data ke server kami.
Sumber dan dasar hukum
- PP 55/2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan — Pasal 9 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, l, m, n (pembebasan bersyarat, tidak dipotong, terutang saat diterima, disetor sendiri); Pasal 10 (instrumen investasi); Pasal 11 (tenggat akhir bulan ketiga untuk orang pribadi, keempat untuk badan; paling singkat 3 tahun pajak). Ditetapkan 20 Desember 2022. JDIH Kemenkeu (PDF). Diperiksa 14 September 2026. PP 20/2026 yang mengubah PP 55/2022 tidak menyentuh ketentuan dividen.
- PP 19/2009 tentang PPh atas Dividen yang Diterima Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri — Pasal 1: tarif 10% final. JDIH Kemenkeu. Diperiksa 14 September 2026.
- Peraturan BEI II-A, Kep-00003/BEI/04-2025 — satuan lot 100 lembar (VI.4.2) dan penyelesaian T+2 (VI.12.3). idx.co.id (PDF).
- PP 91/2021 — PPh final 10% atas bunga obligasi termasuk SBN dan sukuk, Pasal 1 dan Pasal 2 ayat (2). JDIH Kemenkeu (PDF). DJPPR Kemenkeu — rencana penjualan sukuk ritel SR025T3 dan SR025T5 (imbalan 6,80% dan 6,90%). djppr.kemenkeu.go.id. Diperiksa 14 September 2026.
- Data: biaya-bursa.csv (tarif dividen dan tenggat), CC BY 4.0. Metodologi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa pajak dividen saham untuk investor perorangan?
Apakah dividen saham dipotong pajak sebelum masuk ke RDN?
Kapan batas waktu menginvestasikan dividen agar bebas pajak?
Bagaimana cara menghitung yield dividen saham?
Apakah membeli saham lagi dengan uang dividen memenuhi syarat bebas pajak?
Kapan harus membeli saham agar dapat dividen?
Ditinjau oleh Deepak Middha
Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Tarif, syarat pembebasan, dan tenggat di halaman ini diperiksa terhadap teks PP 55/2022 dan PP 19/2009.