Halaman ini menjawab sampai harga berapa sebuah saham boleh naik atau turun hari ini, dihitung dari harga penutupan kemarin, dan berapa hari yang dibutuhkan untuk mencapai harga tertentu bila setiap hari ditutup di batasnya. Tabel lengkapnya disalin dari Keputusan Direksi BEI yang berlaku sejak 28 September 2026, termasuk batas bawah 15% yang berada di batang tubuh keputusannya, bukan di lampiran.
Poin utama
- Auto rejection atas (ARA) dan bawah (ARB) adalah batas harga yang ditolak sistem JATS, dihitung dari harga acuan — umumnya harga penutupan hari bursa sebelumnya.
- Berubah 28 September 2026. Kep-00136/BEI/09-2026 menurunkan harga minimum saham reguler dari Rp50 menjadi Rp1, dan mencabut Kep-00003/BEI/04-2025.
- Pita baru Rp1–Rp10 dibatasi ±Rp1, bukan persentase — satu rupiah adalah 10% di Rp10 dan 100% di Rp1.
- Batasnya masih asimetris: naik 35% (Rp11–Rp200), 25%, atau 20% menurut pita harga, turun paling banyak 15% di semua pita persentase — tetapi hanya sampai 31 Desember 2026.
- Sejak 1 Januari 2027 ARB menjadi simetris dengan ARA: 35%, 25%, dan 20% ke dua arah.
- Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus memakai batas ±10% dan harga minimum Rp1; ARB 15% tidak berlaku di sana.
- Batas dibulatkan ke fraksi harga, sehingga persentase nyata sering sedikit di bawah angka aturannya.
Apa itu ARA dan ARB saham
ARA singkatan dari auto rejection atas, ARB dari auto rejection bawah. Keduanya bukan istilah dalam peraturan — Peraturan BEI II-A hanya menyebut "Auto Rejection" — tetapi dipakai luas oleh investor untuk dua sisi dari satu mekanisme yang sama: JATS, sistem perdagangan bursa, menolak order beli atau jual yang harganya lebih dari persentase tertentu di atas atau di bawah harga acuan.
Harga acuan untuk saham yang sudah diperdagangkan adalah harga penutupan hari bursa sebelumnya. Untuk saham yang baru pertama kali diperdagangkan setelah penawaran umum, acuannya harga perdana; setelah aksi korporasi seperti pemecahan saham atau HMETD, acuannya harga teoretis hasil aksi korporasi (II-A VI.7.3). Karena acuannya harga kemarin, batas ARA dan ARB berganti setiap hari, dan saham yang ditutup di batas atas hari ini punya batas atas baru yang lebih tinggi besok.
Istilah "kena ARA" berarti harga sudah menyentuh batas atas dan antrean beli menumpuk di harga itu tanpa lawan jual yang cukup. Harga tidak bisa naik lebih jauh pada hari itu. "Kena ARB" adalah kebalikannya. Keduanya tidak menghentikan perdagangan — transaksi masih bisa terjadi di harga batas — tetapi harga tidak bisa melewatinya.
Tabel ARA ARB per papan yang berlaku
Tabel ini dibaca dari tiga peraturan: II-A untuk Papan Utama, Pengembangan, dan Ekonomi Baru; II-V untuk Papan Akselerasi; II-X untuk Papan Pemantauan Khusus. Satu hal penting tentang baris papan reguler: angka ARB 15% tidak ada di lampiran Peraturan II-A. Lampirannya memuat batas yang simetris — dan itu justru aturan yang baru berlaku 1 Januari 2027. Kep-00136/BEI/09-2026 menangguhkan klausul lampiran itu sampai 31 Desember 2026 (angka 2), lalu memasang tabel transisi di batang tubuhnya (angka 3); di tabel transisi itulah ARB 15% berada. Situs yang hanya menyalin lampiran akan menampilkan ARB yang keliru untuk tahun ini — dan situs yang menyalin batang tubuhnya saja akan keliru mulai 2027.
| Papan | Acuan harga | Batas atas (ARA) | Batas bawah (ARB) | Harga minimum | Dasar |
|---|---|---|---|---|---|
| Papan Utama, Pengembangan, Ekonomi Baru | Rp1 s.d. Rp10 | ±Rp1 | ±Rp1 | Rp1 | Kep-00136/BEI/09-2026 angka 3 (masa transisi, badan SK); VI.7.1.1.2 |
| Papan Utama, Pengembangan, Ekonomi Baru | Rp11 s.d. Rp200 | 35% | 15% | Rp1 | Kep-00136/BEI/09-2026 angka 3 (masa transisi, badan SK); VI.7.1.1.3 |
| Papan Utama, Pengembangan, Ekonomi Baru | di atas Rp200 s.d. Rp5.000 | 25% | 15% | Rp1 | Kep-00136/BEI/09-2026 angka 3 (masa transisi, badan SK); VI.7.1.1.4 |
| Papan Utama, Pengembangan, Ekonomi Baru | di atas Rp5.000 ke atas | 20% | 15% | Rp1 | Kep-00136/BEI/09-2026 angka 3 (masa transisi, badan SK); VI.7.1.1.5 |
| Papan Akselerasi | Rp1 s.d. Rp10 | ±Rp1 | ±Rp1 | Rp1 | Kep-00084/BEI/10-2019; Lampiran II-V II.1.2.2.1 |
| Papan Akselerasi | di atas Rp10 ke atas | 10% | 10% | Rp1 | Kep-00084/BEI/10-2019; Lampiran II-V II.1.2.2.2 |
| Papan Pemantauan Khusus (full call auction) | Rp1 s.d. Rp10 | ±Rp1 | ±Rp1 | Rp1 | Kep-00316/BEI/11-2023; Lampiran II-X II.1.5.2 |
| Papan Pemantauan Khusus (full call auction) | di atas Rp10 ke atas | 10% | 10% | Rp1 | Kep-00316/BEI/11-2023; Lampiran II-X II.1.5.3 |
Siaran pers BEI tanggal yang sama menyebut cakupan ARB 15% secara eksplisit: saham di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, ditambah ETF dan DIRE, untuk seluruh rentang harga. Papan Akselerasi tidak disebut, sehingga tetap memakai batas simetris ±10% dari Peraturan II-V.
Cara menghitung batas ARA dan ARB
Peraturan menulis batasnya sebagai "lebih dari x% di atas atau di bawah Acuan Harga". Order tepat di batas persentase diterima; yang lebih dari itu ditolak. Masalahnya, hasil perkalian persentase jarang jatuh di kelipatan fraksi harga, padahal harga order harus berupa kelipatan fraksi. Kalkulator ini memakai pembacaan paling ketat atas teks tersebut:
ARB = fraksi valid terkecil yang tidak di bawah acuan × (1 − persen bawah)
ARB tidak pernah di bawah harga minimum papan (Rp50 reguler, Rp1 akselerasi dan FCA)
BEI tidak menerbitkan rumus pembulatan di Peraturan II-A, jadi pembulatan ini adalah pembacaan kami atas kata "lebih dari", bukan kutipan. Fraksi yang dipakai adalah fraksi pada harga batas itu sendiri, karena II-A VI.5.4 menyatakan fraksi berubah mengikuti harga order. Itulah sebabnya acuan Rp186 menghasilkan ARA Rp250, bukan Rp251: 186 × 1,35 = 251,1, dan di rentang Rp200 sampai di bawah Rp500 fraksinya Rp2.
Contoh hitung ARA dan ARB
Contoh 1 — rentang Rp200 sampai Rp5.000. Harga penutupan kemarin Rp1.250.
- Kelompok: di atas Rp200 sampai Rp5.000, jadi ARA 25% dan ARB 15%.
- Batas atas kasar: Rp1.250 × 1,25 = Rp1.562,50. Fraksi di rentang Rp500 sampai di bawah Rp2.000 adalah Rp5, dibulatkan ke bawah: ARA Rp1.560 (+24,8%).
- Batas bawah kasar: Rp1.250 × 0,85 = Rp1.062,50, dibulatkan ke atas ke fraksi Rp5: ARB Rp1.065 (−14,8%).
- Order beli di Rp1.565 atau order jual di Rp1.060 akan ditolak JATS.
Contoh 2 — tepat di batas kelompok. Harga acuan Rp5.000, lalu Rp5.025.
- Rp5.000 masih termasuk "di atas Rp200 sampai dengan Rp5.000", jadi ARA 25%: Rp5.000 × 1,25 = Rp6.250; ARB Rp5.000 × 0,85 = Rp4.250.
- Rp5.025 masuk kelompok "di atas Rp5.000", jadi ARA 20%: Rp5.025 × 1,2 = Rp6.030. Fraksi di atas Rp5.000 adalah Rp25, dibulatkan ke bawah: Rp6.025 (+19,9%).
- ARB: Rp5.025 × 0,85 = Rp4.271,25. Di rentang Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000 fraksinya Rp10, dibulatkan ke atas: Rp4.280.
- Kenaikan harga acuan Rp25 menurunkan batas atas Rp225. Hal serupa terjadi di batas Rp200: acuan Rp200 punya ARA Rp270, sedangkan acuan Rp202 hanya Rp252.
Contoh 3 — tertahan harga minimum. Harga acuan Rp1 di papan reguler, satu-satunya tempat lantai harga masih menahan.
- Acuan Rp1 masuk pita Rp1–Rp10, yang dibatasi ±Rp1, bukan persentase. ARA: Rp2.
- ARB kasar: Rp1 − Rp1 = Rp0 — di bawah harga minimum Rp1 (II-A VI.6).
- ARB efektif Rp1, turun 0%. Saham di Rp1 tidak bisa turun sama sekali; ia hanya bisa naik atau diam.
- Bandingkan dengan sebelum 28 September 2026. Dulu lantai Rp50 membuat saham Rp52 hampir tidak bisa turun — ARB-nya tertahan di Rp50, hanya −3,85%. Sekarang saham Rp52 jatuh ke Rp45, turun 13,46%, karena lantai itu sudah di Rp1.
| Harga acuan | Kelompok | ARA | Naik maks. | ARB | Turun maks. |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp50 | ARA 35% / ARB 15% | Rp67 | 34% | Rp43 | 14% |
| Rp100 | ARA 35% / ARB 15% | Rp135 | 35% | Rp85 | 15% |
| Rp150 | ARA 35% / ARB 15% | Rp202 | 34,67% | Rp128 | 14,67% |
| Rp200 | ARA 35% / ARB 15% | Rp270 | 35% | Rp170 | 15% |
| Rp202 | ARA 25% / ARB 15% | Rp252 | 24,75% | Rp172 | 14,85% |
| Rp500 | ARA 25% / ARB 15% | Rp625 | 25% | Rp426 | 14,8% |
| Rp1.000 | ARA 25% / ARB 15% | Rp1.250 | 25% | Rp850 | 15% |
| Rp1.995 | ARA 25% / ARB 15% | Rp2.490 | 24,81% | Rp1.700 | 14,79% |
| Rp2.000 | ARA 25% / ARB 15% | Rp2.500 | 25% | Rp1.700 | 15% |
| Rp4.990 | ARA 25% / ARB 15% | Rp6.225 | 24,75% | Rp4.250 | 14,83% |
| Rp5.000 | ARA 25% / ARB 15% | Rp6.250 | 25% | Rp4.250 | 15% |
| Rp5.025 | ARA 20% / ARB 15% | Rp6.025 | 19,9% | Rp4.280 | 14,83% |
| Rp10.000 | ARA 20% / ARB 15% | Rp12.000 | 20% | Rp8.500 | 15% |
| Rp50.000 | ARA 20% / ARB 15% | Rp60.000 | 20% | Rp42.500 | 15% |
Tangga harga: kelompok auto reject dan fraksi
Kelompok auto reject hanya berganti di dua titik, Rp200 dan Rp5.000. Fraksi harga berganti di empat titik: Rp200, Rp500, Rp2.000, dan Rp5.000. Gabungan keduanya membentuk lima anak tangga, masing-masing dengan kombinasi fraksi dan batas persentasenya sendiri.
| Rentang harga | Fraksi | Jenjang maksimum per order | Dasar |
|---|---|---|---|
| di bawah Rp200 | Rp1 | Rp10 | II-A VI.5.2.1 |
| Rp200 s.d. di bawah Rp500 | Rp2 | Rp20 | II-A VI.5.2.2 |
| Rp500 s.d. di bawah Rp2.000 | Rp5 | Rp50 | II-A VI.5.2.3 |
| Rp2.000 s.d. di bawah Rp5.000 | Rp10 | Rp100 | II-A VI.5.2.4 |
| Rp5.000 ke atas | Rp25 | Rp250 | II-A VI.5.2.5 |
Berapa hari saham bisa naik dua kali lipat karena ARA
Karena acuan hari berikutnya adalah harga penutupan hari ini, saham yang ditutup di batas atas beberapa hari berturut-turut naik secara majemuk. Saham Rp300 bisa menjadi Rp1.000 dalam enam hari bursa bila setiap hari ditutup tepat di ARA — dan pembulatan fraksi membuat setiap langkahnya sedikit lebih kecil dari 25%.
| Sesi | Naik: batas ARA | Kumulatif dari Rp300 | Turun: batas ARB | Kumulatif dari Rp1.000 |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rp374 | +24,67% | Rp850 | −15% |
| 2 | Rp466 | +55,33% | Rp725 | −27,5% |
| 3 | Rp580 | +93,33% | Rp620 | −38% |
| 4 | Rp725 | +141,67% | Rp530 | −47% |
| 5 | Rp905 | +201,67% | Rp452 (target Rp500 tercapai) | −50% |
| 6 | Rp1.130 (target Rp1.000 tercapai) | +233,33% | — | — |
Sisi turun lebih lambat karena batasnya 15%, dan sejak 28 September 2026 harga minimum baru menahan penurunan di Rp1. Grafik berikut membandingkan tiga saham dengan harga awal berbeda yang ditutup di ARA setiap hari sampai tiga kali lipat.
Jumlah sesi di sini adalah batas tercepat yang dimungkinkan aturan, bukan perkiraan apa pun tentang pergerakan harga. Dalam kalkulator di atas, isi harga target untuk menghitungnya pada sahammu sendiri; untuk menghitung laba dari target itu setelah biaya, pakai kalkulator saham, dan untuk posisi yang sedang rugi pakai kalkulator average down.
FCA saham adalah: full call auction di Papan Pemantauan Khusus
FCA adalah singkatan dari full call auction, atau dalam peraturan disebut periodic call auction: order beli dan jual dikumpulkan selama periode tertentu, lalu dicocokkan sekaligus pada satu harga yang menghasilkan volume terbanyak (II-X I.14). Berbeda dengan pasar reguler yang mencocokkan order satu per satu secara terus-menerus, di FCA harga terbentuk beberapa kali sehari, di akhir setiap sesi.
Mekanisme ini dipakai untuk saham di Papan Pemantauan Khusus. Tahap I (hybrid) berjalan sejak 12 Juni 2023 hanya untuk saham berlikuiditas rendah; tahap II, full periodic call auction untuk seluruh saham di papan itu, berlaku sejak 25 Maret 2024 menurut siaran pers BEI. Senin sampai Kamis ada lima sesi call auction, Jumat empat sesi. Batas auto reject-nya ±10% untuk harga di atas Rp10 dan ±Rp1 untuk harga Rp1–Rp10, harga minimumnya Rp1, dan jenjang harga maksimum tidak berlaku.
Saham ditempatkan di papan ini bila memenuhi satu atau lebih dari sebelas kriteria Peraturan I-X, yang terakhir diubah lewat Kep-00035/BEI/06-2025. Sebagian kriteria bersifat pasar (harga dan likuiditas), sebagian bersifat fundamental (opini auditor, pendapatan, ekuitas negatif), sebagian bersifat hukum (PKPU atau pailit). Kode sahamnya diberi notasi khusus, dan evaluasi dilakukan tiga bulanan pada Februari, Mei, Agustus, dan November.
| No | Kriteria | Ambang | Dasar |
|---|---|---|---|
| 1 | Harga rata-rata dan likuiditas rendah selama 3 bulan (harga, nilai, dan volume sekaligus) | harga rata-rata < Rp51; nilai transaksi harian rata-rata < Rp5.000.000; volume harian rata-rata < 10.000 saham | I-X III.1.1 |
| 2 | Laporan keuangan auditan terakhir mendapat opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) | — | I-X III.1.2 |
| 3 | Tidak membukukan pendapatan, atau pendapatan tidak berubah dibanding laporan sebelumnya | — | I-X III.1.3 |
| 4 | Perusahaan tambang mineral atau batu bara belum memperoleh pendapatan dari usaha utama | sampai akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat | I-X III.1.4 |
| 5 | Ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir | ekuitas < 0 | I-X III.1.5 |
| 6 | Tidak memenuhi persyaratan tetap tercatat (I-A atau I-V), kecuali ketentuan free float | free float: ditempatkan bila < 50.000.000 saham dan ≤ 5% (Utama/Pengembangan) | I-X III.1.6 |
| 7 | Likuiditas rendah selama 3 bulan | nilai transaksi harian rata-rata < Rp5.000.000 dan volume harian rata-rata < 10.000 saham | I-X III.1.7 |
| 8 | Permohonan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian yang berdampak material | — | I-X III.1.8 |
| 9 | Permohonan serupa terhadap anak perusahaan material | — | I-X III.1.9 |
| 10 | Suspensi perdagangan lebih dari 1 hari bursa karena aktivitas perdagangan | > 1 hari bursa | I-X III.1.10 |
| 11 | Kondisi lain yang ditetapkan bursa dengan persetujuan atau perintah OJK | — | I-X III.1.11 |
Pada Juli 2026 BEI mengusulkan revisi yang menghapus beberapa kriteria. Usulan itu belum menjadi peraturan dan tidak kami masukkan ke tabel. Jadwal sesi call auction lengkap ada di halaman panduan saham.
Aturan mulai 1 Januari 2027: ARB menjadi simetris
Kep-00136/BEI/09-2026 memuat dua rezim sekaligus, dan itu mudah terlewat. Angka 2 keputusannya menangguhkan klausul auto rejection di lampiran sampai 31 Desember 2026; angka 3 memasang tabel transisi di batang tubuhnya. Yang berlaku hari ini adalah tabel transisi itu — ARB tetap 15% di semua pita persentase. Klausul lampiran yang ditangguhkan itu simetris: mulai 1 Januari 2027 batas bawah sama besar dengan batas atas, yaitu 35%, 25%, dan 20% ke dua arah.
| Acuan harga | ARA | ARB | Harga minimum |
|---|---|---|---|
| Berlaku sekarang — s.d. 31 Desember 2026 | |||
| Rp1 s.d. Rp10 | ±Rp1 | ±Rp1 | Rp1 |
| Rp11 s.d. Rp200 | 35% | 15% | Rp1 |
| di atas Rp200 s.d. Rp5.000 | 25% | 15% | Rp1 |
| di atas Rp5.000 ke atas | 20% | 15% | Rp1 |
| Mulai 1 Januari 2027 | |||
| Rp1 s.d. Rp10 | ±Rp1 | ±Rp1 | Rp1 |
| Rp11 s.d. Rp200 | 35% | 35% | Rp1 |
| di atas Rp200 s.d. Rp5.000 | 25% | 25% | Rp1 |
| di atas Rp5.000 ke atas | 20% | 20% | Rp1 |
Selisihnya hanya pada batas bawah, dan hanya di tiga pita persentase: pita Rp1–Rp10 tetap ±Rp1 di kedua rezim. Kotak centang di kalkulator menghitung dengan aturan 2027 supaya kamu bisa melihat seberapa jauh batas bawahnya bergeser — pada saham Rp100, ARB turun dari Rp85 menjadi Rp65. Keduanya dibaca dari keputusan yang sama; tabel di atas dan berkas auto-reject.csv memuat kedua rezim, dibedakan kolom statusnya.
Trading halt dan batas volume auto reject
Selain batas harga per saham, ada dua pengaman lain. Pertama, batas volume: JATS menolak order yang lebih dari 50.000 lot atau 5% dari jumlah saham tercatat, mana yang lebih kecil (II-A VI.7.2). Kedua, trading halt pasar menurut Kep-00002/BEI/04-2025: bila IHSG turun lebih dari 8% dalam sehari, perdagangan dihentikan 30 menit; bila turun lanjutan lebih dari 15%, dihentikan 30 menit lagi; bila lebih dari 20%, perdagangan disuspensi sampai akhir sesi atau lebih lama dengan persetujuan OJK.
Trading halt berlaku untuk seluruh pasar, sedangkan ARA dan ARB berlaku per saham. Saham yang sudah di ARB tetap tidak bisa turun lebih jauh walaupun IHSG terus turun; yang berhenti adalah seluruh perdagangan ketika indeks menembus ambang.
Sumber dan dasar hukum
- Keputusan Direksi PT BEI Kep-00136/BEI/09-2026 tentang Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, dikeluarkan 21 September 2026 dan diberlakukan 28 September 2026 — mencabut Kep-00003/BEI/04-2025; angka 2 (klausul auto rejection Lampiran ditangguhkan sampai 31 Desember 2026), angka 3 (tabel transisi, ARB 15%), Lampiran VI.6 (harga minimum Rp1) dan VI.7.1.1 (batas simetris, berlaku 1 Januari 2027). idx.co.id (PDF bertanda tangan).
- Keputusan Direksi PT BEI Kep-00003/BEI/04-2025 — DICABUT oleh Kep-00136/BEI/09-2026 terhitung 28 September 2026. Sebelumnya: tentang Peraturan II-A Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, dikeluarkan dan diberlakukan 8 April 2025 — angka 2 (ARB 15%), Lampiran VI.5 (fraksi), VI.6 (harga minimum Rp50), VI.7.1.2 (batas per kelompok), VI.7.2 (volume), VI.7.3 (acuan harga). idx.co.id (PDF). Diperiksa 14 September 2026.
- Siaran pers BEI No. 026/BEI.SPR/04-2025 (8 April 2025) — cakupan ARB 15%: Papan Utama, Pengembangan, Ekonomi Baru, ETF, dan DIRE. idx.co.id.
- Kep-00084/BEI/10-2019, Peraturan II-V (Papan Akselerasi) — harga minimum Rp1, batas ±Rp1 dan ±10%. idx.co.id (PDF).
- Kep-00316/BEI/11-2023, Peraturan II-X (perdagangan di Papan Pemantauan Khusus) dan Kep-00035/BEI/06-2025, Peraturan I-X (kriteria penempatan). II-X (PDF) · I-X (PDF).
- Siaran pers BEI No. 018/BEI.SPR/03-2024 — full periodic call auction mulai 25 Maret 2024. idx.co.id.
- Kep-00002/BEI/04-2025 — ambang trading halt dan suspensi IHSG 8%, 15%, 20%. idx.co.id (PDF).
- Rancangan perubahan Peraturan II-A 2026 (tanggapan sampai 9 September 2026) — sudah menjadi peraturan: ditetapkan sebagai Kep-00136/BEI/09-2026 dan berlaku 28 September 2026. Halaman rancangan peraturan BEI kini kosong.
- Data: auto-reject.csv, fraksi-harga.csv, pemantauan-khusus.csv (CC BY 4.0). Metodologi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa batas ARA dan ARB saham sekarang?
Bagaimana cara menghitung ARA saham besok?
Kenapa ARB tidak sama dengan ARA?
Apa arti FCA pada kode saham?
Apakah saham masih bisa turun di bawah Rp50?
Berapa hari saham bisa ARA berturut-turut?
Apa bedanya auto reject dengan trading halt?
Ditinjau oleh Deepak Middha
Chartered Accountant dan pemegang Series 65, dengan 18 tahun di industri hedge fund pada akuntansi dana, administrasi investasi, dan pelaporan. Batas, kelompok harga, dan rujukan pasal di halaman ini diperiksa terhadap Keputusan Direksi BEI dan lampiran peraturannya.