Kalkulator average down saham: rata-rata harga, harga impas, dan lot untuk rata-rata target

Rata-rata harga baru = total nilai semua pembelian ÷ total lembar. Untuk menurunkan rata-rata ke target, lot tambahan = lot sekarang × (rata-rata sekarang − target) ÷ (target − harga beli berikutnya), dibulatkan ke atas. Harga impasnya tetap di atas rata-rata karena biaya beli, biaya jual, dan PPh 0,1% ikut dihitung.

Cari lot untuk rata-rata target (opsional)

Halaman ini menjawab dua pertanyaan yang selalu datang bersamaan saat harga saham turun: berapa rata-rata harga saya kalau membeli lagi, dan berapa lot yang harus dibeli supaya rata-ratanya turun ke angka tertentu. Keduanya dihitung bersama harga impas setelah biaya, karena rata-rata yang lebih rendah belum tentu berarti posisi yang lebih cepat pulih.

Rumus rata-rataΣ nilai ÷ Σ lembarrata-rata tertimbang, bukan rata-rata harga
Pembeliansampai 5biaya beli dihitung per transaksi
Satuan1 lot = 100lot tambahan dibulatkan ke atas
PPh jual0,1%ikut menaikkan harga impas

Poin utama

  • Rata-rata baru selalu berada di antara rata-rata lama dan harga beli berikutnya — tidak pernah bisa menyentuh harga beli berikutnya.
  • Lot tambahan untuk rata-rata target = lot lama × (rata lama − target) ÷ (target − harga baru).
  • Menurunkan rata-rata dari Rp820 ke Rp760 dengan membeli di Rp700 membutuhkan lot sebanyak posisi awal — modal berlipat dua.
  • Harga impas setelah average down tetap di atas rata-rata karena biaya beli kedua dan biaya jual ikut dihitung.
Data per 14 September 2026

Rumus average down saham

Average down adalah membeli lagi saham yang sudah dimiliki pada harga di bawah rata-rata harga beli sebelumnya, sehingga rata-rata seluruh posisi turun. Kata "rata-rata" di sini adalah rata-rata tertimbang: setiap harga diberi bobot sebanyak lembar yang dibeli pada harga itu. Rata-rata sederhana dari dua harga — misalnya (Rp4.500 + Rp3.900) ÷ 2 — hanya benar kalau kedua pembelian sama besar lotnya.

Rata-rata harga = (harga₁ × lembar₁ + harga₂ × lembar₂ + …) ÷ (lembar₁ + lembar₂ + …)
Rata-rata termasuk biaya = modal ÷ total lembar
Harga impas = modal ÷ (total lembar × (1 − tarif jual efektif))

Aplikasi broker umumnya menampilkan rata-rata harga tanpa biaya, supaya angkanya bisa langsung dibandingkan dengan harga pasar. Kalkulator ini menampilkan ketiganya: rata-rata harga, rata-rata yang sudah memuat biaya beli, dan harga impas yang sudah memuat biaya jual serta PPh final 0,1%. Perbedaan antara rata-rata dan harga impas itulah jarak yang sebenarnya harus ditempuh harga sebelum posisi berhenti merugi.

Biaya beli dihitung terpisah untuk setiap pembelian, bukan sekali untuk total nilainya. Bagi broker yang mengenakan komisi minimum per transaksi, memecah satu pembelian menjadi beberapa pembelian kecil menambah biaya; bagi broker tanpa komisi minimum, hasilnya sama. Semua broker yang tarifnya kami baca saat ini tidak mencantumkan komisi minimum di halamannya, tetapi mesin hitungnya sudah mendukung bila ada.

Menghitung berapa lot untuk mencapai rata-rata target

Pertanyaan yang lebih sering diajukan bukan "berapa rata-rata saya", melainkan "harus beli berapa lot supaya rata-rata saya jadi sekian". Jawabannya diturunkan langsung dari rumus rata-rata tertimbang. Kalau posisi sekarang L lot dengan rata-rata R, harga beli berikutnya H, dan rata-rata yang diinginkan T:

(R × L + H × x) ÷ (L + x) = T
x = L × (R − T) ÷ (T − H)

Rumus itu hanya punya jawaban bila T berada di antara H dan R. Target di bawah harga beli berikutnya mustahil, karena rata-rata tidak pernah bisa lebih rendah dari harga termurah yang dibeli. Target di atas rata-rata sekarang bukan average down. Kalkulator menolak kedua keadaan itu dan menjelaskan alasannya, bukan menampilkan angka negatif.

Hasil x hampir tidak pernah bilangan bulat, dan saham diperdagangkan per lot penuh. Kalkulator membulatkan x ke atas, sehingga rata-rata yang tercapai sedikit di bawah target. Pembulatan ke bawah akan meninggalkan rata-rata sedikit di atas target — dan itu berarti tujuanmu belum tercapai.

Penyebut rumus, T − H, adalah alasan average down cepat menjadi mahal. Semakin dekat target dengan harga beli berikutnya, semakin kecil penyebutnya, dan semakin besar lot yang dibutuhkan. Menurunkan rata-rata "hampir" ke harga pasar memerlukan lot yang jumlahnya tak terbatas.

Contoh hitung average saham

Contoh 1 — dua pembelian sama besar. 30 lot di Rp2.450, lalu 30 lot lagi di Rp2.050, lewat Ajaib (tarif 0,1513% beli dan 0,2513% jual, sudah memuat levy dan PPh).

  1. Pembelian 1: 3.000 lembar × Rp2.450 = Rp7.350.000; biaya 0,1513% = Rp11.120,55.
  2. Pembelian 2: 3.000 lembar × Rp2.050 = Rp6.150.000; biaya 0,1513% = Rp9.304,95.
  3. Rata-rata harga: Rp13.500.000 ÷ 6.000 lembar = Rp2.250. Karena lotnya sama, hasilnya sama dengan rata-rata sederhana kedua harga.
  4. Modal: Rp13.500.000 + Rp20.425,50 = Rp13.520.425,50, atau Rp2.253,40 per lembar.
  5. Harga impas tepat: Rp13.520.425,50 ÷ (6.000 × (1 − 0,2513%)) = Rp2.259,08; fraksi di harga itu Rp10, jadi Rp2.260.
  6. Dari harga beli kedua, harga perlu naik 10,24% — di dalam batas atas satu sesi Rp2.560 dari acuan Rp2.050.

Contoh 2 — mencari lot untuk rata-rata target. Posisi 50 lot di Rp820. Harga sekarang Rp700, dan kamu ingin rata-rata Rp760.

  1. Lot tambahan: 50 × (820 − 760) ÷ (760 − 700) = 50 × 60 ÷ 60 = 50 lot. Hasilnya bulat, jadi tidak ada pembulatan.
  2. Rata-rata baru: (5.000 × 820 + 5.000 × 700) ÷ 10.000 = Rp760, tepat di target.
  3. Dana tambahan dengan tarif Ajaib: Rp3.500.000 + Rp5.295,50 biaya = Rp3.505.295,50. Modal total menjadi Rp7.611.498,80.
  4. Harga impas sebelum average down Rp825; sesudahnya Rp765. Jarak impas dari harga pasar turun dari 17,86% menjadi 9,29%, dengan modal hampir dua kali lipat.

Contoh 3 — tiga pembelian bertingkat. 10 lot di Rp6.000, 20 lot di Rp5.200, dan 40 lot di Rp4.500, lewat Mandiri Sekuritas (beli 0,18%, jual 0,28%; levy dan PPh ditambahkan karena broker tidak menyatakannya).

  1. Nilai: Rp6.000.000 + Rp10.400.000 + Rp18.000.000 = Rp34.400.000 untuk 7.000 lembar.
  2. Rata-rata harga: Rp34.400.000 ÷ 7.000 = Rp4.914,29 — jauh lebih dekat ke Rp4.500 daripada rata-rata sederhana ketiga harga (Rp5.233), karena lot terbesar ada di harga terendah.
  3. Biaya beli: (0,18% + 0,0433%) × Rp34.400.000 = Rp76.815,20; modal Rp34.476.815,20.
  4. Tarif jual efektif 0,4233%. Harga impas tepat Rp4.946,20; fraksi Rp10; harga yang bisa diajukan Rp4.950, naik 10% dari pembelian terakhir.

Tabel skenario average down

Tabel ini menjawab pertanyaan "bagaimana kalau aku beli lebih banyak atau di harga lebih rendah" untuk satu posisi awal yang sama, dengan tarif Ajaib. Kolom terakhir adalah seberapa jauh harga harus naik dari harga beli kedua supaya posisi tidak rugi.

Posisi awal 10 lot di Rp1.000, lalu membeli tambahan. Tarif Ajaib Sekuritas. Harga impas sudah memuat biaya jual dan PPh 0,1%, dibulatkan ke fraksi.
Beli tambahanTotal lotRata-rata hargaRata-rata + biayaModal totalHarga impasJarak impas dari harga beli kedua
5 lot @ Rp90015Rp966,67Rp968,13Rp1.452.194Rp975+8,33%
10 lot @ Rp90020Rp950Rp951,44Rp1.902.875Rp955+6,11%
20 lot @ Rp90030Rp933,33Rp934,75Rp2.804.236Rp940+4,44%
10 lot @ Rp80020Rp900Rp901,36Rp1.802.723Rp905+13,13%
20 lot @ Rp80030Rp866,67Rp867,98Rp2.603.934Rp875+9,38%
40 lot @ Rp80050Rp840Rp841,27Rp4.206.355Rp845+5,63%
30 lot @ Rp70040Rp775Rp776,17Rp3.104.690Rp780+11,43%

Perhatikan dua baris yang membeli 20 lot: di Rp900 rata-ratanya Rp933,33, di Rp800 rata-ratanya Rp866,67. Harga beli kedua yang lebih rendah menurunkan rata-rata lebih banyak dengan modal yang lebih kecil. Sebaliknya, pada harga yang sama, melipatgandakan lot hanya menambah penurunan rata-rata sedikit demi sedikit.

Kenapa penurunan rata-rata makin lama makin kecil

Rata-rata harga baru menurut jumlah lot tambahanBeli kedua Rp900Beli kedua Rp800Beli kedua Rp700Rp650Rp700Rp750Rp800Rp850Rp900Rp950Rp1.0000102030405060lot tambahanrata-rata harga
Posisi awal 10 lot di Rp1.000. Kurva tidak pernah menyentuh harga beli kedua: rata-rata hanya mendekatinya. Lot pertama menurunkan rata-rata paling banyak; setiap lot berikutnya menambah modal dengan pengaruh yang makin kecil.

Setiap lot tambahan menarik rata-rata ke arah harga beli kedua, tetapi tarikannya dibagi dengan jumlah lembar yang sudah ada. Lot tambahan pertama bekerja pada posisi 10 lot; lot ke-50 bekerja pada posisi 59 lot. Karena itu kurva turun curam lalu melandai. Titik ketika kurva mulai datar adalah titik ketika menambah modal hampir tidak lagi mengubah rata-rata — dan grafik hidup di kalkulator menandai pilihanmu sendiri pada kurva yang sama.

Urutan pemeriksaan sebelum menambah lot

Urutan pemeriksaan sebelum average downHarga turun di bawah rata-ratacatat rata-rata lama dan jumlah lot yangdipegangTentukan harga beli keduaharus sesuai fraksi dan tidak di bawah batasbawah auto reject hari ituHitung lot tambahanlot = lot lama × (rata lama − target) ÷(target − harga kedua)=Hitung modal dan rata-rata barurata-rata turun, modal tertanam naik, biayabeli kedua ikut masuk modal=Hitung harga impas barumodal ÷ (lembar × (1 − tarif jual efektif)),dibulatkan ke atas ke fraksiBandingkan dengan batas auto rejectberapa sesi ARA yang dibutuhkan dari hargabeli kedua ke harga impas
Rumus lot tambahan diturunkan dari rata-rata tertimbang: (harga lama × lot lama + harga kedua × lot tambahan) ÷ (lot lama + lot tambahan) = target. Hasilnya dibulatkan ke atas ke lot penuh.

Urutan ini disusun dari hal yang bisa dihitung, bukan dari penilaian atas prospek sahamnya. Kalkulator menangani langkah ketiga sampai keenam. Langkah pertama dan kedua bergantung pada keadaan pasar hari itu: harga beli kedua harus berupa kelipatan fraksi, dan tidak boleh di bawah batas bawah auto reject dari harga penutupan kemarin.

Average up dan piramida terbalik

Rumus yang sama berlaku ketika harga naik. Membeli lagi di atas rata-rata disebut average up: rata-rata naik, dan harga impas ikut naik. Kalkulator ini menerima pembelian di harga berapa pun, jadi urutan harga tidak harus menurun. Pencari lot target hanya bekerja untuk arah turun, karena di arah naik pertanyaannya terbalik — berapa lot yang boleh ditambah sebelum rata-rata melewati batas yang kamu tetapkan — dan itu bisa dijawab dengan mencoba beberapa jumlah lot pada baris terakhir.

Pola lot yang membesar saat harga turun, seperti Contoh 3, sering disebut piramida. Kebalikannya, lot yang mengecil saat harga naik, membuat rata-rata tetap dekat dengan pembelian pertama. Keduanya hanya soal bobot dalam rata-rata tertimbang; kalkulator memperlakukannya sama.

Batas yang membatasi average down

Ada tiga batas yang tidak bisa diatasi dengan menambah lot. Pertama, batas bawah auto reject: dari harga penutupan kemarin, harga hari ini tidak bisa turun lebih dari 15% di Papan Utama, Pengembangan, dan Ekonomi Baru, jadi harga beli berikutnya dalam satu hari punya lantai. Kedua, harga minimum Rp50 di papan reguler. Ketiga, fraksi harga: order di antara fraksi ditolak.

Fraksi harga Peraturan II-A VI.5.2. Fraksi berganti seketika mengikuti harga order.
Rentang hargaFraksiJenjang maksimum per orderDasar
di bawah Rp200Rp1Rp10II-A VI.5.2.1
Rp200 s.d. di bawah Rp500Rp2Rp20II-A VI.5.2.2
Rp500 s.d. di bawah Rp2.000Rp5Rp50II-A VI.5.2.3
Rp2.000 s.d. di bawah Rp5.000Rp10Rp100II-A VI.5.2.4
Rp5.000 ke atasRp25Rp250II-A VI.5.2.5

Kotak di bawah hasil kalkulator menghitung apakah harga impas bisa dicapai dari harga beli terakhir dalam satu sesi. Untuk semua contoh di halaman ini jawabannya ya, karena jarak impas di bawah batas atas 25%. Pada saham yang harganya sudah jatuh jauh dan membutuhkan kenaikan puluhan persen untuk impas, hitungan jumlah sesi menunjukkan bahwa pemulihan butuh beberapa hari berturut-turut di batas atas. Rincian aturannya ada di halaman ARA dan ARB, dan perbandingan tarif broker lengkap ada di kalkulator saham.

Kalkulator ini juga tidak menilai apakah menambah posisi itu keputusan yang baik; ia hanya membuat biayanya terlihat. Semua perhitungan berjalan di browsermu, tanpa login, dan tidak ada harga maupun jumlah lot yang dikirim ke server kami.

Sumber dan dasar hukum

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana cara menghitung average saham dari beberapa pembelian?
Kalikan harga setiap pembelian dengan jumlah lembarnya, jumlahkan hasilnya, lalu bagi dengan total lembar. Satu lot berisi 100 lembar. Contohnya 30 lot di Rp2.450 dan 30 lot di Rp2.050 menghasilkan Rp13.500.000 untuk 6.000 lembar, sehingga rata-ratanya Rp2.250. Rata-rata sederhana dari dua harga hanya benar bila jumlah lot kedua pembelian sama.
Berapa lot yang harus dibeli agar average turun ke harga tertentu?
Pakai rumus lot tambahan = lot sekarang × (rata-rata sekarang − target) ÷ (target − harga beli berikutnya), lalu bulatkan ke atas. Untuk 50 lot di rata-rata Rp820, target Rp760, dan harga beli Rp700, hasilnya 50 × 60 ÷ 60 = 50 lot. Target harus berada di antara harga beli berikutnya dan rata-rata sekarang.
Apakah average down membuat saya lebih cepat balik modal?
Jarak ke harga impas memang mengecil, tetapi modal yang tertanam membesar. Pada contoh 50 lot di Rp820, membeli 50 lot lagi di Rp700 menurunkan kenaikan yang dibutuhkan dari 17,86% menjadi 9,29%, dengan dana tambahan sekitar Rp3,5 juta. Bila harga terus turun, kerugian dalam rupiah juga menjadi dua kali lebih besar.
Kenapa rata-rata di aplikasi broker berbeda dengan kalkulator ini?
Sebagian aplikasi menampilkan rata-rata harga tanpa biaya, sebagian memasukkan komisi dan levy beli ke dalamnya. Kalkulator ini menampilkan keduanya secara terpisah: rata-rata harga dan rata-rata termasuk biaya beli. Pilih angka yang cara hitungnya sama dengan aplikasimu. Harga impas di kalkulator sudah memuat biaya jual dan PPh 0,1%, yang tidak pernah ditampilkan sebagai rata-rata.
Apakah biaya beli average down dihitung per transaksi?
Ya. Setiap pembelian adalah transaksi tersendiri, jadi komisi broker dan levy bursa 0,0433% dihitung dari nilai masing-masing pembelian. Hasilnya sama dengan menghitung dari total nilai selama broker tidak mengenakan komisi minimum. Bila ada komisi minimum per transaksi, memecah pembelian menjadi banyak transaksi kecil menambah biaya dan menaikkan harga impas.
Bisakah kalkulator ini dipakai untuk average up?
Bisa. Isi pembelian berikutnya dengan harga di atas rata-rata sebelumnya, dan kalkulator menghitung rata-rata baru, modal, serta harga impas dengan rumus yang sama. Yang tidak berlaku untuk average up hanya pencari lot rata-rata target, karena rumus itu dirancang untuk menurunkan rata-rata. Untuk arah naik, coba beberapa jumlah lot pada baris terakhir.

Ditinjau oleh Deepak Middha

Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Rumus rata-rata tertimbang, harga impas, dan aturan fraksi di halaman ini diperiksa terhadap teks peraturan BEI dan PP 14/1997.

Profil peninjau → · Cara kami memeriksa angka →

Halaman terkait